MEKANISME RANTAI PASOK CABE RAWIT DI PROPINSI GORONTALO

Ria Indriani, A. Nixia Tenriawaru, Rahim Darma, Yunus Musa, Nimade Viantika

Abstract


Abstract

Penelitian bertujuan mendeskripsikan mekanisme rantai pasok cabe rawit berdasarkan aliran produk, aliran informasi dan aliran uang, Penelitian dilaksanakan di Provinsi Gorontalo  dengan metode penelitian menggunakan metode survei dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan : Mekanisme  rantai pasok cabe rawit di Provinsi Gorontalo bersifat modern dimana aliran produk berdasarkan ketersediaan berupa cabe rawit segar dan produk olahnya. Aliran Informasi cukup lancar dan aliran uang menggunakan sistem transaksi pembayaran tunai dan kredit. Rantai pasok cabe rawit terdiri tujuh saluran distribusi dan saluran tiga merupakan saluran yang paling dominan.

Keywords : Mekanisme, supply chain

The aim of this research is to describe the supply chain mechnanism of chilis based on product, information and cash flows. This research conducted at Gorontalo Province by using surveyed and descriptive analysis methods. The result of the research shows that :  the supply chain of chilis at Gorontalo Province were modern which the products flow were based on its raw chilis availabilities and its derived products. The information flow was smooth and the cash flows is using a cash payment transaction system and credts. There are seven channel distribution happened and the third channel were the dominants among all.


Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Aramyan, L.H.; Ondersteijn, C.J.M.; Kooten, O. van; Oude Lansink, A.G.J.M. 2006. Performance indicators in agri-food production chains. In Quantifying the agri-food supply: pp.47-64.

Artsiomchyk&Zhivitskaya, 2015. Designing Sustainable Supply Chain under Innovation Influence. IFAC-Papersonline48-3 (2015)1695-1699.doi.10.1016/j.ifacol.2015.06.330

Asmarantaka R.W. 2012. Pemasaran Agribisnis (Agrimarketing). Departemen Agribisnis FEM-IPB. Bogor.

Anwarudin, dan kawan-kawan . 2015. Dinamika Produksi dan Volatilitas Harga Cabe : Antisipasi Strategi dan Kebijakan Pengembangan. Jurnal Pengembangan Inovasi Pertanian Vol. 8 No. 1 Maret 2015: 33-42.

Antu, M.Y. dan kawan-kawan, 2017.Laporan Akhir Pendampingan Pengembangan Kawasan Hortikultura (PKAH) Komoditas Cabai Rawit Tahun 2016. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementrian Pertanian. Gorontalo.

Asir, M., 2018. Revitalisasi Peran Pemangku Kepentingan dan Strategi PengendalianRisikoRantaiPasokKomoditasKakao.Disertasi.SekolahPascasarjana. UniversitasHasanuddin. Makassar.

Astuti, S. 2016. UpayaKhusus Pengembangan Cabe Rawit Tahun 2016. Minggu, 1Mei 2016. http//m.tabloidsinartani.com/index.php.Diaksespadatanggal 20 Mei 2017.

Asmayanti, 2012.SistemPemasaranCabaiRawitMerah (Capsicum frutescens) di DesaCigedug Kecamatan Cigedug Kabupaten Garut. Skripsi. Departemen Agribisnis. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Baruwadi, M., R. Yusuf, S. Canon, dan F. Zakaria. 2007. Road Map Pengembangan Komoditas Pertanian di Kabupaten Boalemo. Kerja Sama Lembaga Penelitian Universitas Negeri Gorontalo dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Gorontalo, Gorontalo.

Beamon BM. 1999. Measuring Supply Chain Performance. International Journal of Operations and Production Management 1999; 19(3): 275-292.

Borodin et.al, 2016. Handling Uncertainty in agricultural supply chain management: a state of the art.European Journal of Operational Research 13619. 10.1016/j.ejor.2016.03.057

Brusset, X. & C. Teller, 2016. Supply Chain Capabilities, Risks, and Resilience. Intern.Journal of Production Economics. http://dx.doi.org/10.1016/j.ijpe.2016.09.008

BPTP, 2016.BukuTahunan 2016 BalaiPengkajianTeknologiPertanian (BPTP) Gorontalo. Kementrian Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian.Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. Gorontalo.

BPS, 2017. Provinsi Gorontalo dalam Angka. Badan Pusat Statistik. Gorontalo.

Chen IJ and A Paulraj. 2003. Towards a Theory of Supply Chain Management : the Constructs and Measurements. Journal of Operations Management 22 (2004) 119-150.

Christien, et al.2006. Quantifying the Agri-Food Supply Chain.Netherlands (NL): Spinger International Publisher Science.

