PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN DALAM PENGOLAHAN SAYUR-SAYURAN MENJADI PRODUK SAUS TOMAT (Effect of Addition of Food Additives in Processing Vegetables into Tomato Sauce Products)

Muthahhara Thalib

Abstract


Sayur merupakan jenis komoditi yang mudah rusak karena kandungan airnya yang cukup tinggi sehingga memerlukan pengolahan untuk memperpanjang masa simpannya. Tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan saus tomat dan pengaruh penambahan bahan tambahan terhadap saus tomat yang dihasilkan. Variabel yang diamati adalah pH, total asam, dan uji organoleptik meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil yang diperoleh dari praktikum ini menunjukkan bahwa perlakuan terbaik untuk uji organoleptik adalah pada sampel T3 dengan konsentrasi tepung maizena 30 gram dan lama pemanasan 15 menit, yaitu warna (3,7), rasa (3,1), tekstur (3,8) dan aroma (3,3). Sedangkan untuk parameter pH dan total asam, sampel T1 memiliki pH dan kadar total asam tertinggi yaitu pH (5,1) dan total asam (0,68%). Kesimpulan yang diperoleh pada praktikum ini yaitu proses pembuatan saus tomat dilakukan dengan pemanasan dan penambahan bahan tambahan seperti garam, gula, tepung maizena, cuka, bawang putih bubuk, kayu manis dan lada. Selain itu, penambahan bahan tambahan makanan dan waktu pemanasan memberikan pengaruh terhadap pengukuran pH, total asam dan organoleptik saus tomat yang dihasilkan.

 

Vegetables are a type of commodity that is easily damaged because the water content is high enough to require processing to extend its shelf life. The purpose of this practicum is to find out the process of making tomato sauce and the effect of adding additional ingredients to the tomato sauce produced. The variables observed were pH, total acid, and organoleptic tests including color, aroma, taste, and texture. The results obtained from this practicum showed that the best treatment for organoleptic tests was in T3 samples with 30 grams of corn flour concentration and 15 minutes heating time, ie color (3.7), taste (3.1), texture (3.8) and aroma (3,3). As for the pH and total acid parameters, the T1 sample had the highest pH and highest acid level, namely pH (5.1) and total acid (0.68%). The conclusion obtained in this lab is the process of making tomato sauce by heating and adding additional ingredients such as salt, sugar, cornstarch, vinegar, garlic powder, cinnamon and pepper. In addition, the addition of food additives and heating time had an effect on the measurement of pH, total acid and organoleptic tomato sauce produced.


Keywords


pemanasan, saus tomat, tepung maizena.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

JPPA Visitor