https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/issue/feed BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR 2023-12-09T00:54:50+00:00 Slamet Santosa slametsantosa@unhas.ac.id Open Journal Systems <p>BIOMA<strong> : Jurnal Biologi Makassar</strong> is a scientific journal that publishes the results of original research and studies of biological literature. Focus and scope of bioma in the fields of pure biology and applied biology of agricultural complexes, medical complexes and the environment. This journal is published by the Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University, Makassar. Bioma has been reaccredited with decisions letter of number : 204/E/KPT/ 2022 on October 2022 (SINTA 5) for volume 7 issue 1, 2022 to volume 11 issue 2, 2026, by the Ministry of education, culture, research and technology of the Republic of Indonesia. Bioma publishes manuscripts in June and December every year.</p> https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/30772 KUMBANG PREDATOR COLEOPTERA DI EKOSISTEM PERSAWAHAN DI DESA GUNUNG BATU, KABUPATEN OKU TIMUR 2023-09-25T01:46:40+00:00 Astrid Sri Wahyuni Sumah astrid.sumah@gmail.com Ali Alamsyah Kusumadinata2 astrid.sumah@gmail.com <p>Coleoptera predatory beetles are one of the predators that inhabit the vegetation and soil surface in rice fields. Agricultural landscape simplification measures lead to the loss of important habitats for a diversity of predatory beetle species. One of the important roles of this beetle is to control agricultural pest populations during the rice season and fallow period. Thus, the aim of this research is to determine the species composition of predatory Coleoptera beetles in rice and fallow land ecosystems. The sampling method uses an insect suction machine and trap holes with three repetitions. The research results showed that there were 20 species of predatory beetles that had been identified consisting of 5 families, namely the Carabidae family (10 species), Staphylinidae (5 species), Coccinellidae (3 species) and Anthicidae (2 species). A total of 9 species of Coleoptera predatory beetles can be found in two ecosystems. The number of species found shows that biodiversity in the agroecosystem is still relatively stable due to vegetation and land management intensity. Thus, the predatory Coleoptera beetles in rice paddy ecosystems are still quite complex and diverse. So, predatory beetles can be used as biological control.</p> <p><strong>&nbsp;</strong><strong>Keywords</strong>: Beetles, predators, Coleoptera, rice fields, fallow fields</p> 2023-12-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/27682 Profil Patogenesis Infestasi Filariasis Berhubungan Dengan Kondisi Lingkungan 2023-07-15T05:22:50+00:00 Antonio Ayrton Widiastara ayrtonwd1998@gmail.com <p>Filariasis limfatik merupakan penyakit yang disebabkan oleh cacing dan mikrofilaria tiga spesies yang berbeda, yaitu <em>Wuchereria bacrofti</em>, <em>Brugia malayi </em>dan <em>Brugia timori</em>. Penyakit ini tersebar luas di seluruh negara, khususnya negara-negara tropis seperti Indonesia, namun penyakit ini masih dianggap sebagai <em>neglected tropical diseases</em>. Beberapa studi dalam sepuluh tahun terakhir telah dilakukan, dan hasil dari studi-studi tersebut menunjukkan adanya dua jalur patogenesis dalam terjadinya infestasi filariasis, yakni ADLA dan AFL. Ada pula studi-studi yang menunjukkan hasil adanya hubungan antara kondisi lingkungan dengan kejadian penyakit filariasis limfatik. Dengan begitu, penulisan ini antara lain bertujuan untuk mempelajari kedua variabel dari filariasis limfatik tersebut.