Densitas Gizi dan Morbiditas serta Hubungannya dengan Status Gizi Anak Usia Prasekolah Pedesaan

Sarah Melati Davidson, Cesilia Meti Dwiriani, Ali Khomsan

Abstract


Usia prasekolah merupakan periode golden age yang rentan terhadap penyakit infeksi sehingga harus diperhatikan pemenuhan gizinya agar dapat tumbuh kembang secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji densitas zat gizi dan energi pangan, densitas asupan zat gizi dan energi, morbiditas, serta hubungannya dengan status gizi BB/U, TB/U, dan BB/TB pada anak usia prasekolah di daerah pedesaan. Penelitian ini menggunakan data Improving Child Growth and Development through Nutrition and Psychosocial Intervention in Early Childhood Education (PAUD) Setting in Rural Areas berkerja sama dengan Nestle Foundation (NF) Switzerland. Desain penelitian ini adalah cross-sectional study melibatkan 120 anak usia prasekolah usia 4-6 tahun. Lokasi dan subjek dipilih secara purposive dilakukan di Kecamatan Tamansari dan Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Studi ini menemukan bahwa sebagian besar subjek memiliki status gizi yang baik. Densitas gizi pangan anak usia prasekolah pedesaan rendah kualitas zat gizinya. Densitas asupan zat gizi mikro ditemukan rendah tetapi tinggi densitas asupan energi. Lebih dari setengah subjek dengan tingkat morbiditas tinggi. Densitas asupan energi signifikan berhubungan dengan status gizi BB/U dan BB/TB (p<0.05). Densitas asupan protein signifikan berhubungan dengan status gizi BB/U dan TB/U (p<0.05). Morbiditas tidak signifikan berhubungan dengan status gizi.


Keywords


Anak usia prasekolah, densitas gizi, morbiditas, status gizi

Full Text:

PDF

References


Bisai S, Mallick C. Prevalence of Undernutrition Among Kora-Mudi Children Aged 2-13 Years in Paschim Medinipur District, West Bengal, India. World J Pediatr. 2011 Feb;7(1):31-36.

Vinod N, Swarnakanta L, Smita P, Pushpa D. Nutritional Status and Dietary Pattern of Underfive Children in Urban Slum Area. Nat J Comm Med. 2(1):143-48.

Tapiwa CR, Blessing K, More M, et al. Analysis of Trends in Nutritional Status and Morbidity of Under-Fives Among Internally Displaced Persons at Chingwizi, Mwenezi District, Zimbabwe 2014-2015. International J Innovative Research & Development. 2017 May; 6(5):117-25.

Kemenkes RI. Laporan Nasional Hasil Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI; 2013.

Rachmi CN, Agho KE, Li M, Baur LA. Stunting, Underweight and Overweight in Children Aged 2.0–4.9 Years in Indonesia Prevalence Trends and Associated Risk Factors. PLos ONE 2016 May; 11(5):1-7.

Wirjatmadi, RB. Beberapa Faktor yang Berhubungan dengan status Gizi Balita Stunting. Indonesian J Public Health. 2012;8(3):99–104.

Nuryanto. Hubungan Status Gizi terhadap Terjadinya Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Balita. Jurnal Pembangunan Manusia. 2012; 6(2):96-107.

El-Taguri A, Betilmal I, Mahmud SM, Ahmed AM, Goulet O, Galan P, Hercberg S. Risk Faktors for Stunting Among Under-Fives in Libya. Public Health Nutrition. 2007; 12(8):1141-1149.

Teshome B, Kogi-Makau W, Getahun Z, Taye G. Magnitude and Determinants of Stunting in Children Underfive Years of Age in Food Surplus Region of Ethiopia: The Case of West Gojam Zone. Ethiopian Journal Health Development. 2009; 23(2):98-106.

Wuryandari RD. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengeluaran Makanan, Pendidikan, dan Kesehatan Rumah Tangga Indonesia. Jurnal Kependudukan Indonesia. 2015 Juni;10(1):27-42.

Drewnowski A et al. 2010. The Nutrient Rich Foods Index Helps to Identify Healthy, Adorable Foods. Am J Clin Nutr 2010 Apr; 91(4) :1095-1101.

Jayanti LD. Studi Aspek Sosial Ekonomi dan Budaya, Konsumsi Pangan, serta Densitas Gizi pada Masyarakat Kasepuhan Ciptagelar Jawa Barat. [Disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. 2014.

Drewnowski A, Keast DR, Fulgoni VL. Developmental and Validation of The Nutrient Rich Foods Index: A Tool To Measure Nutritional Quality Foods. J Nutr. 2009 Aug;139(8):1549-54.

Drewnowski A, Fulgoni VL. Nutrient Density: Principle and Evaluation Tools. Am J Clin Nutr. 2014 May 99(suppl): 1223-8.

Rolls BJ. The Relationship Between Dietary Energy Density and Energy Intake. Physiology & Behavior. 2009;97:609-15.

Drewnowski A. Concept of A Nutritious Food: Toward A Nutrient Density Score. Am J Clin Nutr. 2005 Oktober; 82(4):721-32.

Ledikwe JH, Ello-Martin, Julia A, Rolls BJ. Portion Sizes and the Obesity Epidemic. J. Nutr. 2006;135(4):905-909.

Patterson E, Wärnberg J, Poortvliet E, Kearney JM, Sjöström M. Dietary Energy Density As A Marker of Dietary Quality in Swedish Children and Adolescents : The European Youth Heart Study. Eur J Clin Nutr. 2010 Apr;64(4):356-63.

Vossenaar M, Solomons NW. The Concept of “Critical Nutrient Density” in Complementary Feeding: The Demands on The “Family Foods” For The Nutrient Adequacy of Young Guatemalan Children with Continued Breastfeeding.Am J Clin Nutr. 2012;(95):859–66.

Ekaningrum AY, Sukandar D, Martianto D. Keterkaitan Densitas Gizi, Harga Pangan, dan Status Gizi pada Anak Sekolah Dasar Negeri Pekayon 16 Pagi. J. Gizi Pangan. Juli 2017;12(2):139-46.

Shriver LH, Marriage BJ, Bloch TD, et al. Contribution of Snacks to Dietary Intakes of Young Children in The United States. Matern Child Nutr. 2017;14(1):1-9.

Black RE et al. Maternal and Child Undernutrition:Global and Regional Exposures and Consequences. Lancet. 2008;371(9608):243-60.

Ramli A, Inder KE, Bowe KJ, Jacobs J, Dibley MJ. Prevalence and Risk Faktors for Stunting and Severe Stunting Among Under-fives in North Maluku Province of Indonesia. BMC Pediatr. 2009 Oct;6(9):64.

Prasetyo TJ, Hardinsyah, Sinaga T. Konsumsi Pangan dan Gizi serta Skor Pola Pangan Harapan (PPH) pada Anak Usia 2-6 Tahun di Indonesia. Jurnal Gizi dan Pangan. 2013;8(3):159-166.

Rolls BJ, Ledikwe JH, Blanck MH, Khan LK, Serdula MK, Seymour JD, Tohill BC. Dietary Energy Density is Associated with Energy Intake and Weight Status in US adults. Am J Clin Nutr.2006;83:1362-1368.

Rahim FK. Faktor Risiko Underweight Balita Umur 5-79 bulan. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2014 Januari;9(2):115-21.

Hayati AW, Hardinsyah, Jalal F. Faktor-Faktor Risiko Stunting, Pola Konsumsi Pangan, Asupan Energi dan Zat Gizi Anak 0-23 Bulan. [Disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. 2013.

Ngure FM, Reid BM, Humphrey JH, Mbuya MN, Pelto G, Stoltzfus RJ. 2014. Water, Sa- nitation, and Hygiene (WASH), Environmental

Enteropathy, Nutrition, and Early Child Development: Making The Links. Annals of the New York Academy of Sciences. 2014;1308(1):118-128.

Haque MA, Haque MN, Sultana MM, Hossen SM, Paul S. Effect of Water Quality, Environmental Sanitation and Hygiene Practices on Health of School Going Children of Urban Slum Areas. J Env Sci Natural Res. 2015;8(1):115-119.

Elvandari M, Briawan D, Tanziha I. Hubungan Asupan Zat Gizi dan Serum Retinol dengan Morbiditas pada Anak 1-3 Tahun di JawaTengah. Jurnal Media Kesehatan Masyarakat Indonesia (MKMI). Desember 2016;12(4):201-207.




DOI: http://dx.doi.org/10.30597/mkmi.v14i3.4551

Refbacks

  • There are currently no refbacks.