Analisis Hubungan Suhu Permukaan Laut, Salinitas, Dan Arus Dengan Hasil Tangkapan Ikan Tuna Di Perairan Bagian Barat Pulau Halmahera

Umar Tangke, John W. Ch. Karuwal, Achmar Mallawa, Mukti Zainuddin

Abstract


Banyak parameter oseanografi yang mempengaruhi ruaya dan keberadaan ikan tuna di suatu perairan antara lain suhu perairan, salinitas, arus dan kesuburan perairan. Beberapa penelitian mendapatkan bahwa sebaran ikan tuna dapat diprediksi melalui analisis parameter tersebut pada perairan secara berkala dan dipetakan untuk menunjang kegiatan perikanan tuna setempat. Di perairan Maluku Utara bagian barat diperkirakan parameter ini juga terbentuk sehingga dapat dijadikan indikator keberadaan ikan tuna. Penelitian ini dilakukan pada sisi barat perairan laut Pulau Halmahera selama bulan Agustus hingga Oktober 2015 dengan tujuan mengetahui hubungan antara suhu permukaan laut, salinitas dan arus terhadap hasil tangkapan ikan tuna di wilayah ini.Pengambilan data menggunakan metode survey dan dianalisis dengan analisis regresi linier berganda diharapkan dapat menjelaskan hubungan antara suhu permukaan laut, salinitas, arus dengan hasil tangkapan yellowfin tuna tersebut.  Hasil penelitian didapatkan bahwa secara bersama ketiga faktor oseanografi yang diuji memberikan pengaruh yang nyata terhadap hasil tangkapan ikan tuna dengan nilai fhitung  3,317 dengan signifikansinya sebesar 0,000. Namun secara parsial hanya dua   faktor oseanografi yang berpengaruh nyata terhadap hasil tangkapan ikan tuna, yaitu suhu permukaan laut (SPL) dan kecepatan arus pada perairan ini.

References


Atmanegara, A. 2009. Aplikasi Penginderaan Jauh dan SIG Untuk Penatagunaan Lahan Mangrove diKabupaten Serdang Bedagai Provinsi Sumatera Utara. Departemen Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Medan.

Arrizabalagaa H, Dufourb F, Kellc L, Merinoa G, Ibaibarriagad L, Chustd G, Irigoiene X, Santiagod J, Muruaa M, Frailea I, Chiffleta M, Goikoetxead N, Sagarminagaa Y, Aumontf O, Boppg L, Herrerah M, Fromentini JM, and S. Bonhome, 2015. Global habitat preferences of commercially valuable tuna. Deep Sea Research Part II: Topical Studies in Oceanography Elsevier March 2015, Volume 113, Pages 102-112

Ayodhyoa, H A U. 1981. Metode Penangkapan Ikan. Bogor: Yayasan Dewi Sri. 94 hal.

Baskoro, M. S dan Effendy, A., 2004. Tingkah Laku Ikan : Hubungannya dengan Metode Pengoperasian Alat Tangkap Ikan. Departemen Pemanfaatan Suberdaya Perikanan. IPB. Bogor.

Blackburn. 1965. Oceanography and the Ecology of Thunnus. In Barnes N. (editor). Oceanography And The Marine Biology. Vol III. London: G. Allen and Unwin Ltd. 299-322p.

Brill, R. W., Block, B. A., Boggs, C. H., Bigelow, K. A., Freund, E. V. and Marcinek, D. J. (1999). Horizontal movements and depth distribution of large adult yellowfin tuna (Thunnus albacares) near the Hawaiian Islands recorded using ultrasonic telemetry: implications for the physiological ecology of pelagic fishes. Mar. Biol. 133, 395–408

Collete, B.B and Nauen C.E (1983). FAO Species Catalog. Volume 2. Scombrids of the world

Dahuri R., J. Rais, S.P. Ginting dan M.J. Sitepu, 1996. Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Pradya Paramita. Jakarta.

Ditjen Perikanan, 1983. Morfologi ikan tuna. Gaja Mada. Andi Yogyakarta.

DKP Provinsi Maluku Utara, 2013 Perikanan Tangkap Provinsi Maluku Utara dalam Angka. DKP Malut.

Ternate FAO, 2003. FAO Species Catalogue Vol. 2 Scombrids of The World An Annotated And llustratted Cataloque of Tunas, Mackerel, Bonitas and Related Species Known to Date. Rome. UN.

Fyson, J. 1985. Design of Small Fishing Vessels. England: Fishing News Books Ltd. 320p.

Gradieff S, 2003. Yellowfin tuna. http://www.flmnh.ufl.edu. [diakses 12 Juni 2015].

Gunarso, W. 1985.Tingkah Laku Ikan dalam Hubungannya dengan Alat, Metode dan Taktik Penangkapan. Bogor: Fakultas Perikanan. Institut Pertanian Bogor.149 hal.

Hanggar P. Kadarisman dan Eko Susilo, 2012. Kajian Spasial Data Respon Balik Penangkapan Ikan Pelagis Besar Dari Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate Menggunakan Satelit Aqua Modis. Seminar Nasional Tahunan IX Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan, 14 Juli 2012

Hasyim, B. 2002. Penyediaan Informasi Spasial Potensi Sumber Daya Alam dan Linkungan Kawasan Timur Indonesia(dalam rangka mendukung Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia). Pusat Pengembangan Pemanfaatan dan Teknologi Penginderaan Jauh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional.

Husein, R. 2006. Konsep Dasar Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System). Ilmu Komputer.com.