</p> 2023-12-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/32127 HUBUNGAN INFEKSI SOIL TRANSMITTED HELMINTHES DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT 2023-12-02T09:14:12+00:00 Rita Permatasari Yusdarfadri permatasaririta36@gmail.com Suraini suraini_bio85@yahoo.co.id <p>Infeksi Soil Transmitted Helminthes adalah infeksi cacing yang ditularkan <br />melalui tanah yang mempengaruhi kesehatan masyarakat. Anak usia sekolah <br />merupakan golongan yang paling sering terinfeksi cacing Soil Transmitted <br />Helminthes. Hal ini dikarenakan anak - anak berkontak langsung dengan tanah <br />dan kurang memperhatikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penelitian <br />ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Infeksi Soil Transmitted Helminthes <br />dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa SDN 59/III Koto Lebuh <br />Tinggi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode cross sectional, <br />dengan jumlah sampel 32 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Pemeriksaan <br />feses dengan mikroskop menggunakan teknik direct smear untuk menentukan <br />infeksi STH, mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat data diperoleh dari <br />wawancara kuesioner terhadap siswa yang menjadi subjek penelitian. Data <br />dianalisis dengan program SPSS denga uji Chi- Square. Angka kejadian infeksi <br />diperoleh 9 orang (28,1%) positif terinfeksi Soil Transmitted Helminthes <br />diantaranya 7 orang (21,9%) positif telur cacing Ascaris lumbricoides dan 2 orang <br />(6,2%) positif telur cacing Trichuris trichiura. Hasil uji chi- square didapatkan p <br />value &gt; 0,05 artinya H0 diterima dan dapat disimpulkan Tidak ada Hubungan <br />Infeksi Soil Transmitted Helminthes dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat <br />pada Siswa SDN 59/III Koto Lebuh Tinggi.</p> <p> </p> <p>Kata kunci : Kecacingan, PHBS, Siswa Sekolah Dasar</p> <p>Abstract</p> <p> </p> <p>Soil Transmitted Helminthes infection is a worm infection that is transmitted <br />through the soil that affects public health. School age children are often exposed <br />to a class of worm Soil Transmitted Helminthes. This is because children have <br />direct contact with the soil and pay little attention to clean and healthy living habits. <br />This study aims to determine the relationship of Soil Transmitted Helminthes <br />Infection Clean and Healthy Living Behavior among students at SDN 59/III Koto <br />Lebuh Tinggi. Types of research is descriptive with a cross sectional method, with <br />a sample size of 32 people who met the inclusion criteria. Stool examination under <br />a microscope using the direct smear technique to determine STH infection, <br />regarding clean and healthy living behavior data was obtained from questionnaire <br />interviews with students who where research subjects. Data were analyzed using <br />the SPSS program with the Chi-Square test. The incidence of infection was found <br />to be 9 people (28,1%) who where positively infected with Soil Transmitted <br />Helminthes, including 7 people (21,9%) who were positive for Ascaris lumbricoides <br />worm eggs and 2 people (6,2%) who were positive for Trichuris trichiura worm <br />eggs. The chi-square test result obtained p value &gt; 0,05 means H0 accepted and <br />it can be concluded that there is no relationship of Soil Transmitted Helminthes <br />Infection and Clean and Healthy Behavior in Studens of SDN 59/III Koto Lebuh <br />Tinggi.</p> <p> </p> <p> </p> <p> </p> <p>Kata kunci : Worms, Clean and Healthy Behavoir Habits, Elementary <br />school studens</p> 2023-12-11T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/31837 PENGOLAHAN AMPAS TAHU SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN KECAP DENGAN PROSES FERMENTASI MENGGUNAKAN Aspergillus wentii 2023-11-16T15:23:48+00:00 Melia Suri meliasuri2@gmail.com Cintiya Septa Hasannah cintiya.septa@ft.unsika.ac.id Aulia Rahmatunnissa cintiya.septa@ft.unsika.ac.id Salwa Malani cintiya.septa@ft.unsika.ac.id Ryzka Nanda Lestari cintiya.septa@ft.unsika.ac.id <p>Tahu merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Industri tahu pada setiap proses produksinya menghasilkan limbah tahu berupa ampas tahu. Pemanfaatan ampas tahu dapat diolah menjadi bahan dasar pembuatan kecap melaui proses fermentasi. Kecap adalah produk berbentuk cair hasil fermentasi yang ditambah gula dengan atau tanpa penambahan bahan pangan lainnya. Fermentasi kecap terdiri atas 2 tahap, yaitu fermentasi koji yang dilakukan menggunakan <em>Aspergillus wentii</em> konsentrasi 2%, 5% dan 8%. Kemudian dilanjutkan pada