https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/issue/feed Riset Sains dan Teknologi Kelautan 2023-12-30T06:03:50+00:00 Habibi Palippui habibi@unhas.ac.id Open Journal Systems <p>SENSISTEK merupakan kumpulan karya mahasiswa dalam bentuk jurnal ilmiah dari Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Bertujuan untuk menjawab apakah riset tentang teknologi kelautan oleh perguruan tinggi, lembaga-lembaga penelitian dan industri dapat memberikan kontribusi terhadap issue tersebut. Jurnal ini diharapkan memberikan kontribusi untuk saling tukar menukar informasi, pengalaman, pemikiran dan juga untuk memperkuat jaringan kerjasama antar lembaga, institusi dan industri dalam skala nasional. Sehingga terjadi jalinan komunikasi ilmiah antara mahasiswa dengan para peneliti, industri dan pendidikan.</p> https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/31711 DAMPAK PERUBAHAN IKLIM TERHADAP TRANSPORTASI LAUT 2023-11-21T11:21:05+00:00 Agus Salim thysasalim913@gmail.com <p>Global Warming dengan perubahan iklim terkait pergantian temperatur serta pola cuaca dalam jangka panjang. Pergantian tersebut terjalin secara natural misalnya lewat pergantian siklus matahari. Tetapi semenjak abad 19, kegiatan manusia jadi pemicu utama pergantian iklim paling utama akibat pembakaran bahan bakar fosil semacam batu bara, minyak, serta gas. Pembakaran bahan bakar fosil menciptakan gas rumah kaca yang berperan semacam selimut di bumi, menciptakan panas dari matahari serta tingkatkan temperatur. Pergantian iklim ini memiliki akibat yang signifikan terhadap zona transportasi laut. Transportasi laut mengaitkan pelayaran kapal ataupun pergerakan barang penumpang ataupun kargo antar pelabuhan di segala dunia. Jadi, dalam penelitian ini, kita hendak memandang korelasi antara pergantian iklim serta pelayaran dan akibatnya. Riset ini memakai tinjauan literatur serta analisis deskriptif kualitatif. Hasil riset menampilkan terdapatnya korelasi antara pergantian iklim serta transportasi laut. Akibat pergantian iklim antara lain pergantian pola alur lintas, bahaya, rusaknya infrastruktur semacam pelabuhan, efisiensi lajur lintas serta kecelakaan pada transportasi laut. Mengingat akibat tersebut mengecam operasional pelayaran, hingga butuh upaya preventif untuk dicoba salah satunya dengan tingkatkan keselamatan pelayaran. Tidak hanya itu, dibutuhkan upaya mendesak pemakaian kapal ramah lingkungan meningkatkan infrastruktur serta teknologi pelayaran berkepanjangan dan membagikan pembelajaran pemahaman kapal ramah lingkungan.</p> <p> </p> 2023-11-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/31704 BAHAYA SAMPAH PLASTIK DI LAUT BAGI MAHLUK HIDUP 2023-11-21T11:35:11+00:00 Muhammad Yatzin Azharil muhyatzinazharil@gmail.com Immanuel Paskah Immanuel@gmail.com <p>Plastik mencemari planet kita dan mencekik lautan, membahayakan kesehatan manusia, dan merusak ekosistem yang penting bagi penghidupan kita Lautan kita telah menghadapi ancaman serius oleh sampah laut atau yang juga dikenal sebagai "<em>marine debris</em>" yang telah meresahkan dan mengundang perhatian dunia atas dampak ekologis, ekonomis, dan kesehatan yang luas. Penelitian yang digunakan yaitu bersifat deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan keadaan di daerah Pantai dan laut. Permasalahan sampah laut mempunyai dampak yang sangat besar karena sampah tersebut sebagian besar berupa plastik yang sulit terurai. Data Konferensi Kelautan PBB di New York, AS pada tahun 2017 menunjukkan bahwa sampah plastik di lautan telah membunuh sekitar 1 juta burung laut, 100.000 mamalia laut, serta sejumlah ikan dan penyu. . Sementara itu, penelitian <em>World Wildlife Fund Indonesia (WWF)</em> menunjukkan hingga 25% spesies ikan laut mengandung mikroplastik. Bahan mikroplastik ini diperoleh dari sampah laut berukuran &lt;5 mm dan dikonsumsi oleh plankton yang merupakan sumber makanan utama ikan di lautan. Berbicara tentang Indonesia, data Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan bahwa setiap tahunnya, lautan Indonesia diperkirakan menerima 70-80% sampah plastik yang berasal dari aktivitas konsumen manusia. bahan kimia beracun, beberapa di antaranya ditemukan di laut terbuka</p> <p> </p> 2023-11-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/31696 ANALISIS PENCEGAHAN BENCANA DI KAWASAN PULAU BADI 2023-11-21T12:13:45+00:00 Ainun Jariah ainune2303@gmail.com Salsa Fitrah salsafitrah743@gmail.com <p>Pulau Badi adalah sebuah pulau kecil di gugusan pulau Spermonde di perairan Selat Makassar. Ini termasuk dalam wilayah administratif Kabupaten Pankajene dan Kepulauan, Kecamatan Liukang Tupabiling, dan Desa Mattiro Dechen di Indonesia, Sulawesi Selatan. Angin puting beliung melanda Pulau Buddy pada tahun 2019, dan banyak sampah rumah tangga yang dibuang di tepi pantai. Tindakan mitigasi adalah salah satu cara untuk mengurangi efek bencana. Penanganan bencana di Pulau Badi, yang merupakan bagian dari Kawasan Konservasi Perairan Daerah Kabupaten Pulau Pankajen dan Kepulauan, dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pulau Pankajene. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana bencana alam dapat dikurangi di Pulau Badi dengan mempertimbangkan konteks masyarakat. dimana pemahaman komprehensif mengenai mitigasi bencana alam di pulau rapuh tersebut masih kurang. Jumlah bencana yang terjadi sangat tinggi. Bencana bisa terjadi kapan saja. Metode penelitian deskriptif analitis digunakan dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa banyak program dan kegiatan tidak dilaksanakan, serta perencanaan yang buruk, pendidikan kesiapsiagaan bencana, dan kurangnya respons dari pihak berwenang. Selain itu, hambatan operasional yang paling signifikan adalah sumber daya manusia yang tidak memadai, kurangnya infrastruktur dan peralatan, terbatasnya modal, yang didorong oleh banyak dukungan eksternal, dan kurangnya peralatan dan infrastruktur.