Kakuma S. 2000. Current, catch and weight composition of yellowfin tuna with FADs off Okinawa Island, Japan. Biologie et comportement agrégatif des poisons. http://archimer.ifremer.fr/doc/00042/15300/12662.pdf

Laevastu T, dan I. Hela., 1970. Fisheries Oceanography. London: Fishing News 238 hlm.

Laevastu, T. dan I. Hela. 1980. Fisheries Oceanography. New Ocean Environmental Series. Fishing News (Books) Ltd. 110 Fleet. Street, London, E.C. 4.: 238 pp.

Laevastu, T., Murray L. Hayes. 1981. Fisheries Oceanography and Ecology. England: Fishing News Book Ltd. Farnham-Surrey.199 hal.

Lehoday, et al. 2003. SEPODYM Development and Application to Skipjack Population and Fisheries. 15th SCTB, Hawai, 22-27th July 2003, Oseanic Fisheries Programe. Secretariat of The Pasific Community, Noume, New Caledonia. Working Paper SKJ. http//:www.spc.int/Oceanfish/SCTB/SCTB15/SKJ 5.pdf.

Lillesand and Kiefer. 1990. Remote Sensing and Image Interpretation. John Wiley & Son Inc. New York.

Matsumura Y. 1989. Factor affecting of young tuna Thunnus orientalis in water around the Tsushima island. Nippon Suisan Gakkaishi 1989; 55: 1703-1706

Meza, E.B. and S.O. Gracia. 2003. Spatial and Temporal Variation of Yellowfin Tuna set Associatied with Spotted Dolphin and their Relationship with Sea Surface Temperature. Proceedings of The 5th Annual Tua Conference Lake Arrowhead, California, May 13-16 2003.

Nybakken JW. 1988. Biologi laut. Suatu Pendekatan Ekologis. Gramedia. Jakarta. 488 hal.

Nontji, A. 1987. Laut Nusantara. Jakarta: Penerbit Djambatan.368 hal.

Nikijuluw.V.P.H. 1986. Rezim Pengelolaan Sumberdaya Perikanan. Pusat Pemberdayaan dan Pembangunan Regional.PT. Pustaka Cidesindo. Jakarta.

Paena M. 2002. Pemanfaatan Teknik Penginderaan Jauh dan Sistem Imformasi Geografi untuk Menentukan Daerah Penangkapan Ikan Pelagis Kecil di Perairan Selat Makassar. Thesis S2 Universitas Gajah Mada. UGM Yogyakarta.

Paulus. K, 1986. Penangkapan Cakalang dengan Purse Seine. Diklat AUP Jakarta

Priyanti, 1999. Study Daerah Penangkapan Rawai Tuna Diperairan Selatan Jawa Timur- Bali Pada Musim Timur Berdasarkan Pola Distribusi Suhu Permukaan Laut Citra Satelit NOAA-AVHRR & Data Hasil Tangkapan. Skripsi. Program Study PSP. Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Priyatno, D. 2009. SPSS (Analisis Korelasi, Regresi, dan Multivariate). Cetakan Pertama Penerbit Gava Media. Yogyakarta. Purbowaseso, B. 1995. Penginderaan Jauh Terapan. Jakarta: Universitas IndonesiaPress. 467 hal.

Reddy, M. P. M., 1993. Influence of The Oceanographic Parameter on The Abudance of Fish Catch. In International Workshop on Apllication of Satelit Remote Sensing for identifying and Forescasting Potential Fishing Zone in Developing Countrys. India.

Saanin, H. 1984. Taksonomi Dan Kunci Identifikasi Ikan . Jilid I dan II. Bina Cipta. Bogor

Santosa, S. et al. 2005. Menggunakan SPSS untuk StatistikParametrik. Seri Solusi Bisnis berbasis Tl. PT. Elex Media Komputindo. Kelompok Gramedia. Jakarta.

Sudjana, M. A. 1996. Metode Statistika. Tarsito. Bandung.

Suharto, T. 1992. Fluktuasi Hasil Tangkapan Cakalang (Katsuwonus pelamis), Hubungannya dengan Kondisi Oseanografi di Perairan Utara Irian Jaya. Skripsi. Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan. Fakultas Perikanan. Institut Pertanian Bogor.69 hal.

Uktolseja, J. C. B, et al., 1991. Estimated Growth Parameters and Migration of kipjack Tuna dan Tuna Likes in the Estearn Indonesia Water Trough Tagging Experiments. Jurnal Penelitian Perikanan Laut No. 43 Tahun 1987. Balai Penelitian Perikanan Laut, Jakarta.

Watimury, J. J. 1998. Penentuan Zona Konsentrasi Ikan Cakalang dan Madidihang (yellowfin tuna) di Perairan Ambon dan Sekitarnya Menggunakan Data NOAA/AVHRR dan Sistem Informasi Geografis. Thesis. Program Studi Penginderaan Jauh Jurusan Ilmu-Ilmu Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. UGM Yogyakarta.

Walpole, R.A.1992. Pengantar Statistika : Edisi 3. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Waluyo. A.S, 1987. Pengoperasian Alat Tangkap Purse Seine Tuna. Diklat AUP. Jakarta.

Weyl, P. K. 1970. Oceanography An Introduction to The Marine Environment. John Wiley & Sons.

Zainuddin, M. 2006. Aplikasi Sistem Informasi Penelitian Geografis

Perikanan Dalam Dan Kelautan. Disampaikan Pada Lokakarya Agenda Penelitian COREMAP II Kebupaten Selayar. Selayar.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.