fermentasi moromi 20%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengolah kembali ampas tahu menjadi produk kecap, dan untuk mengetahui analisis mutu dan analisis cemaran pada hasil fermentasi atau kecap mentah dengan variasi konsentrasi <em>Aspergillus wentii</em> pada fermentasi bulan ke- 1, 2, dan 3 terhadap kesesuaian SNI 3543.1, 2013 bagian kecap manis dan SNI 3543.2, 2013 bagian kecap asin. Dari hasil analisis kecap mentah ampas tahu, didapatkan kadar protein yang mendekati SNI kecap manis sebesar 0,8%. Kadar gula yang tertinggi sebesar 20,22% dan belum memenuhi SNI kecap manis. Kadar garam (NaCl) tertinggi sebesar 17,63% yang sudah memenuhi SNI kecap asin. Nilai pH kecap mentah yang mendekati SNI kecap manis dan asin adalah 6,86 serta kecap mentah tidak mengandung cemaran, baik cemaran logam Merkuri, cemaran mikroba <em>coliform</em>, dan cemaran total aflatoksin yang sudah memenuhi standar SNI kecap manis dan SNI kecap asin.</p> <p>Tofu is a typical Indonesian food that is widely consumed by Indonesian people. The tofu industry in every production process produces tofu waste in the form of tofu dregs. The use of tofu dregs can be processed into a basic ingredient for making soy sauce through a fermentation process. Soy sauce is a liquid product resulting from fermentation with added sugar with or without the addition of other food ingredients. Soy sauce fermentation consists of 2 stages, namely koji fermentation which is carried out using <em>Aspergillus wentii</em> concentrations of 2%, 5% and 8%. Then proceed to 20% moromi fermentation. The aim of this research is to reprocess tofu dregs into soy sauce products, and to determine the quality analysis and contamination analysis of fermented products or raw soy sauce with variations in the concentration of <em>Aspergillus wentii</em> in the 1st, 2nd and 3rd months of fermentation regarding the conformity of SNI 3543.1, 2013 sweet soy sauce section and SNI 3543.2, 2013 salty soy sauce section. From the analysis results raw tofu dregs soy sauce, obtained a protein content that is close to the SNI for sweet soy sauce at 0.8%. The highest sugar content is 20.22% and does not meet the SNI for sweet soy sauce. The highest salt (NaCl) content is 17.63% which meets the SNI for soy sauce. The pH value of raw soy sauce which is close to the SNI for sweet and salty soy sauce is 6.86 and raw soy sauce does not contain any contamination, including mercury metal contamination, coliform microbial contamination, and total aflatoxin contamination which meets the SNI standards for sweet soy sauce and SNI for salty soy sauce.</p> 2023-12-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/31795 IDENTIFIKASI DAN SEBARAN SPESIES LALAT BUAH (BACTROCERA SP.) PADA PERTANAMAN CABE KABUPATEN SINJAI 2023-11-15T00:51:12+00:00 Dian Ekawati Sari dianekawatisari@rocketmail.com Taufik hidayat dianekawatisari@gmail.com Muhammad Noor Amin Sholeh dianekawatisari@gmail.com Dian Yustisia dianyustisia1@gmail.com <p>Cabe merupakan komoditas penting dari tanaman hortikultura yang dibudidayakan secara komersil. Budidaya cabe tidak terlepas dari serangan hama dan penyakit tanaman. Hama utama cabe yang mempengaruhi produksi dan dapat mengakibatkan gagal panen yaitu lalat buah. Lalat buah merupakan hama yang sangat diwaspadai dalam kegiatan ekspor impor hortikultura khususnya pada cabe. Lalat buah memiliki banyak spesies dan gejala serangan yang ditimbulkan sangat mempengaruhi kualitas produk. Penyebaran hama lalat buah dapat terjadi melalui impor produk pertanian yang terinfestasi sehingga perlu pengawasan yang ketat untuk mencegah invasi hama tersebut. Oleh karena itu diperlukan monitoring untuk mengetahui jenis lalat buah yang ada dilapangan. Penelitian ini dilakukan dengan cara memasang perangkap disetiap kecamatan yang membudidayakan tanaman cabe di Kabupaten Sinjai. Hasil survey lokasi didapatkan 8 kecamatan yang membudidayakan tanaman cabe. Lalat buah yang terperangkap kemudian di identifikasi dengan melihat ciri pada bagian sayap, <em>thorax </em>dan <em>abdomen</em>. Hasil identifikasi didapatkan 5 jenis lalat buah dari genus Bactrocera yaitu <em>B. dorsalis, B. carambolae, B. musae, B. papayae </em>dan <em>B. umbrosa</em>.