Chopra S and P Meindl. 2004. Supply Chain Management : Strategy, Planning and Operation. Pearson Prentice Hall. United States of America.

Courtonne, et.al, 2015. Downscaling material flow analysis: The case of the cereal supply chain in France. Ecological Economics Journal 118 (2015) 67–80. http://dx.doi.org/10.1016/j.ecolecon.2015.07.007

Darma, R. 2017. Agribusiness : An Introduction to Agricultural Developemetnt. Publisher LibiliteraInstite.Makassar.

Dandageet.al , 2016. Indian perspective in food traceability: A review. Food Control Journal.10.1016/j.foodcont.2016.07.005.

Dilana, A. I. 2013.Pemasaran dan Nilai Tambah Biji Kakao di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Tesis. IPB. Bogor

Djuric S & Götz, 2016. Export restrictions – Do consumers really benefit? The wheat-to-bread supply chain in Serbia. Food Policy Journal 63 (2016) 112–123..http://dx.doi.org/10.1016/j.foodpol.2016.07.002

Fajar, A.I, 2014. Analisis Rantai Pasok Jagung di Provinsi Jawa Barat. Tesis. Sekolah Pascasarjana. Instititut Pertanian Bogor.

Farid, M. dan N.A. Subekti. 2012. Tinjauan terhadap produksi,konsumsi, distribusi dan dinamika harga cabe di Indonesia. Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan 6(2): 211-233.

Fatahilah YH, Marimin, Harianto. 2010. Analisis Kinerja Rantai Pasok Agribisnis Sapi Potong (Studi Kasus pada PT Kariyana Gita Utama, Jakarta). Jurnal Teknologi Industri Pertanian20(3):193–205.

Gang, C dan Q.Zhenhua, 2014. MaxDEA Pro 6.1. Manual. Beijing Realworld Research dan Consulting Company Ltd.

Gunasekaran, A., Patel, C. dan Mc Gaughey, R.E. 2004. A Framework for SupplyChain Performance Measurement. International Journal of Production Economics, 87 (3):pp.333-347.

Govindarajan, R. 2007. Supplier Evaluation Using Data Envelopment Analysis. Working Paper

Hartik, A. 2017.Kementan:Produksi Cabai Rawit Per Januari Masih Surplus.Rabu,11Januari 2017.http://bisniskeuangan.kompas.com. 2017/01/11.Diakses pada tanggal 11 Juli 2017.

Hayami Y, Kawagoe T, Marooka Y, dan Siregar M.1987. Agricultural Marketing and Processing in Upland Java, A Prospective From Sunda Village.Bogor (ID): The CGPRT.

Hasdiana. 2011. Disparitas Harga Cabe. Makalah disampaikan dalam Knowledge Sharing yang diselenggarakan oleh Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Perdagangan, Jakarta, 24 Mei 2011.

Hastang, 2014. Supply Chain Sapi Potong Berbasis Peternakan Rakyat. Disertasi. Program Pascasarjana. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Hu, B & Y. Feng 2017. Optimization and coordination of supply chain with revenue sharing contracts and service requirement under supply and demand uncertainty. Int. J. Production Economics 183 (2017) 185–193. http://dx.doi.org/10.1016/j.ijpe.2016.11.002

Indriani, R, R.Darma, Y.Musa, N,Tenriawaru, 2018. Economic Phenomenon of Bird’s-Eye Chili Pepper (Capsicum annum) as Strategic Commodity. Research Journal of Applied Sciences. Vol.13. Issue 3.Page 189-194.Year 2018.DOI : 10.3923/rjasci.2018.189.194.

Indrajit RE dan R Djokopranoto.2002.KonsepManajemen Supply Chain Cara BaruMemandang Mata RantaiPenyediaanBarang.Grasindo. Jakarta.

Imran, S. 2008. Analisis Faktor-Faktor Produksi Usahatani Cabe rawit di Provinsi Gorontalo. Jurnal Ilmiah Agropolitan (2): 85-93.

Kurniawan, R.D, A. Suwandari, dan J.A. Ridjal, 2014. Analisis Rantai Pasokan (Supply Chain) Komoditas Cabai Merah Besar di Kabupaten Jember. Jurnal Berkala Ilmiah Pertanian. Volume 9 No.9. Bulan Maret. Hal 10-17.

Kusumaningsih, A, 2015.AnalisisIntegrasiVertikalPasarBeras di Indonesia. Buletin Bisnisdan Manajemen.Vol.01, No.02.Agustus 2015.ISSN :2442-885X.

Marimin& N. Magfiroh, 2013.Aplikasi TeknikPengambilan Keputusandalam Manajemen Rantai Pasok. PT. Penerbit IPB Press. Bogor.

