SINTASAN DAN PERTUMBUHAN TRANSPLANTASI KARANG HIAS ACROPORA SP DI DESA TONYAMAN, KECAMATAN BINUANG, KABUPATEN POLEWALI MANDAR

Abdul Haris, Chair Rani, Akbar Tahir, Andi Iqbal Burhanuddin, Muh. Farid Samawi, Rahmadi Tambaru, Shinta Werorilangi, Arniati Arniati, Ahmad Faizal

Abstract


Culture of ornamental corals applying transplantation technique was aimed to know the successful of this transplantation technique in the ornamental coral culture based on its growth and survival rate of various coral fragments. The location of the medium settlement was in the western side of the waters of Tonyaman Village, Binuang Subdistrict, Polewali Mandar Regency with 3-4 meter depth during low tide. One of coral species i.e. Acropora  sp with 48 fragments was put on 4 transplantation tables. During the experiment, cleaning of fungi and biofouling at the transplant tables and the culture tables. Measurements of the absolute growth and survival rate were done at the 21st day using calliphers and numbers of dead and live fragments were counted directly. Coral transplantation workshop for ornamental coral culture was attended by 4 fisherman groups with total 23 participants. This event was understood by the training participants from the seed selection to the monitoring. Number of coral fragment cultured was 48 fragments obtained from one of stony corals (Scleractania), i.e. Acropora  sp. The range of survival rate that has been cultured for 21 days was adequately high i.e. 91.7 – 100 %. The highest survival rate was observed at the transplant table B, i.e. 100%, whereas, the table A, C, and D were 91.7 %. Average absolute growth of the coral Acropora  sp cultured during this study were ranged from 4.2 – 4.9 mm/month. Aaverage absolute growth was found at table transplant B and C, while the lowest value was observed at the transplant table D.

Keywords: cultivation, ornamental coral, transplantation technique, Tonyaman


Full Text:

PDF

References


Amaryillia dkk, 2002. Transplantasi Karang

Acropora formosa Dana dan Hydnophora

rigida Dana :pdf (diakses pada tanggal 2

Maret 2008)

Anonim, 2007a. http://www.info@bppmdsulsel.

go.id. (Diakses pada tangaal 17 April

.

Anonim, 2007b. http://www:Pdf.Wri.Org/

Rrseasia_Chap1_Bahasa.Pdf. (Diakses

pada tanggal 10 April 2007).

Anonim, 2007c. http://www.taka-bonerate.

com. (Diakses pada tanggal 10 April 2007).

Coremap DKP, 2003. http://www.geocities.

com/minangbahari/coremap/ mengenali.

html. (Diakses pada tanggal 16 Oktober

.

Bengen, D. G., 2004. Ekosistem dan Sumberdaya

Alam Pesisir dan Laut Serta Prinsip

Pengelolaannya. Pusat Kajian Sumberdaya

Pesisir dan Lautan Institut Pertranian

Bogor. Bogor.

Birkeland, C., 1998. Life and Death of Coral

Reefs. University of Guam. International

Thompson Publishing, Guam.

Clark, S. dan A. J. Edwards, 1995. Coral

transplantation as an aid to reef

rehabilitation: evaluation of a case

study in the Maldive Islands. Centre for

Tropical Coastal Management Studies,

Department of Marine Sciences and Coastal Management, University of Newcastle, UK.

http://www.springerlink.com/ content/

rrjq7p8vq45221x8/ (Diakses pada tanggal

Oktober 2007).

Indrawadi, 2007. Menumbuhkan Terumbu

Karang di Atas Jubin. http://www.

geocities.com/ minangbahari/artikel/

karangdijubin.html. (Diakses pada tanggal

Agustus 2007).

Johan, O., 2003. Sistematika dan Teknik

Identifikasi Karang. http://www.terangi.

or.id/ publications/pdf/sistematika.pdf

(Diakses pada tanggal 29 Agustus 2007).

Jompa, J., S. Yusuf, R. Jamir, 2006. Pertumbuhan

dan Sintasan Karang Seriatopora hytrix

cengan Metode Transplantasi Menggunakan

Substrat Buatan. FIKP UNHAS, Makassar.

Kaleka, M. W. D. 2004. Tranplantasi Karang Batu

Marga Acropora pada Substrat Buatan di

Perairan Tablolong Kabupaten Kupang.

Makalah perorangan Semester Ganjil 2004,

Falsafah Sains (PPS 702). Program S3, IPB,

Bogor.

Khalik, I. 2009. Laju Pertumbuhan dan Sintasan

Karang Bercabang Acroporidae Yang

Ditransplantasi Pada Substrat Alami

(Massive Dead Corals) Di Perairan Pulau

Barrang Lompo, Makassar. Skripsi. Jurusan

Ilmu Kelautan Fakultas Ilmu Kelautan

dan Perikanan Universitas Hasanuddin,

Makassar.