</p> 2023-12-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/31552 EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL ANTISEPTIK TANGAN EKSTRAK DAUN SIRSAK Annona muricata Linn SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus epidermidis 2023-11-06T07:19:45+00:00 VINCENTIA ADE RIZKY vincentiarizky@gmail.com SAADAH SIREGAR ghozalirusman@gmail.com VISENSIUS KRISDIANILO chrizdianilo@gmail.com SITI KHADIJAH sitikhodijah@gmail.com <p>Soursop leaf (<em>Annona muricata Linn</em>) has flavonoid, alkaloid, and saponin compounds that can be used as antibacterial. Based on the compounds contained in soursop leaves can be used as a hand antiseptic. Based on this study, an antiseptic gel formulation of soursop leaf (<em>Annona muricata Linn</em>) as antibacterial against <em>Staphylococcus epidermidis</em> bacteria with a carbomer 940 base was made. Antiseptic gel of soursop leaf extract was formulated with unequal extract concentrations, namely in the 1 3% formulation, the 2.6 % formulation. , formulation 3 9%, and formulation 4 12%. The antibacterial test used was the well diffusion method. The antiseptic gel was tested for its physical properties, namely organoleptic test, homogeneity test, dispersion test, and pH test. Antiseptic gel preparations that have antibacterial activity against <em>Staphylococcus epidermidis</em> bacteria are formulations 3 and 4 9% and 12% extracts which have a picture zone of 5 and 7 mm while the positive control has an inhibition zone of 12 mm. The results of the tests carried out on organoleptic tests, dispersion tests, pH tests, homogeneity tests were in accordance with the parameters of the gel preparation. From this study, it showed the ability of soursop leaves to inhibit the growth of <em>Staphylococcus epidermidis</em> bacteria. Soursop (<em>Annona muricata Linn</em>) leaf extract. Has antibacterial activity against Staphyloccus epidermidis bacteria with a concentration of 3% formulation 1, formulation 6% concentration 2, formulation concentration 9%, formulation concentration 12% 4. At a concentration of 3%, 6% has inhibitory power with a diameter of 3mm, and a concentration of 9% had an inhibitory power with an inhibitory diameter of 5mm, while the concentration of 12% had an inhibitory power with an inhibitory diameter of 7mm against the bacterium <em>Staphyloccus epidermidis.</em></p> 2023-12-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/31508 UJI AKTIVITAS MINYAK ATSIRI DAUN EKOR KUCING (Acalypha hispida) SEBAGAI FUNGISIDA ALAMI TERHADAP JAMUR Sclerotium rolfsii DAN Fusarium oxysporum SECARA IN-VITRO 2023-11-04T05:21:44+00:00 Revina Yani Tarigan revinayanti155@gmail.com Ulfayani Mayasari ulfayanimayasari@uinsu.ac.id Rizki Amelia Nasution rizkiamelianst@uinsu.ac.id <p><span style="font-weight: 400;">Penyakit busuk batang dan layu Fusarium merupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur patogen yaitu Sclerotium rolfsii dan Fusarium oxysporum. Pengendalian dilakukan dengan pemberian fungisida alami minyak atsiri daun ekor kucing yang ramah lingkungan serta mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan tannin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fungisida alami minyak atsiri daun ekor kucing terhadap pertumbuhan jamur Sclerotium rolfsii dan Fusarium oxysporum secara in – vitro. Metode yang digunakan dalam pembuatan minyak atsiri daun ekor kucing menggunakan metode destilasi uap, serta uji pada aktivitas antijamur menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi sampel dan kontrol positif 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%, untuk pembuatan produk fungisida alami minyak atsiri daun ekor kucing menambahkan larutan Tween 80. Berdasarkan hasil uji menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) penelitian ini menunjukan adanya aktivitas antijamur fungisida alami minyak atsiri daun ekor kucing terhadap jamur Sclerotium roflsii dan Fusarium oxysporum dengan nilai signifikan p&lt; 0.05. Hasil fungisida alami minyak atsiri daun ekor kucing menggunakan konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5% dan 10% diperoleh hasil diameter zona hambat pada jamur Sclerotium roflsii yaitu 11,23, 7,6, 6,9 dan 6,0. Sedangkan hasil uji diameter zona hambat pada jamur Fusarium oxysporum 18,26, 19,96. 