</p> 2023-11-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/31676 ANALISIS MITIGASI BENCANA ABRASI PADA WILAYAH PANTAI GALESONG KABUPATEN TAKALAR 2023-11-21T15:41:31+00:00 Thania Aurel Sun Virgie Jumadil thaniaaurelsvj@gmail.com <p>Wilayah pesisir mengalami tekanan karena aktivitas dan fenomena yang terjadi di darat dan di laut, termasuk perubahan morfologi pantai seperti abrasi dan akresi. Akhir-akhir ini, erosi pantai, yang juga dikenal sebagai abrasi, meningkat di banyak tempat. Erosi pantai sendiri dapat disebabkan oleh penurunan permukaan tanah, erosi tanah, kerusakan Hutan Mangrove, kerusakan yang disebabkan oleh gaya hidrodinamika gelombang, kerusakan yang disebabkan oleh abrasi, dan kerusakan yang disebabkan karena abrasi, penduduk kehilangan lahan tempat tinggal, pertanian, dan pertambakan. Akibatnya, sebagian besar penduduk berusia produktif memiliki mata pencaharian sebagai buruh pabrik dan buruh bangunan. Akibatnya, mereka kehilangan mata pencaharian mereka dan juga kehilangan penghasilan mereka. Tingkat kerentanan sebuah daerah dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Ini termasuk tingginya kepadatan penduduk dan kelompok rentan, jumlah kepala keluarga miskin dan kelompok nelayan, tingginya kepadatan pemukiman, dan kurangnya luasan vegetasi di wilayah pesisir yang rentan terhadap ancaman bencana. Salah satu cara untuk mengurangi bencana abrasi adalah dengan mengetahui seberapa parah kerusakan yang disebabkan oleh abrasi, mengetahui di mana abrasi terjadi, dan menerapkan pengendalian pantai yang menyeluruh dan berbasis masyarakat.</p> <p> </p> 2023-11-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/31534 ANALISIS DAMPAK KETIDAKADAAN BUOY TERHADAP BADAN METEROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA (BMKG) STUDI KASUS TSUNAMI PALU 2023-11-06T02:25:39+00:00 Siska Harmi siskaharmi@gmail.com Najlah rizky widati hidayat rizkywidati@gmail.com <p>Tsunami adalah gelombang besar yang dihasilkan oleh gempa bumi atau letusan gunung berapi bawah laut. Gelombang tsunami mengalami peningkatan tinggi saat mendekati pantai, dengan kecepatan terkait kedalaman laut, bukan jarak. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berperan penting dalam pemantauan dan peringatan tsunami di Indonesia, meskipun beberapa wilayah, seperti Palu, mungkin tidak memiliki buoy yang memadai. Penelitian ini mengidentifikasi hambatan yang dihadapi BMKG dalam menjalankan tugas pemantauan dan peringatan tsunami, dengan fokus pada Palu. Metode penelitian mencakup analisis literatur melalui sumber tertulis seperti jurnal, buku, laporan penelitian, dan dokumen resmi. Hasil penelitian menyoroti minimnya buoy, keterbatasan peringatan dini, serta akibatnya terhadap masyarakat. Rekomendasi termasuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tsunami, pengembangan teknologi informasi bencana, dan pembahasan kembali penggunaan buoy. Studi ini mengilustrasikan pentingnya perencanaan lahan, infrastruktur, dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi gempa bumi dan tsunami.</p> <p> </p> 2023-11-26T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/31701 STRATEGI COASTAL ZONE MANAGEMENT PADA PENGURANGAN SAMPAH PLASTIK SESUAI KE SDGs KE 14 EKOSISTEM LAUT DI WILAYAH PESISIR DKI JAKARTA 2023-11-21T11:44:48+00:00 Halend Putra halendbp@gmail.com Kelvin Fitrah Prawira Dupuy kelvinfitrah@gmail.com Achmad Yasir Baeda yasirachmad@gmail.com <p>Sampah plastik saat ini menjadi ancaman bagi kelestarian sumber daya alam hayati. Pemerintah pusat dan daerah telah dilakukan banyak upaya untuk mengelola sampah ini. DKI Jakarta merupakan kota pesisir dengan wilayah mirip pulau di bagian utara, khususnya di Kepulauan Seribu. Pada pulau ini adalah aset daerah dan harus dilestarikan keberadaannya. Pulau dapat berfungsi sebagai sumber daya ekologi yang memberikan jasa lingkungan bagi wilayah sekitarnya. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai status terkini dari 4.444 pulau yang tenggelam serta memberikan rekomendasi kepada pemangku kepentingan dalam upaya pemulihan 4.444 pulau tersebut. Hal ini penting untuk memastikan semua pulau tersebut tidak menghilang dari catatan&nbsp;sejarah&nbsp;dunia.</p> 2023-11-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/31688 ANALISA KARAKTERISTIK KELERENGAN PANTAI PANGANDARAN TERHADAP TSUNAMI 2023-11-21T14:45:19+00:00 Maraya Abisurya Patandianan bronis431@gmail.com Ahmad Yasir Baeda ahmadasir@gmail.com Sabaruddin Rahman sabaruddin@gmail.com <p>Wilayah Kabupaten Pangandaran pada tahun 2006 pernah dilanda tsunami yang disebabkan oleh gempa tektonik berkekuatan 7.7 SR. Kondisi kelerengan pada wilayah Kabupaten pangandaran memiliki nilai persentase berkisar 0% - 4.59%, dengan nilai begitu maka akan memiliki nilai kerentanan terhadap dampak akibat tsunami akan lebih besar. Melihat Kelerengan dari wilayah tersebut akan diketahui bagaimana pengaruh dari nilai kelerengan. Metode pengambilan data adalah melaui data terdahulu dan data sekunder. Studi analisa ini sekiranya dapat menjadi referensi dalam mempertimbangkan perencanaan pembangunan dengan mengerti kondisi lingkungan sekitar dan riwayat bencana dari wilayah tersebut, sehingga dapat meminimalisir dampak bencana.