Kompas, 2006. Di Selayar, Pencurian Terumbu

Karang Marak. http:// www. Kompas.

com. (Diakses pada tanggal 10 juni 2007)

Naim, A., 2006. Profil Hewan Coelenterata Coral/

Karang (Tubastrea). SIDAMAS. http://

www.sidamas.org/index.php?option=com_

content&task=view&id=28&Itemid=26.

(Diakses pada tanggal 7 Agustus 2007).

Nybakken, J. W., 1992. Biologi Laut, Suatu

Pendekatan Ekologis. Gramedia, Jakarta.

Patria, M. P., 2007. Terumbu Karang dan Karang.

www.terangi.or.id/publications/pdf/

terumbukarang.pdf. (Diakses pada tanggal

Agustus 2007).

Purnomo, P. W., 2003. Peranan Proses Simbiosis

Zooxanthellae dan Karang sebagai

Indikator bagi Evaluasi Kualitas Ekosistem Terumbu Karang. Institut Pertanian Bogor.

http://www.tumoutou.net/6_sem2_023/

pujiono_wp.htm. (Diakses pada tanggal 10

April 2007).

Ramli, I., 2003. Pengelolaan Ekosistem Terumbu

Karang melalui Penerapan Teknologi Transplantasi

Berbasis Masyarakat. Balitbangda

Sulsel.

Rani, Ch., 1999. Respon Pertumbuhan Karang

Batu Poccilopora verrucosa Ellis & Solander

dan Kepiting Trapezia ferruginea Latreille,

Xanthidae (yang Hidup Bersimbiosis) pada

Beberapa Karakteristik Habitat. Program

Pascasarjana IPB-Bogor

Soekarno, 2006. Teknik Transplantasi Karang

Seharusnya Disesuaikan dengan

Tujuannya. CRITC-COREMAP-LIPI.

http://www.coremap.or.id/berita/

penelitian_research/article.php?id.

(Diakses pada tanggal 10 April 2007).

Suharsono, 1996. Jenis-jenis Karang yang Umum

Dijumpai di Perairan Indonesia. Proyek

Penelitian dan Pengembangan Daerah

Pantai P30-LIPI, Jakarta.

Supit, B., 2000. Laju Pertumbuhan Karang Batu

Pocillopora damicornis di Pantai Selatan

Pulau Bunaken dan Pantai Malalayang

Dua Teluk Manado. Jurusan MSP Fak.

Perikanan UNSRAT. http://www. digilib.

unikom.ac.id/go.php?id= saptunsrat-gdls1-

-jd-1963-sekarang (Diakses pada

tanggal 16 Oktober 2007).

Sutawi, A. 2007. Tingkat Kelangsungan Hidup

dan Laju Pertumbuhan Karang Batu

(Scleractinia) yang Ditransplantasi di

Perairan Pantai Pamatata, Kabupaten

Selayar. Skripsi. Fakultas Ilmu Kelautan

dan Perikanan, Universitas Hasanuddin

Tony, F., 2007. Pengelolaan Karang yang

Berkelanjutan. Universitas Lambung

Mangkurat. http://www. satu dunia.

oneworld.net/article/view/144651/1/

KONDI. (Diakses pada tanggal 10

April 2007).

Veron, J. E. N., 1995. Corals in Space and Time:

The Biogeography and Evolution of the

Scleractinia. Australian Institut of Marine

Science. Townsville, Queensland.

Yustina, A. D., 2003. Daya Tetas dan Laju

Pertumbuhan Larva Ikan Hias Betta

splendens di Habitat Buatan. Laboratorium

Biologi, PMIPA, FKIP, Universitas Riau.

http://www.unri.ac.id/jurnal/jurnal_

natur/vol5(2)/Yustina.pdf. (Diakses pada

tanggal 29 Agustus 2007).

Yuliantri, A. R., W, Moka, J. Jompa, dan M.

Litaay, 2002. The Successful Transplantation

of Acropora microphthalma at Barrang Lompo

Reef Edge, South Sulawesi. Center for Coral

Reef Research, Hasanuddin University,

Makassar.

Yusuf, S., 2005. Metode Penentuan Kuota

Perdagangan Karang Hias yang Lestari Dari

Kepulauan Spermonde, Makassar. FIKP,

UNHAS, Makassar.

Wahab, S., 2007. Selamat Datang di Kabupaten

Selayar. http://www.Selayar.go.id.

(Diakses pada tanggal 6 Maret 2007).

Westmacott, S., Teleki, K., Wells, J., West, 2007.

Pengelolaan Terumbu Karang yang Telah

Memutih dan Rusak Kritis. IUCN. http://

www.iucn.org/places/usa/webdocs/

documents/pubmarine/Indonesian.pdf.

(Diakses pada tanggal 6 Maret 2007)


Refbacks

  • There are currently no refbacks.