21,53 dan 22,53. Berdasarkan hasil dari rata – rata aktivitas antijamur zona hambat minyak atsiri daun ekor kucing dapat dijadikan sebagai fungisida alami terhadap jamur Sclerotium roflsii pada konsentrasi efektif 2,5%. Sedangkan jamur Fusarium oxysporum pada konsentrasi 2,5%. Kata Kunci: Minyak atsiri, Fungisida alami, Sclerotium roflsii dan Fusarium oxysporum</span></p> <p><strong>Kata kunci</strong><span style="font-weight: 400;"> : Minyak atsiri, Fungisida Alami, </span><em><span style="font-weight: 400;">Sclerotium roflsii</span></em><span style="font-weight: 400;">, </span><em><span style="font-weight: 400;">Fusarium oxysporum</span></em></p> 2023-12-04T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/31211 DISTRIBUSI LARVA NYAMUK DI DESA HENDA KABUPATEN PULANG PISAU KALIMANTAN TENGAH INDONESIA 2023-10-14T09:27:02+00:00 Arif Rahman Jabal arifrjabal@med.upr.ac.id Indria Augustina indria@med.upr.ac.id Agnes Immanuela Toemon agnes_immanuelatoemon@med.upr.ac.id Arini Ratnasari ariniratnasari.ento@gmail.com <p>Mosquitoes are adaptable vectors that can survive in a variety of environments, and both tropical and subtropical regions of the planet are now home to them. <em>Aedes</em> sp. and <em>Culex</em> sp. mosquitoes are two vectors for the significant health issue known as arbovirus in humans. The purpose of this study is to map out the species distribution of mosquito larvae in Henda Village, Pulang Pisau Regency. This study has a cross sectional design and is a descriptive observational study. The Biomedical Laboratory, located in the Faculty of Medicine at Palangka Raya University, was used to conduct the sampling by looking for all mosquito larvae breeding places both inside and outside the home. Maps are used to visually represent data analysis and are displayed using descriptive distribution analysis. According to the study's findings, Ae. aegypti and Ae. albopictus larvae were discovered inside the home, and Ae. albopictus, Cx. Quinquefasciatus, and Cx. vishnui larvae were discovered outside. The breeding habitats for each species are unique. Through an integrated vector management scheme, the spread of arbovirus vectors discovered in Henda Village, Pulang Pisau Regency, can be managed.</p> 2023-12-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/28347 Estimasi Simpanan Karbon Tegakan Rhizophora spp., Dan Sedimen Ekosistem Mangrove Di Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu 2023-08-16T08:00:11+00:00 Nuril Mutmainna nrilmtmainna@gmail.com Muhammad`Ruslan Umar nrilmtmainna@gmail.com Muhtadin Asnady Salam nrilmtmainna@gmail.com <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian Estimasi Simpanan Karbon Tegakan <em>Rhizophora</em> spp., dan Sedimen Ekosistem Mangrove di Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, telah dilakukan pada bulan Januari-Maret 2023, yang bertujuan untuk mengetahui simpanan karbon, korelasi diameter dengan biomassa, simpanan karbon, serapan CO<sub>2</sub> tegakan <em>Rhizophora </em>spp., dan sedimen ekosistem mangrove alami dan rehabilitasi di Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu. Penelitian menggunakan metode analisis vegetasi non destruktif-floristika. Data yang dikumpulkan adalah jenis mangrove, jumlah setiap jenis, diameter batang (DBH), habitus tegakan, sedimen, dan parameter lingkungan. Pengambilan data lapangan dilakukan menggunakan transek-plot dengan panjang 100 m, plot berukuran 10 x 10 m, 5 x 5 m. Sampel sedimen diambil dengan <em>core</em> sedimen<em>.</em> Analisis data biomassa menggunakan rumus allometrik, dan analisis sedimen mencakup kandungan bahan organik total, karbon organik, tekstur sedimen, dan densitas tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simpanan karbon pada tegakan <em>Rhizophora </em>spp., pada stasiun I mangrove alami (15,23 ± 8,17) lebih tinggi daripada di stasiun II mangrove rehabilitasi (3.18 ± 0,48). Korelasi antara diameter tegakan <em>Rhizophora</em> spp. dengan biomassa, simpanan karbon, dan serapan CO<sub>2</sub>nya berkorelasi kuat. Simpanan karbon pada sedimen di stasiun I lebih tinggi lebih tinggi (39,55 ton/ha) daripada stasiun II (36.36), kedua stasiun penelitian memiliki substrat sedimen berupa lempung berpasir.