</p> <p> </p> 2023-11-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/28468 PERANAN PENGGUNAAN APLIKASI SHIPEDUCATION TRAINING GUNA MENINGKATKAN HASIL UJIAN KEAHLIAN PELAUT TARUNA TEKNOLOGI REKAYASA PERMESINAN KAPAL FAKULTAS VOKASI PELAYARAN UNIVERSITAS HANG TUAH 2023-08-25T08:48:39+00:00 Sugeng Marsudi sugeng.marsudi@hangtuah.ac.id <p>Penelitian ini menginvestigasi pengaruh Aplikasi ShipEducation Training terhadap hasil ujian keahlian pelaut taruna di Prodi Teknologi Rekayasa Permesinanan Kapal, Fakultas Vokasi Pelayaran, Universitas Hang Tuah. Tujuan utama penelitian adalah untuk menganalisis dampak penggunaan aplikasi ini terhadap pemahaman, keterampilan, dan hasil ujian keahlian pelaut taruna. Penelitian ini melibatkan 150 responden yang menggunakan Aplikasi ShipEducation Training dalam proses pembelajaran. Metode analisis data meliputi statistik deskriptif, analisis korelasi, dan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi ini memiliki dampak positif terhadap pemahaman dan keterampilan pelaut taruna. Rata-rata hasil ujian keahlian pelaut taruna yang aktif menggunakan aplikasi mencapai 85%, sedangkan yang tidak aktif hanya mencapai 72%. Analisis regresi menunjukkan adanya hubungan signifikan antara frekuensi penggunaan Aplikasi ShipEducation Training dan hasil ujian keahlian, dengan koefisien korelasi sebesar 0,67. Faktor motivasi belajar juga berpengaruh signifikan terhadap hasil ujian. Hasil penelitian ini memberikan implikasi tentang pentingnya penerapan teknologi pendidikan dalam pendidikan maritim. Dalam konteks ini, rekomendasi yang diajukan adalah untuk mengoptimalkan promosi dan pelatihan terkait Aplikasi ShipEducation Training kepada para pelaut taruna. Integrasi teknologi dalam kurikulum juga perlu diperkuat guna mendukung pembelajaran yang lebih adaptif dan efektif. Selain itu, lembaga pendidikan perlu mendorong motivasi belajar mahasiswa agar mereka lebih aktif menggunakan aplikasi dalam proses belajar. Kesimpulannya, Aplikasi ShipEducation Training memiliki peran penting dalam meningkatkan hasil ujian keahlian pelaut taruna. Dengan penerapan rekomendasi yang diusulkan, diharapkan pemanfaatan teknologi pendidikan dapat semakin optimal dalam mempersiapkan pelaut taruna menghadapi tuntutan industri perkapalan.</p> <p> </p> <p> </p> 2023-11-26T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/31737 ASSESSMENT OF TIDAL ENERGY RESOURCES IN BALI STRAIT 2023-11-21T08:55:44+00:00 Andi Muhammad Alfian Arafat andimalfianarafat@gmail.com Yassir Arafat iazzyr@gmail.com <p>The ocean possesses advantages as a sustainable and predictable source of energy, with tidal energy being one such marine-derived energy source. This study examines the analysis of ocean energy potential in the study location of the Bali Strait. The analysis of tidal energy potential follows the guidelines of the European Marine Energy Center (EMEC) and employs numerical modeling to identify current velocities using Delft3D. This study investigates the influence of water depth columns to determine the optimal depth for the placement of energy conversion technologies. It is found that the highest current velocities occur in the strait's narrowed section. Furthermore, from the analysis of tidal energy potential, it is determined that upper water depth columns (9 m, 19 m, and 26 m) can generate twice as much energy as the lower water depth columns (40 m and 45 m).</p> 2023-11-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/31680 DAMPAK PENGEMBANGAN CENTER POINT OF INDONESIA (CPI) TERHADAP PENCEMARAN DI SEKITAR PANTAI LOSARI 2023-11-21T15:07:35+00:00 Fabelyn Gandryal Mistipa Avin fabelynmistipa@gmail.com Cynthia Sampe Lolo Cynthiasampe@gmail.com <p><em>Center Point of Indonesia</em> atau biasa dikenal dengan CPI merupakan salah satu ikon Sulawesi Selatan, lebih tepatnya Kota Makassar. Reklamasi dan pengembangan <em>Center Point Of Indonesia</em> adalah proyek besar yang memiliki dampak yang besar terhadap berbagai aspek kehidupan manusia. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan dampak – dampak yang mungkin terjadi akibat reklamasi dan pengembangan<em> Center Point Of Indonesia</em>, baik dampak positif maupun dampak negative. Proyek renovasi besar-besaran ini dimiliki oleh pemerintah provinsi dan digunakan sebagai taman komersial strategis global terpadu yang disebut <em>Equilibrum Centerpoint Park</em>. Lahan yang diperoleh dari reklamasi ini merupakan pengembangan yang berkualitas. Namun kenyataan sebenarnya menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum menerapkan atau mempraktekkan cara pengelolaan sampah yang baik, serta belum tersedianya alat penyaringan yang baik dari Pemerintah Kota Makassar untuk menghindari pencemaran air akibat pengolahan sampah yang tidak hati-hati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pembangunan CPI (<em>Center Point of Indonesia</em>) terhadap pencemaran perairan di sekitar Pantai Losari. Dalam studi kasus ini, metodologi penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Melalui penelitian ini dapat diketahui dampak perkembangan CPI terhadap pencemaran air di sepanjang pantai Losari dari beberapa bacaan. Pola pembuangan limbah yang tidak terkendali atau kurangnya kepedulian pemerintah terhadap pencemaran air menjadi isu kontroversial. Kesalahan ini mungkin terjadi karena dampak dari reklamasi.