Pengembangan Agroforestry Kopi dalam Mendukung Peran Hutan di Kawasan Highland Kabupaten Jeneponto

Syamsu Rijal, Budirman Bachtiar, Chairil A, Try Ardiansyah

Abstract


Deforestasi dan degradasi lahan menjadi lahan pertanian untuk pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terus terjadi. Deforestasi, dan degradasi lahan akan menimbulkan banyak masalah ekologi seperti penurunan kesuburan tanah, erosi, kepunahan flora dan fauna, banjir, kekeringan dan bahkan perubahan lingkungan global. Agroforestry merupakan perpaduan tanaman pertanian dan kehutanan yang bisa menjadi salah satu sistem pengelolaan lahan sebagai solusi mengatasi masalah ekologi dan sekaligus juga untuk mengatasi masalah pangan. Maka dilakukan kajian pengembangan agroforestry berbasis kopi di kawsan highland Kabupaten Jeneponto untuk mendukung peran hutan dianalisis secara terintegrasi dari kegiatan inventarisasi karateristik lahan dengan kesesuaian lahan dan sosial ekonomi masyarakat dalam membudidayakan kopi menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG) dan analisis deskriptif. Hasilnya menunjukkan sebaran kopi arabika dtemukan dibagian utara wilayah Kecamatan Rumbia, sedangkan sebaran kopi Robusta ditemukan dibagian selatan Kecamatan dan satu Desa di Kecamatan Kelara. Kesesuaian lahan untuk pengembangan jenis kopi Robusta di seluruh wilayah Kecamatan Kelara, Kecamatan Rumbia bagian selatan dan pengembangan kopi jenis Arabika di wilayah bagian utara Kecamatan Rumbia. Pengembangan agroforestry kopi di Kawasan highland Kabupaten Jeneponto sebagai jawaban permasalah sosial ekonomi masyarakat sekitar, budidaya tanaman kopi, dan pengganti peran hutan sebagai konservasi tanah dan air dalam menekan aliran permukaan dan erosi serta menjaga unsur hara tanah.


Keywords


Kopi; Agroforestry: Highland

Full Text:

PDF

References


Adhya, I., Deni, & D. Rusdeni. (2017). Kontribusi Pengelolaan Agroforestry Terhadap pendapat Rumah tangga. Wanaraksa, 11(1), 13-20.

Alao, J. S., and R.B. Shuaibu. (2013). Agroforestry practices and concepts in sustainable land use systems in Nigeria. Journal of Horticulture and Forestry, 5(10), 156-159.

Baja, S. (2012). Tata Guna Lahan dalam Pengembangan Wilayah Pendekatan Spasial & Aplikasinya. Yogyakarta: Andi.

Bliska, M.M.F., P.H.N. Turco., A.B. Junior., & D. Carvalho. (2013). Impact of Coffee Production in Agroforestry System for Sustainable Development. Journal of Agricultural Science and Technology, 3, 535-544.

Boreux, V., P. Vaast., L.P. Madappa., & K.G. Cheppudira., C. Garcia5 & J. Ghazoul. (2016). Agroforestry coffee production increased by native shade trees, irrigation, and liming. Agron Sustain Dev, 36, 42-

Bukhari., & I.G. Febryano. (2010). Desain Agroforestry pada Lahan kritis (Studi Kasus di Kecamatan Indarpuri Kabupaten Aceh Besar). Jurnal Perennial, 6(1), 53-59.

Hasnawiah., & M. Nurhaedah. (2012). Opini Masyarakat Terhadap Fungsi hutan di Hulu DAS Kelara. Balai Penelitian Kehutanan Makassar. Makassar. Jurnal info Teknis eboni, 9(1).

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. 2010. Statistik Kehutanan Indonesia. Jakarta (ID): Kementerian Kehutanan.

Margono, A.B., B. Turubanova., I. Zhuravleva., P. Potapov., A. Tyukavina., A. Baccini., A. Goetz., & C.H. Hansen. (2012). Mapping and monitoring deforestation and forest degradation in Sumatra (Indonesia) using Landsat Time Series Data Sets from 1990 to 2010.

Enverionmental Research Letter. 7:034010.

Mulyono, D. 2010. Pengembangan Pertanian Budidaya Lorong (Alley Cropping) Untuk Konservasi Lahan Kritis Di Hulu Daerah Aliran Sungai Cimanuk, Jawa Barat. Jurnal Teknologi Lingkungan, 11(2), 283-291.

Norris, K., G.P. Simon., & R.M. Simon. (2010). Ecosystem Services and Food Production in Ecosystem Services Edited Hester, R.E., & R.M. Harrison. Issues in Environmental Science and Technology, 30, 52-65.

Purnomo, W.D., A. Sandrawati., J.K. Witono., I.A. Fijridiyanto., D. Setiyanti., & D. Safarinanugraha. (2015). Desain Vegetasi Bernilai Konservasi dan Ekonomi Pada Kawasan Penyangga Sistem Tata Air DAS Bolango. Manusia Dan Lingkungan, 23(1), 111-121.

Rigal, C., P. Vaast., & J. Xu. (2018). Using Farmers' Local Knowledge of Tree Provision of Ecosystem Services to Strengthen The Emergence of Coffee-Agroforestry Landscapes In Southwest China. PLoS ONE, 13(9).

Ritung, S., F. Wahyunto., Agus., & H. Hidayat. (2007). Kesesuaian Lahan dengan Contoh Peta Arahan Penggunaan Lahan Kabupaten Aceh Barat. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre. Bogor. 39 hlm.

Samsuri., I.N.S Jaya., C. Kusmana., & K. Murtilaksono. (2014). Analysis of Tropical Forest Landscape Fragmentation in Batang Toru Watershed, North Sumatera. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 20(2), 77 – 85.

Sulistiyono, N., I.N.S Jaya., B.L. Prasetyo., & T. Tiryana. (2015). Spatial Model of Deforestation in Sumatra Islands Using Typological Approach. Jurnal Manajemen Hutan Tropika. 21(3), 99-109.

Valencia, V., P.West, E.J. Sterling., L.G. Barrios., & S. Naeem. 2015. The use of farmers’ knowledge in coffee agroforestry management: implications for the conservation of tree biodiversity. Ecosphere 6(7):122.




DOI: http://dx.doi.org/10.24259/jhm.v11i2.6030

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



View My Stats