EFEKTIVITAS BANTUAN PEMBANGUNAN INTERNASIONAL DALAM PROGRAM SULAWESI AGFOR (AGROFORESTRY & FORESTRY) PROJECT TERHADAP PEMBERDAYAAN HUTAN DESA CAMPAGA KABUPATEN BANTAENG, SULAWESI SELATAN

Zulkhair Burhan

Abstract


Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi dan capaian program Agfor (agroforestry and forestry) serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi efektivitas skema bantuan pembangunan internasional dalam program Sulawesi Agfor khususnya dalam aspek tata kelola hutan desa.Penelitian ini menemukan bahwa  dalam implementasi program Agfor Sulawesi khususnya dalam komponen tata kelola hutan, Balang Institut sebagai mitra lokal menjalankan tiga aktivitas, yaitu: baseline study, peningkatan kapasitas dan pemetaan partisipatif serta merancang model pengelolaan hutan desa. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas skema bantuan pembangunan internasional dalam program Sulawesi Agfor khususnya dalam aspek tata kelola hutan desa yaitu: Agfor Sulawesi sebagai program yang dibutuhkan masyarakat,
dukungan aktif pemerintah, partisipasi aktif masyarakat, dan visi Balang Institut sebagai mitra lokal yang mendorong pemenuhan hak-hak masyarakat terhadap pengelolaan sumber daya alam.


Keywords


Kata Kunci: Bantuan Pembangunan Internasional, Agfor Sulawesi, Tata Kelola Hutan, Hutan Desa Campaga,

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Moeliono M (dkk), Hutan Desa:Pemberdayaan, Bisnis, atau Beban?

http://www.worldagroforestry.org/sea/Publications/files/policybrief/PB0095-15.pdf, Diunduh pada 19 Desember 2015

Nurhaedah M. dan Evita Hapsari, HUTAN DESA KABUPATEN BANTAENG DAN MANFAATNYA BAGI MASYARAKAT, http://balithutmakassar.org/wpcontent/uploads/2014/11/03_HHBK-Hutan-Desa_Nurhaedah.pdf,Diunduhpada18 Desember 2015

Peraturan Menteri Kehutanan. 2008. Nomor:P.49/Menhut-II/2008. Tentang Hutan Desa

Alam, S. Mewujudkan Hutan Desa Sebagai Alternatif Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat, Makalah Lokakarya Hutan Desa, Universitas Hasanuddin, 2003, Makassar

Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Jeneberang Walanae. 2010. Laporan Hasil kegiatan fasliitasi penyusunan rencana kerja hutan desa.Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial.

Awang, S.A,. 2003. Hutan Desa: Realitas tidak terbantahkan sebagai alternatif model pengelolaan hutan di Indonesia. Dalam Prosiding Seminar Hutan Desa: Alternatif Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat. Yayasan DAMAR &The Ford Foundation. Yogyakarta.

Hadiwinata,Bob Sugeng. Politik Bisnis Internasional, Penerbit Kanisius, Yogyakarta, 2002,

Kamal, Mendorong Kedaulatan Rakyat Melalui Pemetaan Partisipatif,

http://balanginstitut.org/2015/11/mendorong-kedaulatan-rakyat-melalui-pemetaanpartisipatif/

Nirwan, Achmad. Vakansi Akhir Pekan untuk Pelestarian Hutan,

http://revi.us/vakansi-akhir-pekan-untuk-pelestarian-hutan/

Overview Agfor Project,

http://www.worldagroforestry.org/regions/southeast_asia/indonesia/projects/

agfor/about-us/overview

Wawancara dengan Direktur Balang Institut, Adam Kurniawan

Potret Keadaan Hutan Indonesia Periode 2000-2009,

http://fwi.or.id/wpcontent/

uploads/2013/02/PHKI_2000-2009_FWI_lowres.

pdf


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Free counters!

Creative Commons License shopify analytics View Stats
________________________________________________________
WANUA : Jurnal Hubungan Internasional
Hubungan Internasional, FISIP, Universitas Hasanuddin
ISSN Print : 2443-1346 ISSN Online : -

Jl. Perintis Kemerdekaan KM.10 Tamalanrea, Makassar 90245
Telp/fax. (0411) 585024 SMS Gateway : +62811444874
Email: jurnalwanua@unhas.ac.id, jurnalwanuahiunhas@gmail.com