Jurnal Agrivigor https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor <p><strong>JURNAL AGRIVIGOR</strong> <strong>(JA)</strong> merupakan jurnal blind peer-review yang didedikasikan untuk menghasilkan karya yang berkualitas. jurnal ini mencakup penelitian agrokompleks secara luas . Semua publikasi di Jurnal Agrivigor bersifat <em>open access , </em>sehingga setiap orang dapat mengunjungi dan membaca seluruh karaya publikasi di jurnal ini. </p> en-US <p>Penulis diwajibkan untuk menandatangani "Surat Perjanjian Hak Cipta" atau Copyright Agreement untuk penyerahan ijin kepada pihak jurnal untuk menerbitkan tulisannya.</p> ifayanti@unhas.ac.id (Ifayanti) radesya09@gmail.com (Rahmansyah Darmawan) Tue, 04 Jan 2022 09:42:49 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI YANG DIAPLIKASI PUPUK ORGANIK DAN PUPUK HAYATI https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/14186 <p>Penelitian ini mengenai pertumbuhan dan produksi padi yang diaplikasi pupuk organik dan pupuk hayati. Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) pengaruh jenis pupuk organik, dosis pupuk organik, dan dosis pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi, (2) pengaruh interaksi antara dosis pupuk organik dengan dosis pupuk hayati yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi,&nbsp; dan (3) pengaruh interaksi antara jenis pupuk organik dengan dosis pupuk organik dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi.</p> <p>Penelitian ini dilaksanakan mulai Januari sampai dengan Juni 2010, bertempat di Instalasi Kebun Benih Jampue, Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial tiga faktor antara jenis pupuk organik, dosis pupuk organik dan dosis pupuk hayati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kompos kedelai dengan dosis 3 ton ha<sup>-1</sup> memberikan hasil rata-rata terbaik pada jumlah gabah berisi (167,07 butir), indeks panen (0,67), jumlah gabah hampa terendah (41,64 butir). Pupuk hayati dosis 5 L ha<sup>-1</sup> dengan aplikasi kompos kedelai 3 ton ha<sup>-1 </sup>memberikan hasil yang baik pada rata-rata jumlah gabah berisi (165,81 butir), jumlah gabah hampa terendah (41,64 butir), dan indeks panen tertinggi (0,68). Kompos kedelai dengan dosis pupuk hayati 5 L ha<sup>-1</sup> memberikan hasil rata-rata terbaik pada jumlah anakan produktif (18,27 batang).</p> Basri Baba, Nadira R. Sennang, Elkawakib Syam’un Copyright (c) 2022 Jurnal Agrivigor https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/14186 Tue, 04 Jan 2022 00:00:00 +0000 PERTUMBUHAN BIJI BOTANI BAWANG MERAH (TRUE SHALLOT SEED) YANG DIAPLIKASI VERMIKOMPOS DAN PUPUK HAYATI https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/19476 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari dosis vermikompos dan tiga jenis pupuk hayati yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan biji botani bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Desember 2020, berlokasi di <em>Teaching</em> <em>Farm</em>, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, dengan titik koordinat lokasi penelitian 5° 7’40.07” LS 119°28’48.94”BT, dengan ketinggian 9 m dpl. Penelitian dilaksanakan dengan bentuk rancangan petak terpisah (RPT) dan rancangan acak kelompok (RAK) sebagai rancangan lingkungannya. Percobaan terdiri atas 2 faktor, petak utama yaitu dosis vermikompos yang terdiri dari empat taraf, yaitu&nbsp; 0 t/ha; 5 t/ha; 10 t/ha dan 15 t/ha. Sedangkan anak petak yaitu jenis pupuk hayati terdiri dari tiga jenis, yaitu tanpa pupuk hayati; pupuk hayati PGPR; pupuk hayati Eco Farming dan pupuk hayati Bioto Grow. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara vermikompos dan pupuk hayati yang menghasilkan pertumbuhan terbaik pada biji botani bawang merah. Aplikasi vermikompos 15 t/ha memberikan hasil yang terbaik pada parameter tinggi tanaman 20 hari setelah tanam (HST) (19,27 cm), jumlah daun 50 HST (6,56 helai), jumlah umbi (1,46), bobot brangkasan segar (6,10 g), bobot brangkasan kering (0,92 g), bobot umbi segar (24,01 g), bobot umbi kering (18,91 g), dan diameter umbi segar (27,19 mm). Aplikasi pupuk hayati Bioto Grow memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman 20 – 60 HST (18,71 cm; 21,94 cm; 32,78 cm; 34,56 cm; 36,91 cm), jumlah daun 20 – 60 HST (3,38 helai; 4,35 helai; 4,98 helai; 6,33 helai; 7,19 helai), bobot brangkasan segar (6,01 g), bobot brangkasan kering (0,91 g), bobot umbi segar (23,37 g), bobot umbi kering (18,49 g), diameter umbi segar (27,58 mm), dan diameter umbi kering (27,05 mm).</p> Muhammad Faried, Elkawakib Syam’un, Katriani Mantja Copyright (c) 2022 Jurnal Agrivigor https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/19476 Tue, 04 Jan 2022 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS LIMBAH PUNTUNG ROKOK SEBAGAI BIOPESTISIDA PEMBASMI KUTU PUTIH (Paracoccus marginatus) DENGAN TEKNIK NOZZLE PADA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/18035 <p>Meningkatnya serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) selalu diikuti <br>oleh besarnya biaya pengendalian sehingga dapat mengurangi pendapatan petani. <br>Biopestisida memiliki interval prapanen yang sangat singkat sehingga aman <br>digunakan. Puntung rokok salah satu yang paling banyak ditemukan di mana-mana <br>dalam bentuk sampah di seluruh dunia. Nikotin yang ada di puntung rokok diyakini <br>dapat menjadi racun syaraf yang potensial dan digunakan sebagai bahan baku <br>berbagai jenis insektisida. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah menentukan <br>konsentrasi dan pengaplikasian yang efektif sebagai pembasmi kutu putih. Manfaat <br>dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan biopestisida puntung rokok yang efektif <br>sebagai pembasmi kutu putih. Metode penelitian ini termasuk jenis rancangan <br>penelitian eksperimen. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Analisis Varian <br>(ANOVA) dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) tiga pengulangan dan dua<br>faktorial yang berbeda. Hasil penelitian pada perlakuan konsentasi 10 ml/L, 20 ml/L <br>dan 30 ml/L mampu menurunkan intensitas serangan dari sebelumnya berkisar antara <br>40-50% menjadi 3-18%. Laju penurunan intensitas serangan kutu putih menjadi <br>semakin menurun seiring dengan bertambahnya konsentrasi yang diaplikasikan dari <br>pengamatan ke I-IV. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa setiap pengamatan cara <br>aplikasi teknik nozzlesprayer berpengaruh pada perlakuan 30ml/L (P3) pengamatan <br>ke II dan III. Tingginya intensitas serangan dipengaruhi karena hama kutu putih <br>berkembang biak sangat cepat. Kandungan nikotin dapat mempengaruhi sistem syaraf <br>pusat pada insekta, baik kadar rendah ataupun tinggi</p> Nurul Akhmad Copyright (c) 2022 Jurnal Agrivigor https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/18035 Tue, 04 Jan 2022 00:00:00 +0000 REVIEW: INDUKSI KERAGAMAN BERBASIS BIOTEKNOLOGI PADA TANAMAN ANGGREK (Orchids Sp.) https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/19478 <p>Anggrek (<em>Orchids</em> Sp.)merupakan tanaman hias yang banyak dikenal oleh masyarakat karena keindahannya. Namun saat ini kendala yang banyak dihadapi oleh masyarakat pada umumnya dan khususnya para pelaku usaha budidaya anggrek adalah keterbatasan dalam pengetahuan perbanyakan anggrek. Melangkah pada pokok permasalahan tersebut, maka dalam review ini akan dijelaskan metode dalam perbanyakan anggrek melalui bioteknologi untuk memperbanyak keragaman. Ada tiga metode yang akan dijelaskan yaitu metode berbasis mutasi (Polyploidi/kolkisin dan Iridiasi gamma), transgenetik (mikroRNA dan agrobacterium) dan molekuler (CRISPR/Cas9). Dalam ulasan ini, kami mengkonsolidasikan kemajuan terbaru dalam penelitian tentang transisi bunga dan perkembangan bunga anggrek yang menekankan pada metode induksi keragaman, dan juga memperkenalkan beberapa kasus manipulasi yang berhasil dari pembungaan atau perkembangan bunga melalui penerapan pemuliaan bioteknologi.</p> Sudirman Sudirman, Nirwansyah Amier, M. Alfan Ikhlasul Amal Copyright (c) 2022 Jurnal Agrivigor https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/19478 Tue, 04 Jan 2022 00:00:00 +0000 PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BIJI BOTANI BAWANG MERAH (True Shallot Seed) YANG DIAPLIKASI AUKSIN DAN PUPUK ORGANIK CAIR https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/19475 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh auksin dan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah dari biji botani. Penelitian ini dilaksanakan di Teaching Farm, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar. Lokasi penelitian terletak dengan koordinat 5° 7’40.07”s 119°28’48.94”E di ketinggian 9 m dpl. Penelitian dilaksanakan mulai Agustus-Desember 2020. Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial 2 faktor dalam rancangan acak kelompok, dimana sebagai faktor pertama yaitu auksin yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 ppm; 100 ppm; 200 ppm; 300 ppm dan sebagai faktor kedua yaitu pupuk organik cair yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 ppm; 1500 ppm; 3000 ppm; 4500 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman bibit pada larutan auksin dengan konsentrasi 300 ppm selama 6 menit dan penyemprotan pupuk organik cair dengan konsentrasi 4500 ppm menghasilkan bobot umbi segar pertanaman terberat (28,56 g), bobot umbi kering pertanaman terberat (26,17 g), diameter umbi segar terlebar (37,70 mm), diameter umbi kering terlebar (36,31 mm) dan produksi umbi perhektar terberat (20,93 t).&nbsp; Karakter yang berkorelasi sangat nyata positif dengan produksi umbi perhektar adalah tinggi tanaman, jumlah daun, bobot umbi segar pertanaman, bobot umbi kering pertanaman, diameter umbi segar dan diameter umbi kering dengan nilai koefisien korelasinya secara berturut-turut adalah 0,92**, 0,89**, 0,98**, 0,99**, 0,99** dan 0,99**.&nbsp;</p> Dwika Stevia Indriana, Elkawakib Syam’un, Muh Riadi Copyright (c) 2022 Jurnal Agrivigor https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.unhas.ac.id/index.php/agrivigor/article/view/19475 Tue, 04 Jan 2022 00:00:00 +0000