Pemberdayaan Pokdakan Aji Gunung Kab. Sampang Melalui Penerapan Sistem Aquaponik Terintegrasi

Authors

  • Riska Vernanda Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura
  • Salsabela Indah Setyowati Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura
  • Erick Yuhardi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura
  • Indah Wahyuni Abida Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura
  • Rizka Rahmana Putri Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura
  • Muhammad Ma’sum Sholahudin Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura
  • Muhammad Evick Roushan Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura
  • Anggih Sulistiya Wati Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura

DOI:

https://doi.org/10.35911/3kek0d32

Keywords:

aquaponik, Budidaya lele, Pengelolaan limbah

Abstract

Program penerapan sistem aquaponik terintegrasi di Pokdakan Lele Aji Gunung, Kelurahan Gunung Sekar, Sampang dilaksanakan untuk menjawab permasalahan keterbatasan lahan, ketidakstabilan kualitas air, serta belum optimalnya pemanfaatan limbah budidaya. Kegiatan ini meliputi observasi kebutuhan, pelatihan, demonstrasi instalasi, serta pendampingan operasional guna meningkatkan kapasitas teknis anggota pokdakan dalam mengelola sistem budidaya terpadu ikan–tanaman. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai konsep dan operasional aquaponik, peningkatan efisiensi penggunaan air, serta penurunan kekeruhan air kolam budidaya setelah sistem berjalan stabil. Pertumbuhan tanaman pada media rakit apung juga menunjukkan perkembangan yang konsisten selama masa uji coba. Sejumlah 70% responden menyatakan setuju terhadap penerapan teknologi ini meskipun kendala biaya masih menjadi perhatian utama. Dibandingkan program serupa di daerah lain, kegiatan ini memiliki keunggulan pada biaya instalasi yang lebih rendah dan metode pendampingan yang lebih intensif. Secara keseluruhan, program ini berhasil menghasilkan model teknologi tepat guna yang dapat direplikasi, meningkatkan efisiensi budidaya lele, serta memperkuat kemampuan masyarakat dalam menerapkan sistem pertanian berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-09-29

Issue

Section

Articles