Mattevi, M &J.Jones, 2016. Traceability in the food supply chain: Awareness and attitudes of UK Small and Medium-sized Enterprises. Food Control 64 (2016) 120e127. http://dx.doi.org/10.1016/j.foodcont.2015.12.014

Muchfirodin, Guritno, Yuliando, 2015. Supply Chain Risk Management on Tobacco Commodity in Temanggung, Central Java (Case study at Farmers and Middlemen Level). Agriculture and Agricultural Science Procedia 3 ( 2015 ) 235 – 240. The 2014 International Conference on Agro-industry (ICoA) : Competitive and sustainable Agroindustry for Human Welfare

Muslim, C dan V. Darwis, 2012.KeragaanKedelaiNasionaldanAnalisis Farmer Share sertaEfisiensiSaluranPemasaranKedelai di KabupatenCianjur.Jurnal SEPA. Vol.9 No.1 September 2012. Hal 1-11.

Nurdin, dkk. 2011. Teknologi dan Perkembangan Agribisnis Cabai di Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo. Jurnal Litbang Pertanian. Volume 30 No.2.

Ongirwalu, D.J, P.Tumade dan I.D. Palandeng, 2015. Evaluasi Hilir Rantai Pasokan dalam Sistem Logistik Komoditi Cabai di Pasar Tradisional Pinasungkulan Manado. Jurnal EMBA. Vol.3 No.1 Maret 2015. Hal 994-1001.

Padjung, R. 2016. Promoting Commodity SupplyChain in Rural Area for Job Creation. Presented at Asian Food and Agricultural Conference: Greening the Food Suply Chain, Bali 26 Octoober 2016.

Padjung, R. 2018. Improving agricultural commodity supply-chain to promote economic activities in rural area. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 157 (2018) 012057 doi :10.1088/1755-1315/157/1/012057.

Pizzuti,et.al, 2017, MESCO (MEat Supply Chain Ontology): An ontology for supporting traceability in the meat supply chain. Food Control Journal (2017). http://dx.doi.org/10.1016/j.foodcont.2016.07.038

Poerwanto. 2012. Merevolusi Revolusi hijau : Manajemen Rantai Pasokan untuk Produk Pertanian. Pemikiran Guru Besar IPB. Buku III. Penerbit IPB Press. Bogor.

Potolau, M., Dumais, J.N.K, Anapu , H. Mandei, J.R., 2013. Risiko Usahatani Cabe Rawit Pada Masa Tanam I dan Masa Tanam II Di Kecamatan Ranowulu Kota Bitung. Jurnal Cocos. Vol.3 No.6.

Prasetyo, B. E, 2010. Analisis Keterpaduan Pasar Cabai Rawitantara Pasar Legi dengan Pasar Gededan Pasar Nusukan di Kota Surakarta. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Pujawan, I.N. danMahendrawathi, 2017. Supply Chain Management. Edisi 3.Penerbit Andi. Yogyakarta.

Pusdatin, 2015.Outlook KomoditasPertanianSubsektorHortikulturaCabe.Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian. ISSN 1907-1507.

Rachman, F.F. 2017.Pekan Pertama 2017, Harga Cabai Rawit Merah Melambung Rp. 120.000/Kg. http://m.detik.com/finance/berita-ekonomi.Diakses pada tanggal 11 Juli 2017.

Rajagopal, 2016.Forecasting Supply Chain Performance Resilience Using Grey Prediction.Electronic Commerce Research and Applications. http://dx.doi.org/10.1016/ j.elerap. 2016.09.006.

Rahim, A dan D.R.D.Hastuti, 2007. Pengantar, Teori dan Kasus Ekonomika Pertanian. Penebar Swadaya. Jakarta.

Rahman, S. 2010. Meraup Untung Bertanam Cabai Rawit dengan Polybag. Lily Publisher Penerbit Andi. Yogyakarta.

Rahmi, E dan B. Arif, 2012. Analisis Transmisi Harga Jagung sebagai Bahan Pakan Ternak Ayam Ras di Sumatera Barat. Jurnal Peternakan Indonesia.Vol.4(2). Juni 2012.ISSN : 1907-1760.

Rusydiana, A.S. dan Tim SMART Consulting, 2013. Mengukur Tingkat Efisiensi dengan Data Envelopment Analysis (DEA) : Teori dan Aplikasi. SMART Publishing. Bogor.

Rusmadi, 2017.Pengaruh Harga Cabaiterhadap Tingkat Inflasi di Indonesia Tahun 2016.Jurnal Ilmiah Indonesia.Vol.2. No.2. Februai 2017.

Saptana, N.K. Agustin, dan A.M. Ar-Rozi. 2012. Kinerja Produksi dan Harga Komoditas Cabai Merah. Laporan Akhir Anjak 2012.PSEKP, Bogor.