</p> <p> </p> <p><strong> </strong></p> 2023-11-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/31710 PENERAPAN PANAS LAUT SEBAGAI ENERGI TERBARUKAN PADA LOKASI SELAT MAKASSAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE OCEAN THERMAL ENERGY CONVERSION (OTEC) 2023-11-21T10:50:33+00:00 Fatimah Mahani Putri fatimahmahanip@gmail.com Nur fadliah liaafadliahh@gmail.com <p>Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki banyak teluk dan selat. Indonesia banyak memiliki potensi terhadap lautnya yang begitu besar. Selat Makassar menunjukkan potensi yang kuat karena memiliki suhu yang konstan dan tinggi terutama pada lapisan permukaan airnya. Terdepat beberapa macam sumber daya energi yang berasal dari air laut, antara lain energi pasang surut, energi dari gelombang laut, dan energi pasang laut. Ocean Thermal Energy Conversion merupakan salah satu energi terbarukan yang dikembangkan oleh Indonesia yang merupakan metode konversi energi panas matahari dengan pemanfaatan siklus suhu permukaan laut dengan suhu dikedalaman. Salah satu teknologi yang dihasilkan dari OTEC adalah pembangkit listrik tenaga panas laut. Kinerja OTEC tidak akan mamppu menahan badai laut melalmpaui masanya. Potensi OTEC di wilayah laut Indonesia dapar mencapai 2,5 x 1023 joule. Efisiensi konversi energi panas laut sebesar 3% yang menghasilkan 240.000 MW listrik.</p> <p>OTEC dapat dgunakan sebagai energi alternatif dalam jangka waktu panjang ketika bahan bakar fosil, gas alam, dan energi lainnya mengalami kekurangan. Energi yang ramah lingkungan dan ketersediaan yang tidak terbatas. Biaya menjadi factor yang perlu dipertimbangkan ketika akan menerapkan OTEC, dimana ada model Pembangunan, biaya pemeliharaan, dan biaya akomodasi yang besar. Selain itu, OTEC memiliki efisiensi mesin yang relative rendah jika dibandingkan dengan pembangkit listrik lainnya. Potensi yang dimiliki oleh perairan Selat Makassar didapat di titik lokasi pada koordinat 01°01'51"N - 120°13'21"E dengan <em>platform floating plants</em> dengan jarak dari Pantai sepanjang 18,63 km dengan daya bersih 13,40 MW.</p> <p> </p> 2023-11-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/31731 OPTIMALISASI PRODUKSI PERIKANAN BERKUALITAS BERBASIS DIGITAL YANG AMAN, DAN RAMAH LINGKUNGAN SEBAGAI PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT PESISIR 2023-11-21T09:39:26+00:00 Rifdah Dwinafiah rifdahdwi33@gmail.com Siti Auliya Zahra Hasan aulyazhraaa@gmail.com <p>Memenuhi permintaan masyarakat akan makanan berkualitas tinggi sangat dipengaruhi oleh produksi perikanan yang baik. Produksi perikanan yang berkualitas dipengaruhi oleh ketersediaan pakan ikan. Dalam konteks ini, sektor perikanan budidaya telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dan memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan akan produk perikanan berkualitas tinggi di seluruh dunia. Namun demikian, diperlukan investasi dalam pengembangan bahan baku lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor untuk mengatasi masalah ketersediaan bahan baku pakan ikan, terutama tepung ikan. Dalam upaya ini, sertifikasi tepung ikan akan memastikan kualitas bahan baku pakan ikan, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas produksi perikanan secara keseluruhan. Selain itu, penggunaan teknologi digital dalam sektor perikanan telah memainkan peran penting dalam meningkatkan produksi, memastikan keberlanjutan lingkungan, dan mendukung ekonomi masyarakat pesisir. Namun, pemerintah, petani perikanan, dan pihak terkait lainnya harus bekerja sama untuk mencapai hasil terbaik. Pemanfaatan teknologi ini juga didorong oleh pembangunan infrastruktur digital, pendidikan, dan pelatihan. Perikanan memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan, menjaga keberlanjutan lingkungan, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat pesisir dan orang-orang di seluruh dunia dengan memadukan produksi perikanan berkualitas tinggi, pengembangan bahan baku lokal, dan penerapan teknologi digital yang bertanggung jawab. Kesimpulannya, perikanan berkualitas tinggi yang aman dan ramah lingkungan berbasis digital adalah langkah penting untuk mencapai tujuan ini.</p> 2023-11-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/31670 ULASAN PENERAPAN TEKNOLOGI PENANGGULANGAN BENCANA LAUT DI INDONESIA 2023-11-21T15:52:00+00:00 Sriwanti Sriwanti sriwantiputri0@gmail.com Muhammad Fakhri Ardyansyah muhammadfakhri@gmail.com <p>Indonesia ialah negara yang rentan terhadap berbagai jenis bencana laut, seperti tsunami, gempa bumi, dan letusan gunung berapi. Untuk memitigasi dampak bencana tersebut, pengembangan dan penerapan teknologi dalam penanggulangan bencana menjadi hal yang sangat penting. Tinjauan ini berfokus pada teknologi yang digunakan dalam mitigasi bencana laut di Indonesia. Salah satu teknologi kunci yang digunakan dalam penanggulangan bencana adalah Early Warning System (EWS). EWS adalah sistem yang mendeteksi dan memberi tahu pihak berwenang dan masyarakat tentang bencana yang akan terjadi, sehingga memungkinkan mereka mengambil tindakan segera untuk meminimalkan dampaknya. Di Indonesia, EWS telah diterapkan untuk memberikan peringatan dini terhadap tsunami, sehingga memungkinkan masyarakat untuk mengungsi ke daerah yang lebih aman. Teknologi ini mengandalkan jaringan sensor yang dipasang di lokasi strategis, yang memantau aktivitas seismik dan mengirimkan data real-time ke pusat komando pusat untuk dianalisis dan disebarluaskan peringatan. Teknologi lain yang telah dimanfaatkan dalam penanggulangan bencana adalah penginderaan jauh. Penginderaan jarak jauh menggunakan satelit dan sensor udara lainnya untuk mengumpulkan data tentang permukaan bumi, termasuk kondisi lautan dan pola cuaca. Data ini kemudian dianalisis untuk memberikan informasi potensi bencana dan dampaknya. Di Indonesia, penginderaan jauh digunakan untuk memantau kondisi lautan, seperti suhu permukaan laut dan tinggi gelombang, untuk memberikan peringatan dini terhadap potensi tsunami, badai, atau bencana terkait laut lainnya.</p> 2023-11-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/31715 DESAIN KONSEPTUAL DARI KOMBINASI FLOATING BREAKWATER DAN ATTENUATOR 2023-11-21T10:08:10+00:00 Raina Shelomita Dengen rashelomita@gmail.com Muh. Aiman Fatwa Azkhar aimanfatwa7@gmail.com Fuad Mahfud Assidiq fuadmahfud@gmail.com <p>Gelombang laut adalah sumber daya yang lebih dapat diprediksi dengan kepadatan energi yang lebih tinggi dibandingkan dengan matahari dan angin. Energi gelombang juga merupakan jenis energi terbarukan dan merupakan bentuk sumber daya global terbesar yang diperkirakan dari energi laut. Salah satu energi terbarukan yaitu Teknik pengurangan, yang merupakan alat mengambang yang bergerak secara efektif mengikuti arah gelombang. Teknologi ini akan dikombinasikan dengan <em>Floating Breakwater</em>.&nbsp; <em>Floating Breakwater</em> merupakan tingkatan lanjutan dari Breakwater yang dibangun dengan mengambang atau mengapung dengan menggunakan tali tambat atau mooring sebagai penahan agar bangunan tidak terbawa arus. Dengan berbagai kesamaan yang ada pada keduanya yaitu sama sama terapung, dengan begitu <em>Floating Breakwater</em> ini dapat membangkitkan energi listrik dengan menggunakan energi gelombang laut, maka dari itu <em>Floating Breakwater</em> attenual ini dinilai efektif karena disisi lain bisa sebagai bangunan pelindung Pantai dengan meredam energi gelombang dan mengkonversi energi gelombang itu menjadi energi listrik melaluai generator yang ada pada dasar dan ujung bawah mooring atau tali tambat. Dengan tipe teknologi ini akan memudahkan penyesuaian dengan karakteristik laut yang akan dimanfaatkan.</p> 2023-11-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/31693 ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJAAN BONGKAR MUAT KONTAINER DENGAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS 2023-11-21T12:43:22+00:00 Muhammad Akbar akbarmuh1610@gmail.com Indah Pratiwi indah@gmail.com Chairul Paotonan chairul@gmail.com <p>Suatu aktivitas di pelabuhan <em>container</em> bukannya tanpa risiko, biasanya mengoperasikan alat pendukung pengangkatan serta pengangkutan berupa <em>rubber tyre gantry crane</em> (RTG) atau loading <em>container</em> crane (CC). pada bongkar muat menjadi salah satu penyebab besar terjadi kecelakaan kerja. Salah satu cara untuk mengendalikan potensi risiko dan bahaya adalah pertama dengan menganalisa kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja menggunakan Job Safety Analysis (JSA) untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja pada saat proses bongkar muat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi bahaya dan risiko yang timbul pada setiap kegiatan penanganan <em>container</em>, dengan menggunakan analisis JSA dan mengidentifikasi tindakan atau prosedur untuk mengendalikan potensi bahaya dan risiko yang akan timbul pada setiap tahapan pekerjaan. Keunggulan dari penelitian ini adalah dapat digunakan sebagai dasar dan informasi berupa bahaya dan risiko kecelakaan kerja serta untuk melakukan analisis keselamatan kerja seperti penilaian risiko kecelakaan kerja di lapangan ini. proses bongkar muat <em>container</em> menjadi acuan dalam pengendalian risiko kecelakaan di tempat kerja khususnya pada saat penanganan atau kegiatan <em>haulage.</em> Proses analisa dilakukan setelah, Proses identifikasi potensi bahaya dilakukan. Penilaian risiko merupakan proses penentuan prioritas pengendalian tingkat risiko kecelakaan atau penyakit akibat kerja, sehingga dapat mengurangi peningkatan risiko kecelakaan pada proses bongkar muat</p> <p> </p> 2023-11-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/31712 PENERAPAN TEKNOLOGI ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) GUNA MENDUKUNG OPERASIONAL PELABUHAN 2023-11-21T11:06:40+00:00 Reskyah Fitriani reskyahfitrianiiii@gmail.com Nisrina Imtiyaz nisrina@gmail.com Fuad Mahfud Assidiq assidiq@gmail.com <p><em>Artificial Intelligence</em> (AI) atau Kecerdasan Buatan merupakan teknologi yang dirancang untuk membuat sistem komputer yang mampu meniru kemampuan intelektual manusia. Seiring berkembangnya waktu, potensi permintaan yang meningkat untuk transportasi laut. Pengelolan peningkatan kargo dan kontainer dengan cara yang efisien dan ramah lingkungan saat ini merupakan tantangan besar bagi operator pelabuhan dan industri logistik. Selain itu, operator pelabuhan tidak hanya menghadapi peningkatan <em>traffic</em> kapal yang semakin besar. Di sisi lain, data arus distribusi logistik merupakan hal mutlak yang harus dikelola dengan baik oleh para pemangku dunia maritim. Satu-satunya solusi dari semua permasalahan dan tantangan tersebut adalah dengan memaksimalkan peran teknologi dan sistem informasi berbasis kecerdasan buatan di lingkungan maritim atau yang sering kita sebut dengan <em>Artificial Intelligence</em> (AI). Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengeksplorasi peran <em>Artificial Intelligence</em> (AI) guna mendukung opersional Pelabuhan di Indonesia.</p> 2023-11-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/32541 EVALUASI ASPEK TEKNIS PERSETUJUAN KESESUAIAN KEGIATAN PEMANFAATAN RUANG LAUT (PKKPRL) SESUAI UNDANG-UNDANG NO. 6 TAHUN 2023 2023-12-30T06:03:50+00:00 Dzaky Fauzan fauzandzaky@gmail.com Taufiqur Rachman taufiqur@gmail.com Muhammad Fadly muhammadfadly@gmail.com <p>Kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang laut (KKPRL) adalah kesesuaian antara rencana kegiatan pemanfaatan ruang laut dengan rencana tata ruang dan/atau rencana zonasi. KKPRL diwajibkan bagi setiap orang atau badan usaha yang melakukan kegiatan pemanfaatan ruang laut di perairan pesisir, wilayah perairan, dan/atau wilayah yurisdiksi secara menetap di sebagian ruang laut. Semua bentuk pemanfaatan ruang laut memerlukan izin dari Ditjen Pengelolaan Ruang Laut. Dalam pelaksanan pengajuan PKKPRL, dokumen yang diajukan oleh pihak pelaku usaha tidak sesuai dengan harapan tim penilai dokumen sehingga siklus persetujuan dokumen membutuhkan waktu lama akibat adanya koreksi yang berulang. Makalah ini bertujuan untuk mensosialisasikan penyusunan dokumen pengajuan PKKPRL sesuai aspek teknis ketentuan UU No. 6 tahun 2023, sehingga akan mereduksi waktu pengajuan dokumen PKKPRL. Dalam pertimbangan kelayakan aspek teknis dokumen yang diajukan, tim penilai membuat data pembanding sebagai parameter penilaian dokumen pemanfaatan ruang laut dengan memberikan masukan/saran terkait peninjauan aspek teknis, sehingga dibutuhkan perbaikan dokumen sesuai persayaratan KKPRL. Hasil akhir pemeriksaan dokumen pengajuan, tim penilai memberikan rekomendasi surat penolakan ataupun penerbitan persetujuan KKPRL.