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata kunci : <em><u>R</u></em><em><u>hi</u></em><em><u>zophora</u></em><em> spp</em><em>.</em><em>, tegakan, sedimen, simpanan karbon</em></p> 2023-12-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/27520 ANALIS KANDUNGAN KLOROFIL PLANLET SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) SETELAH PEMBERIAN AIR KELAPA (Cocos nucifera L.) PADA MEDIUM HYPONEX SECARA IN VITRO 2023-07-05T04:59:41+00:00 Wanda Amelia wandaamelia0912@gmail.com Endang Nurcahyani endang.nurcahyani@fmipa.unila.ac.id Sri Wahyuningsih wahyu6125@yahoo.co.id Bambang Irawan bambang.irawan@fmipa.unila.ac.id <p>Sawi hijau (<em>Brassica juncea</em> L.) merupakan salah satu produk sayuran yang paling populer di Indonesia dan memiliki nilai ekonomi relatif tinggi. Tingginya konsumsi dan permintaan sawi hijau di pasaran harus diimbangi dengan budidaya yang baik. Usaha untuk meningkatkan budidaya sawi hijau dapat dilakukan melalui kultur <em>in vitro</em>. Medium yang dipakai dalam kultur <em>in vitro </em>ini adalah medium hyponex dengan penambahan air kelapa. Air kelapa (<em>Cocos nucifera </em>L.) mengandung ZPT yang dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian air kelapa pada medium hyponex terhadap kandungan klorofil planlet sawi hijau secara <em>in vitro</em>. Kegiatan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Botani (Ruang <em>in vitro</em>), Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal, yaitu air kelapa dengan 5 taraf konsentrasi sebagai perlakuan: 0% (kontrol), 8%, 16%, 24%, dan 32%. Setiap perlakuan dilakukan dengan 5 kali ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 5 planlet sawi hijau dalam setiap botol kultur. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif disajikan dalam bentuk deskriptif komparatif dan didukung foto. Data kuantitatif dihomogenkan menggunakan uji levene, kemudian data ragam ANOVA dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian air kelapa berpengaruh nyata terhadap kenaikan kandungan klorofil dengan konsentrasi optimum 24%.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Air Kelapa, Hyponex, Sawi Hijau, <em>In Vitro</em>.</p> 2023-12-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/32209 ANALISIS KADAR NIKEL DAN BESI PADA SEDIMEN PERAIRAN PESISIR DESA FATUFIA, KECAMATAN BAHODOPI, KABUPATEN MOROWALI, SULAWESI TENGAH 2023-12-09T00:54:50+00:00 Dian Ahmado dianahmado30900@gmail.com Muhammad Ruslan Umar m.rus@gmail.com Dody Priosambodo dody_priosambodo@yahoo.com <p>Penelitian analisis kadar Nikel (Ni) dan Besi (Fe) pada sedimen perairan pesisir di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dilakukan pada bulan Januari-Maret 2023, yang bertujuan untuk mengetahui kadar Nikel (Ni) dan Besi (Fe) pada sedimen perairan pesisir Desa Fatufia. Penelitian ini bersifat eksploratif-kuantitatif, dengan metode penelitian jelajah, lokasi penelitian dibagi 3 stasiun, dan di setiap stasiun dilakukan pengambilan sampel pada 3 titik, dengan memakai alat pipa pvc berdiameter 3 cm. Analisis kadar logam nikel dan besi dari sedimen menggunakan alat <em>Inductively Coupled Plasma–Optical Emission Spectrometry</em> (ICP-OES). Hasil penelitian diperoleh kadar nikel tertinggi pada stasiun tiga, dan kadar besi pada stasiun tiga. Kadar rata-rata logam nikel 1150,80 ± 393,948 μg/g dan logam besi 22913,49 ± 5656,204 μg/g di perairan pesisir Desa Fatufia. Kadar Nikel tersebut telah jauh di atas standar baku mutu, sedangkan kadar besi telah melewati standar baku mutu terendah yang ditetapkan oleh IADC/CEPA 1997, yaitu Nikel terendah 35 μg/g tertinggi 300 μg/g sedangkan untuk besi terendah 20000 μg/g dan tertinggi 40000 μg/g.