Sari, S.W, R. Nurmalina, dan B. Setiawan. Efisiensi Kinerja Rantai Pasok Ikan Lele di Indramayu, Jawa Barat. Jurnal Manajemen & Agribisnis, Vol. 11 No. 1, Maret 2014.

SCOR (Supply Chain Operations Reference Model) Revision 11,0. 2012. Supply Chain Council. United States of America.October 2012.

Setiawan, A.Marimin, Y.Arkoma, F.Udin, 2010. Integrasi Model SCOR dan Fuzzy AHP untuk perancangan Metrik Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Sayuran. Jurnal Manajemen dan Organisasi Vol.1 No.3.Desember 2010.

Setiawan A, Marimin, Y.Arkeman, F. Udin, 2011. Studi Peningkatan Kinerja Manajemen Rantai Pasok Sayuran Dataran Tinggi di Jawa Barat.Jurnal AGRITECH. Vol.31 No.1.Februari 2011

Sihite, S. 2017. Analisis Integrasi Pasar Kubisantara Kabupaten Karodengan Pasar Induk Medan (studikasus Kabupaten Karodengan Pasar Induk Medan).Skripsi. Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Sirajuddin, S.N. 2010. Analisis Biaya Transaksi pada Usaha Sapi Perah Sistem Kemitraan dan Mandiri serta Strategi Pengembangannya di Provinsi Sulawesi Selatan. Disertasi. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Singarimbun dan S.Efendi, 1983. Metode Penelitian Survai. LP3ES. Jakarta.

Soni, et.al, 2014.Measuring Supply Chain Resilience Using a Deterministic Modeling Approach.Computers& Industrial Engineering. http://dx.doi.org/10.1016/j.cie.2014. 04.019

Suryaningrat, Amalia & Choiron, 2015. Current Condition of Agroindustrial Supply Chain of Cassava Products: A Case Survey of East Java, Indonesia. Agriculture and Agricultural Science Procedia 3 ( 2015 ) 137 – 142. The 2014 International Conference on Agro-industry (ICoA): Competitive and sustainable Agroindustry for Human Welfare.

Sudiyono, A. 2004. Pemasaran Pertanian. Universitas Muhammadiyah Malang Press. Malang.

Subarkah, A. 2009. Kajian Kinerja Rantai Pasokan Letuce Head dengan Menggunakan DEA. Skripsi.Departemen Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor.

Suryanti, 2007. Membuat Aneka Olahan Cabe. Penebar Swadaya. Jakarta.

Sumarno.2011. Mengatasi Gejolak Harga Cabe dengan Menerapkan Manajemen Produksi.Tabloid Sinartani.

Syukur, M., Yunianti, R., Dermawan, R. 2017.BudidayaCabePanenSetiapHari. PenebarSwadaya. Jakarta.

Tubagus L.S, Mangantar, M., Tawas, H. 2016.Analisis Rantai Pasokan (Supply Chain) Cabai Rawit di Kelurahan Kumelembuai Kota Tomohon. Jurnal EMBA 613 Vol.4 No.2 Juni 2016, Hal. 613-621.

Vorst, JGAJ Van der. 2006. Performance Measurement In Agri-Food Supply Chain Networks: An Overview. Wageningen : Logistics and Operations Reasearch Group Wageningen University.

Vos, J.G.M dan A.S. Duriat. Hot pepper (capsicum spp) production on Java, Indonesia : toward Integrated Crop Management. Journal Crop Protection. Volume 14 issue 3 May 1995. Pages 205-213. http://doi.org/101016/6261-219(495)00013-c.

Wahyudi. 2011. PanenCabeSepanjangTahun. AgromediaPustaka. Jakarta.

Xing, Qian, & Zaman, 2016. Development of a cloud-based platform for footprint assessment in green supply chain management.Journal of Cleaner Production 139 (2016).http://dx.doi.org/10.1016/j.clepro.

Yun, Y. dan A. Kurniawan, 2014. Supply Chain Logistik dalam kaitannya dengan Ketahanan Pangan di Pedesaan. Prosiding. Seminar Bisnis dan Teknologi. IBI Darmajaya. LPPPM. 15-16 Desember 2014.ISSN:2407-6171.

Yustianingsih, F. 2012. AnalisaIntegrasiPasardanTransmisiHargaBerasPetani-Konsumen di Indonesia.Tesis.Program Studi Magister PerencanaandanKebijakanPublik. Jakarta.

Zelbst, P.J. J.K.W. Green, V.E. Sower. And G.Baker. 2010. RFD Utilization and Information Sharing : the Impact on Supply Chain Performance.Journal of Bussiness and Industrial Marketing. Vol.25 (8) 582- 589.




DOI: http://dx.doi.org/10.20956/jsep.v15i1.6366

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Indexed By:

    

 Tools: