ANALISIS KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN BERDASARKAN KELAS KEMAMPUAN LAHAN DI DAS MAROS

Authors

  • Tasya Febrina Utami a forestry student at Hasanuddin University
  • Andang Suryana Soma
  • W Wahyuni

DOI:

https://doi.org/10.24259/perennial.v19i1.20724

Keywords:

land use, land capability class, land use suitability, Maros watershed

Abstract

Land use change in the Tanralili sub-watershed (upstream of the Maros watershed) is the main cause of decreased vegetation density and landslides. This study aims to identify land capability classes, analyze the suitability of land use with land capability classes and formulate land use directions based on Maros watershed land capability classes. The data obtained from laboratory analysis determined the land capability class; the land cover map was overlaid with the land capability class map to determine the suitability of land use and the next direction. The results of the land capability classification in the Maros watershed obtained six land capability classes, with Class IV dominating the land study with a total area of 37,792.34 ha (62.11%). The Maros watershed has 24,714.18 ha (40.62%) of unsuitable land. The direction for land management carried out on unsuitable land units is to direct community forestry activities (HKm) with an agroforestry system on the use of dryland agricultural land within forest areas through a supported talun-garden and grass-forest (silvopasture) model approach with vegetative conservation efforts.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Tasya Febrina Utami, a forestry student at Hasanuddin University

   

Andang Suryana Soma

   

W Wahyuni

   

References

Alda, P. (2013). Analisis Penggunaan Lahan pada Status Kawasan Hutan di Kabupaten Maros. Skripsi. Universitas Hasanuddin Makassar. Makassar.

Arsyad, S. (2010). Konservasi Tanah dan Air. Edisi Kedua. IPB Press, Bogor.

Arsyad, U., Soma, A. S., Wahyuni, W., dan Arief, T. R. (2017). Kesesuaian dan Arahan Penggunaan Lahan Berdasarkan Rencana Pola Ruang Wilayah di Hulu Daerah Aliran Sungai Kelara. Jurnal Hutan Dan Masyarakat, 9(2), 75-82.

Cholidah, N. N. Z. dan Masruroh, H. (2021). Analisis Kemampun Lahan sebagai Arahan Penggunaan Lahan dengan Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kabupaten Nganjuk. Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, 1 (11), 1167–1181.

Eraku, S. S. dan Permana, A. P. (2020). Analisis Kemampuan dan Kesesuaian Lahan di Daerah Aliran Sungai Alo, Provinsi Gorontalo. Jukung Jurnal Teknik Lingkungan, 6(1), 86–99.

Fadilah, N., Arsyad, U., dan Soma, A., S. (2019). Analisis Tingkat Kerawanan Tanah Longsor Menggunakan Metode Frekuensi Rasio di Daerah Aliran Sungai Bialo. Jurnal Perennial, 15(1), 42–50.

Fatimah. (2022). Analisis Kesesuaian Fungsi Kawasan Hutan di Desa Mandalle Kecamatan Mandalle Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Menggunakan Sistem Informasi Geografis dengan Metode Skoring. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Makassar. Makassar.

Halim, F. (2014). Pengaruh Hubungan Tata Guna Lahan dengan Debit Banjir pada Daerah Aliran Sungai Malalayang. Jurnal Ilmiah Media Engineering, 4(1), 45–54.

Harjianto, M., Sinukaban, N., Tarigan, S. D., Haridjaja, O. (2016). Evaluasi Kemampuan Lahan untuk Arahan Penggunaan Lahan di Daerah Aliran Sungai Lawo, Sulawesi Selatan. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 5(1), 1–11.

Hasnawir, Kubota, T., Sanchez-Castillo, L., dan Soma, A. S. (2017). The Influence of Land Use and Rainfall on Shallow Landslides in Tanralili Sub-Watershed, Indonesia. Journal of the Faculty of Agriculture, Kyushu University, 62(1), 171–176.

Idjudin, A. A. (2011). Peranan Konservasi Lahan dalam Pengelolaan Perkebunan. Jurnal Sumberdaya Lahan, 5(2), 103–116.

Osok, R. M., Talakua, S. M., Supriadi, D. (2018). Penetapan Kelas Kemampuan Lahan dan Arahan Rehabilitasi Lahan DAS Wai Batu Merah Kota Ambon Provinsi Maluku. AGROLOGIA, 7(1), 32–41.

Peraturan Direktur Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial Nomor: P.04/V-Set/2009 tentang Pedoman Monitoring dan Evaluasi Daerah Aliran Sungai. Kementerian Kehutanan Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Pembinaan Sosial. Jakarta.

Peraturan Menteri Pertanian Nomor: 47/Permentan/OT.140/10/2006 tentang Pedoman Umum Budidaya Pertanian Pada Lahan Pegunungan. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian Indonesia. Bogor.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor: 34 Tahun 2002. tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, Pemanfaatan Hutan dan Penggunaan Kawasan Hutan. PP RI. Jakarta.

Pinatih, I. D. A. S. P., Kasmiyarti, T. B., dan Susila, K. D. (2015). Evaluasi Status Kesuburan Tanah pada Lahan Pertanian di Kecamatan Denpasar Selatan. E-jurnal Agroteknologi Tropika, 4(4), 282–292.

Saida, Jusoff, K., Islan, M., Haris A., dan Nraeni. (2013). Evaluation of Land Capability for Agriculture in the Upstream of Jeneberang Watershed, South Sulawesi. American-Eurasian Journal of Agricultural & Environmental Sciences, 13(8), 1027–1033.

Soentpiet, N., Widiatmaka, dan Hidayat, J. T. (2021). Arahan Pengembangan Kawasan Permukiman Berbasis Daya Dukung Lahan di Kabupaten Halmahera Timur. Tesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Soma, A. S., Reski, N., Arsyad, U., dan Bachtiar, B. (2021). Analisis Kesesuaian Penggunaan Lahan Terhadap Pola Ruang di Daerah Aliran Sungai Bialo. Jurnal Agroplantae, 10(1), 1–8.

Sukmawati, R. (2019). Dinamika Erosi di Sub DAS Tanralili Sehubungan dengan Perubahan Penggunaan Lahan Tahun 2009 – 2019. Seminar Nasional Penginderaan Jauh Ke-6 Tahun 2019. Universitas Indonesia, Jakarta, hal 8– 22.

Suriadikusumah, A. dan Herdiansyah, G. (2014). Impact of Various Landuse to Erosion and The Level of Erosion Hazard in Cisangkuy Sub Watershed. Jurnal Agrin, 18(1), 1–20.

Suyana, J., Endang, S., dan Nanik, L. (2017). Pengaruh Perlakuan Mulsa Batang Jagung dan Strip Penguat Teras Terhadap Limpasan Permukaan, Erosi dan Hasil Usaha Tani. Tesis. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Tarru, S., Baharuddin, dan Umar, A. (2013). Penggunaan Lahan pada Berbagai Kelas Kemampuan Lahan di Sub DAS Kelara Bagian Hulu pada Desa Jenetallasa Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto. Tesis. Universitas Hasanuddin, Makassar.

Undang-Undang Republik Indonesia No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Utami, D. N. (2020). Kajian Kesuburan Tanah untuk Evaluasi Kesesuaian Lahan Kaitannya untuk Mitigasi Bencana Kekeringan di Kabupaten Nganjuk. Jurnal Alami, 4(2), 81–95.

Wahdaniyah, N., Kartini, Rahayu, I. P., Asman, A. I., dan Annisa, D. N. (2017). Mitigasi Bencana di Kawasan Sungai Maros Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Seminar Nasional Geomatika: Inovasi Teknologi Penyediaan Informasi Geospasial Untuk Pembangunan Berkelanjutan, 361–370.

Wahyuni, Arsyad, U., Umar, A., dan Wirawan, R. A. (2018). Pola Penggunaan Lahan Berdasarkan Kelas Kemampuan Lahan di Sub-Sub DAS Kunisi Hulu DAS Jeneberang Kabupaten Gowa. Jurnal Hutan dan Masyarakat, 10(1), 164–173.

Wijayanto, H., Anantayu, S., dan Wibowo, A. (2021). Perilaku dalam Pengelolaan Lahan Pertanian di Kawasan Konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Hulu Kabupaten Karanganyar. AgriHumanis: Journal of Agriculture and Human Resource Development Studies, 2 (1) 25–34.

Published

2023-06-23

How to Cite

Tasya Febrina Utami, Soma, A. S., & Wahyuni, W. (2023). ANALISIS KESESUAIAN PENGGUNAAN LAHAN BERDASARKAN KELAS KEMAMPUAN LAHAN DI DAS MAROS. PERENNIAL, 19(1), 8-18. https://doi.org/10.24259/perennial.v19i1.20724