PENGARUH PUPUK ORGANIK DAN UMUR DEFOLIASI TERHADAP BEBERAPA ZAT GIZI SILASE RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum)

Authors

  • Syamsuddin Nompo Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan

DOI:

https://doi.org/10.20956/bnmt.v9i1.844

Abstract

Suatu penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik dan umur defoliasi terhadap beberapa zat gizi silase rumput gajah (Pennisetum purpureum). Penelitian ini menggunakan rumput gajah, pupuk kompos, dan pupuk organik cair. Penelitian disusun berdasarkan rancangan acak lengkap pola factorial 3 x 3 dengan 3 kali ulangan, sebagai faktor pertama adalah pemupukan: A1 (tanpa pemupukan), A2 (pemupukan dengan kompos) dan A3 (pemupukan dengan pupuk cair), sedangkan faktor kedua adalah umur defoliasi: B1 (umur defoliasi 30 hari), B2 (umur defoliasi 45 hari) dan B3 (umur defoliasi 60 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein kasar silase rumput gajah pada umur defoliasi 30 hari lebih tinggi daripada perlakuan umur defoliasi 45 hari dan 60 hari. Sedangkan kandungan serat kasar teritnggi diperoleh pada umur defoliasi 60 hari. Defoliasi rumput gajah pada umur 45 hari dan diberi pupuk kompos dapat meningkatkan kandungan lemak kasar dan BETN silase rumput gajah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggorodi, R. 1979. Ilmu Makanan Ternak Umum. PT. Gramedia. Jakarta.

Bilal, M. Q. 2009. Effect of molasses and corn as silage additives on the characteristics of Mott Dwarf Elephant Grass silge at different fermentation periods. Pakistan Vet. J., 2009, 29 (1) : 19-23. (Diakses, tanggal 18 Oktober 2010).

Govea, F.E.C., Muck, R.E., Amstrong, K.L., and Albrecht, K.A. 2009. Nutritive value of corn silagein mixture with climbing beans. Animal Feed Science and Technology, 150 (2009) 1-8.

Kuswandi. 1988. Aspek penimbunan nitrat pada hijauan pakan ternak. Jurnal Litbang Pertanian, VII (4).

Lakitan, B. 1996. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Mansyur, Nyimas, P.I., dan Iin, S. 2005. Peranan leguminosa tanaman penutup pada system pertanaman jagung untuk penyediaan hijauan pakan. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. (Diakses: Tanggal 13 Juni 2009).

Regon, C.S. 1997. Forage conservation in the wet/dry tropics for small landholder farmers. Thesis. Faculty of Science. Northern Territory University. Darwin, Australia.

Tillman, A. D., H. Hartadi, S. Reksohadiprodjo, S. Prawirokusumo dan S. Lebdosoekojo. 1986. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Cetakan ke-3. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Yunus, M., Ohba, N., Shimojo, M., Furuse, M., and Masuda, Y. 2000. Effects of adding urea and molasses on napiergrass silage quality. (Asian-Aus. J. Anim.Sci. Vol. 13, No. 11: 1542-1547).

Downloads

Published

2016-08-11

How to Cite

Nompo, S. (2016) “PENGARUH PUPUK ORGANIK DAN UMUR DEFOLIASI TERHADAP BEBERAPA ZAT GIZI SILASE RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum)”, Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak, 9(1). doi: 10.20956/bnmt.v9i1.844.

Issue

Section

Articles