</p> 2023-11-20T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/31685 STRATEGI PENINGKATAN SDM PESISIR DALAM PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN SUMBER DAYA ALAM 2023-11-21T13:51:16+00:00 Muh Jibra Aqilla jibra228@gmail.com Eka Agra Purwaningsi ekaagrapurwaningsi7@gmail.com <p>Wilayah pesisir dan laut serta sumber daya yang dikandungnya merupakan tumpuan dan harapan masa depan bangsa Indonesia, karena wilayah pesisir dan laut menempati wilayah yang cukup luas, sekitar 63% wilayah Indonesia. Wilayah pesisir dan laut masih mempunyai potensi pengembangan yang besar karena kaya akan sumber daya alam. Pemberdayaan dan pengembangan sumber daya masyarakat pesisir merupakan upaya untuk menghasilkan manusia berkualitas yang memiliki keterampilan, kemampuan kerja dan loyalitas, oleh karena itu keterlibatan pemerintah bahkan pemangku kepentingan yang terlibat dalam peningkatan kapasitas masyarakat pesisir diharapkan dapat meningkatkan standar atas hidup masyarakat itu sendiri dan bahkan Indonesia secara keseluruhan.</p> <p> </p> <p> </p> 2023-11-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/31621 STRATEGI PENINGKATAN CAPACITY BUILDING NELAYAN PENGOLAH HASIL TANGKAP SESUAI DENGAN SDGS KE 14 DI WILAYAH PESISIR KOTA BATAM 2023-11-21T13:37:58+00:00 Chusnul Febriandini mufachusya123@gmail.com Glenndy Lambang Prasetyadi Dupuy glendy@gmail.com Achmad Yasir Baeda baeda@gmail.com <p>Negara Indonesia merupakan negara maritim. Karena kemaritimannya, banyak warga Indonesia yang bermatapencaharian sebagai nelayan. Seperti halnya Kota Batam yang memiliki wilayah pesisir dan laut sebesar 2..950 km<sup>2</sup> atau luas wilayah keseluruhannya mencapai 73,93 km<sup>2</sup> (Batam dalam angka 2010). Luasnya lautan Kota Batam menjadikan penduduk Batam menggantungkan dirinya di laut dan bekerja sebagai nelayan. Nelayan yang bermukim di pesisir Pantai bekerja siang hingga malam untuk melaut agar menghasilkan tangkapan ikan untuk dijual kembali. Ekonomi Masyarakat pesisir di Kota Batam masih tergolong rendah jika hanya bergantung pada hasil tangkap ikan. Hal itu membuat pemerintah berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat dengan SDGs (<em>Suistanable Development).</em> Salah satunya adalah dengan mewajibkan sekolah hingga menengah atas. Selain itu, memberikan solusi teknologi untuk nelayan guna membangun taraf hidup masyarakat di pesisir dan lautan.</p> <p> </p> 2023-11-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/31683 INOVASI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SUMBER DAYA DI DAERAH PESISIR 2023-11-21T14:58:17+00:00 Junita Kaida' junitakaida@gmail.com Eternal Tangke Toban eternaltangke@gmail.com <p>Pendidikan dan pelatihan memegang peran yang sangat penting dalam mengembangkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah pesisir. Di tengah kompleksitas tantangan sosial dan ekonomi yang dihadapi oleh komunitas pesisir, pendidikan dan pelatihan memiliki peran kunci dalam membuka peluang dan mengatasi hambatan. Artikel ini mengupas isu ini secara mendalam dan menggali strategi inovatif yang mendalam dan komprehensif untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pelatihan di wilayah pesisir. Daerah pesisir, dengan kekayaan alamnya yang melimpah, sering dianggap sebagai sumber daya ekonomi yang potensial. Namun, di balik keindahan alam dan kelimpahan sumber daya, terdapat tantangan ekonomi dan sosial yang kompleks. Daerah pesisir sering kali menghadapi tekanan dari berbagai arah, mulai dari perubahan iklim hingga ketidakstabilan ekonomi.</p> <p> </p> 2023-11-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/31736 MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI, KECAMATAN GALESONG UTARA KABUPATEN TAKALAR SULAWESI SELATAN 2023-11-21T06:08:37+00:00 Andi Imelda Malik andiimelda16@gmail.com Kirey Aulia Puteri kreeeeeeys02@gmail.com Busthan Azikin busthan221@gmail.com <p>Kecamatan Galesong Utara, sebuah wilayah yang terletak di Kabupaten Takalar, merupakan wilayah di daerah pantai dengan sumber daya alam melimpah dan memiliki potensi ekonomi signifikan. Wilayah pesisir adalah daerah dimana laut dan darat bertemu. Meskipun demikian, masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir kecamatan Galesong Utara ini masih menghadapi tantangan ekonomi yang perlu diatasi. Oleh karena itu, penting untuk memberdayakan masyarakat pesisir di Kecamatan Galesong Utara agar mereka dapat meningkatkan perekonomian mereka dan mencapai pembangunan yang berkelanjutan. Pemberdayaan adalah upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian individu atau masyarakat dalam memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Sasaran dari paper ini adalah mengusulkan sebuah model pemberdayaan masyarakat pesisir yang dapat diimplementasikan di Kecamatan Galesong Utara. Penelitian dilakukan dengan menggabungkan tinjauan literatur tentang model-model pemberdayaan yang telah berhasil diterapkan di wilayah pesisir lain dan menganalisis situasi lokal di Kecamatan Galesong Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pemberdayaan yang sesuai untuk Kecamatan Galesong Utara harus mempertimbangkan karakteristik lokal dan potensi ekonomi yang ada.