</p> 2023-12-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/32115 EFEKTIVITAS PERASAN DAUN MENIRAN (Phyllanthus niruri. L) SEBAGAI ANTIFUNGI TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Candida albicans 2023-12-01T09:55:14+00:00 Anggun Sophia Sophia anggunshophia@gmail.com Suraini surainiayup@gmail.com <p>Candida albicans is a normal flora in the healthy human body such as in the oral cavity, skin, digestive tract, reproductive tract and hair. Meniran plants contain flavonoid, tannin, saponin and alkaloid compounds that have antifungal effectiveness. The purpose of this study was to determine the effectiveness of meniran squeeze (<em>Phyllanthus niruri</em>. L) as an antifungal against the growth of Candida albicans. The type of research used is experimental research with a post test only control group research design. This research was conducted in February - July 2023 at the Biomedical Laboratory of Universitas Perintis Indonesia. The results showed the effectiveness of meniran leaf juice (<em>Phyllanthus niruri</em>. L) in inhibiting the growth of Candida albicans fungi where 40% concentration has an average diameter of the inhibition zone of 10.20 mm, 50% concentration has an average inhibition zone of 14 mm, 60% concentration has an average diameter of the inhibition zone of 19 mm, 80% concentration has an average inhibition zone of 22 mm. This shows that the higher the concentration, the greater the inhibition zone formed. In conclusion, meniran leaf juice (<em>Phyllanthus niruri</em>. L) has the ability to inhibit the growth of Candida albicans fungi.</p> 2023-12-11T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/31796 UJI KONSENTRASI EKSTRAK SAMBILOTO TERHADAP MORTALITAS WALANG SANGIT (LEPTOCORISA ACUTA) 2023-11-15T00:59:54+00:00 Dian Ekawati Sari dianekawatisari@rocketmail.com St. Nurafika afikakahar@gmail.com islamiyah cyntia bella afikakahar@gmail.com Masyita Masyita masyitaita01@gmail.com daniati daniati daniatiagroa@gmail.com Muh Ridwan afikakahar@gmail.com <p>Walang sangit merupakan salah satu hama tanaman padi yang sulit dikendalikan dan kehadirannya menyusahkan petani.&nbsp; Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsentrasi terbaik dari beberapa ekstrak sambiloto terhadap hama walang sangit . Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK): yang terdiri dari 6 perlakuan dan 3 ulangan yaitu: P0 (Kontrol), P1 (Ekstrak Sambiloto 1%), P2 (Ekstrak Sambiloto 2%), P3 (Ekstrak Sambiloto 3%), P4 (Ekstrak Sambiloto 4%), dan P5 (Ekstrak Sambiloto 5%). Jika ada pengaruh maka dilanjutkan dengan uji lanjut BNT pada taraf 0,5% secara statistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak tanaman sambiloto terhadap hama walang sangit memberikan efek mortalitas terhadap hama walang sangit. Mortalitas tertinggi terdapat pada perlakuan P5 yang hanya membutuhkan rata-rata waktu 5,3 hari untuk mematikan walang sangit.</p> 2023-12-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/31575 UJI AKTIVITAS MINYAK ATSIRI DAUN EKOR KUCING (Acalypha hispida) SEBAGAI DISINFEKTAN ALAMI TERHADAP BAKTERI Bacillus subtilis DAN Klebsiella pneumoniae SECARA IN- VITRO 2023-11-07T04:26:28+00:00 Nurlayly Zaini zaininurlayly@gmail.com Ulfayani Mayasari ulfayanimayasari@uinsu.ac.id Rizki Amelia Nasution rizkiamelianst@uinsu.ac.id <p><span style="font-weight: 400;">Bakteri </span><em><span style="font-weight: 400;">Bacillus subtilis</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan </span><em><span style="font-weight: 400;">Klebsiella pneumoniae</span></em><span style="font-weight: 400;"> merupakan bakteri yang tersebar di udara, air dan tanah yang dapat menyebabkan penyakit infeksi meningitis. Penggunaan disinfektan alami minyak atsiri daun ekor kucing (</span><em><span style="font-weight: 400;">Acalypha hispida</span></em><span style="font-weight: 400;">) yang mengandung senyawa antibakteri flavonoid dan tanin akan menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas disinfektan alami minyak atsiri daun ekor kucing (</span><em><span style="font-weight: 400;">Acalypha hispida</span></em><span style="font-weight: 400;">) terhadap pertumbuhan bakteri </span><em><span style="font-weight: 400;">Bacillus subtilis</span></em><span style="font-weight: 400;"> dan </span><em><span