Pengaruh Penggunaan Jenis Umpan Yang Berbeda Terhadap Jumlah Hasil Tangkapan Kepiting Bakau (Scylla Sp.) Menggunakan “Bubu Rakkang” Di Perairan Muara Sungai Appabatu, Kabupaten Kepulauan Selayar

Andi Assir, Mahfud Palo

Abstract


Kepiting bakau (Scylla sp.) adalah salah satu sumberdaya perairan yang banyak ditemukan di area mangrove Kabupaten Kepulauan Selayar. Ada banyak alat tangkap untuk menangkap kepiting tersebut yang beroperasi di Selayar yaitu bubu lipat, “Bubu Rakkang”, jaring insang dan pancing ulur. Studi pendahuluan telah dilaksanakan di perairan estuaria Pulau Selayar pada bulan Oktober 2014 menggunakan tiga macam umpan, yaitu daging ikan pari, beronang dan peperek. Diapatkan bahwa ada hubungan antara hasil tangkapan kepiting  dengan jenis umpan yang digunakan. Oleh sebab itu pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan umpan lain yang cocok untuk memikat kepiting bakau yaitu daging ikan hiu, usus ayam dan cumi-cumi dan diperoleh hasil bahwa cumi-cumi memberi hasil tangkapan tertinggi.


References


Assir, A. dan M. Palo. 2015. Pengaruh Penggunaan Beberapa Jenis Umpan Terhadap Hasil Tangkapan Kepiting Bakau (Scylla sp.) Menggunakan “Bubu Rakkang” di Perairan Estuaria Pulau Selayar. Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan II Universitas Hasanuddin.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Selayar. 2013. Kepulauan Selayar Dalam Angka 2013. Kabupaten Kepulauan Selayar 378 hal.

Krebs, C.J. 1989. Ecological Methodology. Harper Collins Publishers, New York. 654 p.

Rakhmadewi, C. C. 2004. Waktu perendaman dan periode bulan: pengaruhnya terhadap kepiting bakau hasil tangkapan bubu di muara Sungai Radak, Pontianak. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.

Shelley, C. And A. Lovatelli. 2011. Mud crab aquaculture: a practical manual. FAO Fisheries and aquaculture technical paper 567. Food and Agricultur Organization of the united nations, Rome. 78 p.

Walpole, R.E. 1982. Pengantar Statistika. PT. Gramedia, Jakarta. 511 hal.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.