EFISIENSI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU MENGGUNAKAN BIOFILTER SISTEM UPFLOW DENGAN PENAMBAHAN EFEKTIF MIKROORGANISME 4

ridwan haerun, Anwar Mallongi, Muh. Fajaruddin Natsir

Abstract


Industri tahu merupakan industri yang banyak tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan menjadi salah satu industri rumah tangga yang telah menyatu dengan pemukiman penduduk. Limbah cair industri tahu merupakan bagian terbesar dan berpotensi mencemari lingkungan karena kandungan zat organik yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan mendapatkan hasil pengolahan limbah tahu agar memenuhi standar buangan ke lingkungan serta mengembangkan konsep pengolahan limbah yang sederhana dan ekonomis sehingga dapat diterapkan kepada masyarakat luas.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu (quasi experimental designs) rancangan pretest-postest dengan mengkombinasikan antara limbah cair industri tahu dengan bakteri EM4ke dalam reaktor melalui proses anaerob-aerob. Hasil pemeriksaan terhadap sampel limbah cair industri tahu dengan kapasitas aliran 20 ml/15 detik dan WTH 12 jam, diketahui bahwa penurunan kadar BOD limbah cair industri tahu tertinggi terdapat pada perlakuan VI yaitu 510 mg/l dengan persentase penurunan nilai BOD sebesar 62%. Sedangkan penurunan tertinggi kadar COD limbah cair industri tahu terdapat pada perlakuan I yaitu 2.799 mg/l dengan persentase penurunan nilai COD sebesar 29%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pengolahan dengan biofilter anaerob-aerob media tutup galon bekas belum mampu menurunkan kadar BOD dan COD sampai memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan

Full Text:

PDF

References


Pohan, Nurhasmawaty. Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu dengan Proses Biofilter Aerobik. [Tesis]. Medan: Universitas Sumatera Utara; 2008.

Ratnani, RD. Pemanfaatan Eceng Gondok (Eichornia Crassipes) untuk Menurunkan Kandungan COD (Chemical Oxygen Demand), Ph, Bau, dan Warna pada Limbah Cair Tahu.Laporan Penelitian Terapan. Semarang: Universitas Wahid Hasyim; 2010.

Rahayu, SA., Febriasari, A.Efektifitas Arang Sekam Padi Terhadap Penurunan Kadar COD (Chemical Oxygen Demand) pada Limbah Cair Tahu. Jurnal Chemtech. 2015; 1(1):22-3.

Budiman &Amirsan. Efektifitas Abu Sekam Padi dan Arang Aktif dalam Menurunkan Kadar BOD dan COD pada Limbah Cair Industri Tahu Super Afifah Kota Palu. J Kesehatan Tadulako. 2015; 1(2):1-78.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup RI No 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah. Jakarta : Kementerian Lingkungan Hidup, 2014.

Khaer A., Daud A., Stang. Efektivitas Biofilter Anaerob Aerob Media Model Sarang Tawon dalam Mereduksi Limbah Cair Rumah Sakit Universitas Hasanuddin. JST Kesehatan.2014; 4(4):318-27.

Jasmiati, Anita S., Thamrin. Bioremediasi Limbah Cair Industri Tahu MenggunakanEfektif Mikroorganisme (EM4). J Environmental Science. 2010; 2(4):152-5.

Notoatmoedjo, Soekidjo. Metodologi Penelitian Kesehatan. 1st rev. ed. Jakarta: Rineka Cipta, 2010. 63 p.

Husin, A. Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu dengan Biofiltrasi Anaerob dalam Reaktor Fixed-Bed[Thesis]. Medan: Universitas Sumatera Utara; 2008; [2 p].

Hendrasari RS. Kajian Penurunan Kadar BOD Limbah Cair Tahu pada Berbagai Variasi Aliran. J. Ilmiah Semesta Teknik.2016;19(1):27-29.

Sugito. Aplikasi Instalasi Pengolahan Air Limbah Biofilter untuk Menurunkan Kandungan Pencemar BOD,COD dan TSS di Rumah Sakit Bunda Surabaya[Thesis]. Surabaya: Program Studi Teknik Lingkungan Universitas PGRI Adi Buana; 2011.

Muhajir, MS. Penurunan Limbah Cair BOD dan COD pada Industri Tahu Menggunakan Tanaman Cattail (Typha Angustifolia) dengan Sistem Constructed Wetland[Skripsi]. Semarang:Universitas Negeri Semarang; 2013.

Rizky, KA. Pengaruh Penambahan EM-4 (Effective Microorganisms-4) Terhadap Penurunan BOD (Biologycal Oxygen Demand)Limbah Cair Tahu. Artikel Publikasi Ilmiah. Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2013.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INDEXING

       

 

View My Stats