ANALISIS SPASIAL EFEKTIVITAS FOGGING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAKROMAN, KOTA SAMARINDA

Syamsir Syamsir

Abstract


Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. DBD menjadi momok yang menakutkan karena penularannya dapat berlangsung cepat dalam suatu wilayah. Bahkan dalam satu bulan, jumlah kasus DBD pada wilayah endemik bisa mencapai puluhan manusia yang terinfeksi virus dengue. Pemaksimalan program pengendalian DBD di dinas kesehatan dan puskesmas setempat menjadi kunci utama dalam menanggulangi penyebaran DBD. Namun menjadi kendala saat ini sehingga membuat belum efektifnya program pengendalian DBD di Kota Samarinda yaitu belum adanya prediksi ilmiah tentang letak wilayah rentan DBD di Kota Samarinda, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Makroman. Sehingga program pengendalian DBD seperti fogging belum mampu mengurangi kasus DBD secara signifikan. Penelitian ini menggunakan analisis observational dengan desain cross sectional. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis spasial dengan metode buffer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus DBD hampir tersebar di seluruh wilayah kerja Puskesmas Makroman. Berdasarkan wawancara dengan petugas puskesmas, radius fogging sekitar 200 meter dari tempat pelaksanaan fogging. Setelah dilakukan analisis spasial dengan metode buffer maka didapatkan radius fogging hanya menjangkau sebagian kecil wilayah kerja Puskesmas Makroman yang terindikasi wilayah rawan DBD. Pelaksanaan program fogging yang tidak berdasarkan pada wilayah rentan DBD mengakibatkan tidak efektifnya pencegahan DBD. Oleh karena itu, dibutuhkan pemetaan penyakit DBD berbasis spasial untuk mengetahui wilayah yang rentan DBD sehingga dapat menjadi acuan dalam penentuan lokasi fogging.

Kata kunci: Spasial, Fogging, Dengue, Aedes aegypti.


Full Text:

PDF

References


Kemenkes. Data dan Informasi, Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta; 2017.

Dinkes Kaltim. Profil Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2013. Samarinda; 2013.

Dinkes Kaltim. Profil Kesehatan Kalimantan Timur Tahun 2016. Samarinda; 2016.

Samarinda DK. Laporan Dinas Kesehatan Kota Samarinda Tahun 2017. Samarinda; 2017.

Zubaidah T. Dampak Perubahan Iklim Terhadap Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue di Kota Banjarbaru , Kalimantan Selatan Selama Tahun 2005-2010. Jurnal Epidemiologi dan Penyakit Bersumber Bintang. 2012;4(2):59–65.

Iriani Y. Hubungan antara Curah Hujan dan Peningkatan Kasus Demam Berdarah Dengue Anak di Kota Palembang. Sari Pediatri. 2012;13(6):378–381.

Boewono DT, Widiarti, Ristiyanto. Analisis Spasial Distribus Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur. Buletin Penelitian Kesehatan. 2012;40(3):100–9.

Kweka EJ, Zhou G, Munga S, Lee M, Atieli HE, Nyindo M, et al. Anopheline Larval Habitats Seasonality and Species Distribution : A Prerequisite for Effective Targeted Larval Habitats Control Programmes. PLoS One. 2012;7(12).

Masrochah S, Susanto E, Irmawati. Sistem Informasi Pemantauan Kejadiaan Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Berbasis Geographic Information System (GIS) di Kota Semarang. Jurnal Riset Kesehatan. 2016;5(2):53–59.

Ruliansyah A, Gunawan T, M SJ. Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Pemetaan Daerah Rawan Demam Berdarah Dengue (Studi Kasus di Kecamatan Pangandaran Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat). Aspirator. 2011;3(2):72–81.

Boewono DT, Ristiyanto, Widiarti, Widyastuti U. Distribusi Spasial Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Analisis Indeks Jarak Dan Alternatif Pengendalian Vektor Di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. Media Litbang Kesehatan. 2012;22(5):131–137.

Widiarti, Boewono DT, Garjito TA, Tunjungsari R, Asih PB, Syafruddin D. Identifikasi Mutasi Noktah Pada ” Gen Voltage Gated Sodium Channel ” Aedes aegypti Resisten Terhadap Insektisida Pyrethroid Di Semarang Jawa Tengah. Buletin Penelitian Kesehatan. 2012;40(1):31–38.

Aïzoun N, Aïkpon R, Gnanguenon V, Azondekon R, Agbo FO-, Padonou GG, et al. Dynamics of Insecticide Resistance and Effect of Synergists Piperonyl Butoxide (PBO), S.S.S- Tributylphosphorotrithioate (DEF) and Ethacrynic Acid (ETAA or EA) on Permethrin, Deltamethrin and Dichlorodiphenyltrichloroethane (DDT) Resistance in Two Anophel. Journal of Parasitologi Vector Biology. 2014;6(1):1–10.

Matowo J, Kitau J, Kabula B, M RAKR, Kaaya R, Francis P, et al. Dynamics of insecticide Resistance and The Frequency of kdr Mutation in the Primary Malaria Vector Anopheles Arabiensis in Rural Villages of Lower Moshi , North Eastern Tanzania. Journal of Parasitology Vector Biology. 2014;6(3):31–41.

Susanti L, Boesri H. Pengaruh Insektisida Sipermethrin 100 G/L Terhadap Nyamuk Dengan Metode Pengasapan. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2012;7(2):151–158.

Kemenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 374/MENKES/PER/III/2010 Tentang Pengendalian Vektor. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2010. p. 1–54.

Boesri H, Heriyanto B, Susanti L, Handayani SW. Uji Repelen (Daya Tolak) Beberapa Ekstrak Tumbuhan Terhadap Gigitan Nyamuk Aedes aegypti Vektor Demam Berdarah Dengue. Vektora. 2015;7(2):79–85.

Medikanto BR, Setyaningrum E. Pengaruh Ekstrak Daun Legundi (Vitex trifolia L.) Sebagai Repellent Terhadap Nyamuk Aedes aegypti. Medical Journal of Lampung Univ. 2013;2(4):35–43.

Yasmin Y, Fitri L, Bustam BM. Analisis Efektifitas Tepung Jamur sebagai Larvasida Aedes aegypti. Jurnal Natur Indonesia. 2012;14(2):126–130.

Pujiyanti A, Paramastri I, Triratnawati A. Kepercayaan Ibu Rumah Tangga Tentang Nyamuk Aedes dan Pencegahan Demam Berdarah Dengue Di Kelurahan Endemis. Berita Kedokteran Masyarakat. 2010;26(4):179–186.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INDEXING

       

 

View My Stats