Jurnal Lensa Budaya


Persembahan Untuk Edward L. Poelinggomang

Dr. Edward Lambertus Poelinggomang, MA dikenal sebagai sejarawan yang mendorong kajian lokal tetapi sekaligus meletakkan yang lokal dalam satu jaringan yang lebih besar. Karyanya tentang pelabuhan Makassar di abad ke-19 menunjukkan dengan jelas cara pandang yang dikembangkannya. Dalam buku yang awalnya merupakan disertasinya yang ditulis untuk Vrije Universiteit di Amsterdam, berjudul Makassar di Abad XIX dan diterbitkan di tahun 2002, Edward Poelinggomang dengan rinci dan sistematis melihat pelabuhan Makassar di masa kendali kolonial menguat dan menjelaskan naik turunnya perdagangan di sana akibat sekaligus penyebab dari dinamika politik dan ekonomi di wilayah-wilayah dalam jaringan perdagangan maritim yang lebih besar. Riwayat hidup dan pendidikannya seolah mencerminkan pandangannya tentang jaringan, dalam hal ini jaringan pengetahuan: lahir pada tanggal 21 Oktober 1948 di Pulau Alor Nusa Tenggara Timur, melalui masa pendidikan sarjana awalnya di Universitas Hasanuddin di Makassar dan dilanjutkan di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta sebelum memperoleh gelar magisternya di Universitas Indonesia, Jakarta dan akhirnya gelar doktornya di Amsterdam. Mengabdikan dirinya di almamaternya di Universitas Hasanuddin hingga pensiun di tahun 2013, dia juga membangun jaringan kolega, teman sejawat, dan tentu saja murid, bahkan di masa purna bakti hingga wafatnya pada tanggal 8 Februari 2017.

Jurnal Lensa Budaya edisi Oktober volume 12 nomor 2 tahun 2017 merupakan edisi khusus yang berisikan tulisan yang dipersembahkan untuk mengenang Dr.  Edward Lambertus Poelinggomang, MA. Tulisan-tulisan di sini merupakan karya dari teman seperjuangannya di medan pendidikan sejak di Yogyakarta hingga Eropa, dari kolega-koleganya di Universitas Hasanuddin, dan juga dari murid-muridnya. Tidak hanya tema-temanya merupakan tema yang digelutinya selama ini—sejarah maritim, perdagangan, ekonomi dan perkembangan masa kolonial—tetapi asal para penulis mencerminkan jaringannya. Para penulis edisi kali ini berkarya di Padang, Jakarta, Yogyakarta, Makassar, hingga Manado—tidak beda dengan jaringan perdagangan dan jaringan pengetahuan yang dibentuk sejak masa kolonial. Edisi kali ini seperti layaknya laporan bagi perkembangan penulisan sejarah Indonesia mutakhir sebagai bagian dari rintisan Edward Lambertus Poelinggomang sekaligus jabaran tentang tantangan dan peluang ke masa depan bagi para sejarawan berikutnya.

 

Announcements

 
No announcements have been published.
 
More Announcements...

Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Lensa Budaya


Cover Page