</p> 2023-11-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/31735 IMPLEMENTASI BLUE ECONOMY DI INDONESIA DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI BIG DATA 2023-11-21T09:01:29+00:00 Ardhina Dian Islamiati Adnan diankaneki0929@gmail.com Sitti Hasana sittihasanah197@gmail.com Fuad Mahfud Assidiq fuadmahfud@gmail.com <p>Ekonomi biru akhir-akhir ini menjadi isu penting karena lautan yang sehat menyediakan lapangan kerja dan <br />pangan, mendukung pertumbuhan ekonomi, mengatur iklim dan mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir. <br />Konsep ekonomi biru mengenai sumber daya kelautan dan pesisir dipandang sebagai aset vital yang dapat <br />memberikan manfaat ekonomi jangka panjang jika dikelola secara bijak. Dalam konteks pembangunan <br />berkelanjutan, konsep ekonomi biru menawarkan solusi berkelanjutan dan komprehensif dalam pengelolaan <br />sumber daya kelautan dan pesisir. Namun penerapan konsep ini memerlukan komitmen yang kuat dari seluruh <br />pemangku kepentingan, serta dukungan penuh kebijakan dan peraturan untuk memastikan keberhasilan. Salah <br />satu elemen kunci yang muncul sebagai solusi untuk mewujudkan konsep ekonomi hijau adalah teknologi Big <br />Data. Teknologi Big Data memungkinkan pengumpulan, penyimpanan, analisis, dan penggunaan pengumpulan <br />data yang sangat besar dengan kecepatan yang luar biasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif <br />dengan metode riset studi pustaka yang digunakan untuk mengumpulkan data yang relevan dan signifikan dengan <br />cara merinci informasi dari berbagai sumber literatur. Data yang diperoleh dari metode riset studi pustaka ini <br />mencakup buku, laporan, dokumen, dan hasil penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal yang telah melalui <br />proses peer review. Sumber data ini mencakup laporan dan dokumen yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah <br />dan organisasi nasional serta internasional. Dalam konteks kelautan dan perikanan, penggunaan teknologi Big <br />Data membuka peluang besar dalam berbagai aspek penerapan konsep ekonomi biru. Pengumpulan dan analisis <br />big data memungkinkan penggunaan data yang lebih canggih. pemantauan lingkungan laut, perubahan iklim, <br />pergerakan ikan dan aktivitas kelautan lainnya. Pendekatan ini menitikberatkan pada pemanfaatan sumber daya <br />secara berkelanjutan, dengan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial yang relevan. </p> 2023-11-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/31728 DAMPAK PENGEMBANGAN WISATA PANTAI TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PESISIR 2023-11-21T09:56:29+00:00 Ahmad Raihan ahmadraihan0155@gmail.com Fendy Oktavianus fendyoktavianus26@gmail.com <p>Masyarakat pesisir merupakan warga yang tinggal dan melakukan kegiatan sosial ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya daerah pesisir dan lautan. dengan demikian secara sempit masyarakat pesisir memiliki ketergantungan yg relatif tinggi terhadap potensi dan syarat asal daya pesisir dan samudera . kondisi mereka sangat berkaitan menggunakan bagaimana keadaan asal daya yang ada disekitarnya. Masyarakat di kawasan pesisir Indonesia mayoritas menggeluti profesi sebagai nelayan yang telah diwariskan dari generasi sebelumnya. masyarakat pesisir memiliki aktivitas sosial ekonomi yang beragam, mulai dari bertani, berdagang, serta nelayan. namun rakyat pesisir cenderung melakukan kegiatan bekerja sebagai nelayan. kegiatan ini berakibat asal daya perairan di laut sebagai sasaran utama masyarakat buat memenuhi kebutuhan hidup, baik pemenuhan kebutuhan konsumsi famili maupun buat komersil. aktivitas ekonomi warga pesisir cenderung bekerja sebagai nelayan. Selain dihadapkan langsung menggunakan sumber dayanya yang berada pada bahari, nelayan sudah sebagai turun temurun di kalangan masyarakat pesisir. Tujuan penulisan kali ini buat mengetahui bagaimana kegiatan warga pesisir di aspek sosial ekonomi rakyat. pengembangan wisata pantai juga dapat mempengaruhi perubahan sosial dalam masyarakat pesisir. Wisata pantai dapat memperluas wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang budaya, lingkungan, dan keberlanjutan. dampak pengembangan wisata pantai terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat pesisir dapat bervariasi tergantung pada berbagai faktor, seperti pengelolaan yang baik, partisipasi masyarakat, dan keberlanjutan pengembangan wisata.</p> <p> </p> <p><em> </em></p> 2023-11-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/31694 KAJIAN ANALISIS TRANSPOR SEDIMEN DI LOLASI RENCANA PELABUHAN KAWASAN INDUSTRI BANTAENG 2023-11-21T12:21:21+00:00 Chofifah Datu Bulawan fifahbulawan@gmail.com Chairul Paotonan chairul@gmail.com Hasdinar Umar hasdinarumar@gmail.com <p class="custom-cursor-default-hover">Kawasan Industri Bantaeng (KIBA) terletak di Kabupaten Bantaeng dimulai dengan pembentukan Perda Bantaeng Nomor 2 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bantaeng Tahun 2012-2032. Kecamatan Pa’jukukang didaulat sebagai kawasan industri besar dengan luas wilayah mencapai 3128 hektar. KIBA juga ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Permenko 9 Tahun 2022 tentang Perubahan Permenko 7/2021 Tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional. Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Bantaeng selama rentang 2010 hingga 2017 tercatat 13 perusahaan dengan berbagai bidang usaha. Adanya perubahan garis pantai di sepanjang pantai Bantaeng disebabkan oleh transpor sedimen yang terjadi akibat angin dan gelombang datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sedimen dan berapa besar jumlah transpor sedimen sejajar pantai yang terjadi pertahun. Adapun hasil analisa transpor sedimen yang didapatkan yaitu untuk&nbsp; gelombang representatif 1% sebesar 2134.84 m3/tahun, gelombang representatif 10% sebesar 993.91 m3/tahun, gelombang representatif 50% sebesar 461.45 m3/tahun, dan gelombang representatif 100% sebesar 147.89 m3/tahun. Dimana semua transpor sedimen mengarah ke arah Barat. Makin besar persentasi gelombang representatifnya maka makin kecil debit total sedimen transpor (Q) yang dihasilkan.</p> 2023-11-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/31757 ANALISIS DATASET TINGGI GELOMBANG MAKSIMUM UNTUK PERIJINAN PEMANFAATAN RUANG LAUT BERESIKO RENDAH DI PERAIRAN PULAU SULAWESI 2023-11-21T01:48:43+00:00 Muhammad Fadly dedet.tekla.uh2@gmail.com Andi Muhammad Ishak Yusma AndiMuhammadIshak@gmail.com <p>Dengan berlakunya regulasi UU No. 3 Tahun 2023 tentang Penetapan Perpu 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja/OMNIBUSLAW beserta turunannya yang berdampak terhadap pengurusan perijinan pemanfaatan ruang laut, dataset tinggi gelombang yang menjadi data yang harus dilampirkan dalam proposal pengajuan Persetujuan Konfirmasi Kesesuaian Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) menjadi sangat penting. Akan tetapi data yang ada sebagian besar memerlukan analisis lebih lanjut dan akan menyulitkan bagi pelaku usaha pemanfaatan ruang laut skala kecil dengan kegiatan yang memiliki tingkat resiko relatif rendah terhadap lingkungan laut dan pesisir. Untuk itu diperlukan dataset data tinggi gelombang yang telah dianalisis dari data yang tersedia sehingga akan mudah digunakan oleh pelaku usaha pemanfaatan ruang laut skala kecil dalam pengajuan proposal PKKPRL. Penelitian ini menyajikan analisis tinggi gelombang maksimum dalam periode tahun 1999-2023 di perairan Sulawesi yang diperoleh dari data tinggi gelombang signifikan bulanan dari satelit altimetri yang telah direanalisis oleh ECMWF (European Centre for Medium-Range Weather Forecasts) dan disajikan dalam bentuk peta digital. Dengan adanya dataset ini diharapkan dapat memudahkan pelaku usaha kecil untuk memanfaatkannya dalam proses pengajuan perijinan pemanfaatan ruang laut.</p> 2023-11-22T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/31677 PENGEMBANGAN MASYARAKAT MARITIM DI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) DI PULAU TOMIA 2023-11-21T15:27:21+00:00 Nurul Hidayah Asraruddin nurul13hdyh@gmail.com Lista Patiung lista@gmail.com <p>Wakatobi merupakan salah satu kabupaten yang terletak di sebelah tenggara pulau Sulawesi. Wakatobi memiliki empat pulau besar antara lain Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Pulau-pulau tersebut dipisahkan oleh lautan. Sebab, negara ini mempunyai potensi sumber daya kelautan yang cukup besar. Salah satunya terkait sumber daya perairan. Untuk itu perlu adanya lokasi tersendiri untuk meningkatkan pengembangan stok ikan di lokasi tersebut, misalnya dengan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Tempat Pelelangan Ikan (TPI) adalah tempat jual beli ikan dan hasil laut, baik dalam bentuk pelelangan maupun tidak, yang berlokasi di pelabuhan atau Dermaga Perikanan (PPI). Salah satunya terletak di Pulau Tomia. TPI yang diresmikan pada tahun 2018, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) [1], Namun dalam perkembangannya menemui sejumlah kendala internal dan eksternal yang masih dapat diatasi melalui peningkatan pengembangan sumber daya TPI. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi pengembangan masyarakat maritim di Tempat Penjualan Ikan (TPI). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif.</p> <p> </p> 2023-11-23T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 SENSISTEK:Riset Sains dan Teknologi Kelautan https://journal.unhas.ac.id/index.php/SENSISTEK/article/view/31600 ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PEKERJAAN INSTALASI BANGUNAN LEPAS PANTAI DENGAN MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS 2023-11-08T02:17:54+00:00 Aqila Maghfira aqilamaghfira1@gmail.com Andhika Hayyu Pratama pratama@gmail.com Chairul Paotonan chairulp@gmail.com <p>Dalam industri perminyakan dan gas alam, bangunan lepas pantai (offshore) memegang peran krusial dalam proses produksi sumber daya bawah laut. Namun, lingkungan kerja di bangunan tersebut memiliki berbagai risiko yang bisa mengancam keselamatan para pekerja. Oleh karena itu, Job Safety Analysis (JSA) menjadi instrumen penting untuk menilai dan mengelola risiko keselamatan kerja pada instalasi bangunan lepas pantai. JSA adalah prosedur sistematis yang digunakan untuk menganalisis langkah-langkah pekerjaan, mengidentifikasi potensi bahaya, dan menentukan tindakan pencegahan yang sesuai. Pada konteks instalasi bangunan lepas pantai, JSA menangani isu-isu khusus seperti risiko kebakaran, ledakan, keracunan gas, tenggelam, serta risiko lain yang mungkin terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem atau kesalahan operasional. Dalam paper ini, kita meninjau metodologi JSA melalui vidio animasi tahap tahap proses instalasi bangunan lepas pantai dan bagaimana ia diterapkan pada instalasi bangunan lepas pantai. Dengan menerapkan JSA yang efektif, industri bangunan lepas pantai dapat meningkatkan keselamatan kerja, mengurangi insiden, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi para pekerjanya. Kesimpulannya, JSA adalah alat yang penting dan harus diterapkan dengan ketat untuk menjamin operasi yang aman di instalasi bangunan lepas pantai.</p> <p> </p> 2023-12-20T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2023 Riset Sains dan Teknologi Kelautan