style="font-weight: 400;">Klebsiella pneumoniae</span></em><span style="font-weight: 400;"> secara In-Vitro. Hasil uji aktivitas disinfektan alami minyak atsiri daun ekor kucing (</span><em><span style="font-weight: 400;">Acalypha hispida</span></em><span style="font-weight: 400;">) menggunakan konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%, diperoleh hasil diameter zona hambat pada bakteri </span><em><span style="font-weight: 400;">Bacillus subtilis</span></em><span style="font-weight: 400;"> yaitu 17,54, 14,13, 13,66, dan 11,7 sedangkan hasil uji diameter zona hambat pada bakteri </span><em><span style="font-weight: 400;">Klebsiella pneumonia </span></em><span style="font-weight: 400;">yaitu 19,00, 16,57, 14,47, dan 12,59. Berdasarkan hasil dari rata-rata aktivitas antibakteri zona hambat minyak atsiri daun ekor kucing (</span><em><span style="font-weight: 400;">Acalypha hispida</span></em><span style="font-weight: 400;">) dapat dijadikan sebagai disinfektan alami terhadap bakteri </span><em><span style="font-weight: 400;">Bacillus subtilis </span></em><span style="font-weight: 400;">pada konsentrasi efektif 5%, sedangkan bakteri </span><em><span style="font-weight: 400;">Klebsiella pneumoniae</span></em><span style="font-weight: 400;"> pada konsentrasi efektif 7,5%.</span></p> <p><strong>Kata kunci:</strong><span style="font-weight: 400;"> Minyak atsiri, disinfektan, </span><em><span style="font-weight: 400;">Bacillus subtilis </span></em><span style="font-weight: 400;">dan </span><em><span style="font-weight: 400;">Klebsiella pneumoniae</span></em></p> 2023-12-04T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/31513 TINGKAT BIOKONSENTRASI LOGAM TIMBAL (Pb) PADA AIR DAN DAGING IKAN GABUS (Channa striata) DI SUNGAI BELUMAI DELI SERDANG 2023-11-04T09:35:24+00:00 Rizki Fitrawansyah rizkifitrawansyah8@gmail.com Husnarika Febriani husnarikafebriani@uinsu.ac.id Syukriah Syukriah syukriah@uinsu.ac.id <p><span style="font-weight: 400;">Timbal termasuk ke dalam jenis logam non esensial yang sifatnya sangat beracun dan akan terakumulasi di dalam tubuh makhluk hidup karena tidak dapat dimetabolisme oleh tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat timbal (Pb) pada air dan daging ikan gabus di Sungai Belumai Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan penelitian analisis deskriptif eksploratif dan komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan lokasi pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam berat pada air sungai Belumai Deli Serdang di setiap Stasiun berkisar 0,0517-0,1715 mg/L sudah melebihi batas baku mutu (PP RI No 22 Tahun 2021). Kandungan logam berat pada daging ikan gabus pada Stasiun 1 dan 2 sebesar &lt;0,03 mg/Kg masih berada dibawah baku mutu, sedangkan pada stasiun 3 sebesar 49,8 mg/Kg sudah diatas baku mutu (SNI 7387:2009).</span></p> <p><strong>Kata kunci: </strong><span style="font-weight: 400;">Logam Timbal, Ikan Gabus, Sungai Belumai, Deli Serdang</span></p> 2023-12-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/31328 ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF SILVER NANOCOLLOID GEL BIOSINTHESIZED BY Alocasia macrorrhizos PLANT EXTRACT AGAINST Staphylococcus aureus 2023-10-23T08:49:08+00:00 Athiah Masykuroh athiah.masykuroh@gmail.com Ika Ristia Rahman ika.ristia.apt@gmail.com Hairunnisa apotekeruunponti@gmail.com Nine Okta Meliadlina nineoktam@gmail.com Putry Fajaria Hardiani Animpw2@gmail.com <p>An antibacterial activity test has been conducted against Staphylococcus aureus bacteria on silver nanocolloids gel biosynthesized using Alocasia macrorrhizos plant extract which contains phenolic derivative compounds : polyphenols, flavonoids and cyanogenic glycosides. The AgNO<sub>3</sub> concentration used in the silver nanocolloid biosynthesis process is 0.05 M;0,10 M and 0,15 M. The silver nanocolloids was diluted in the amount of 50% from the previous concentration and innovated into a gel form (formula I, II and III) then tested on Staphylococcus aureus bacteria. The measurement of of the clear zone formed around the disc paper was carried out to determine it’s antibacterial activity. Only the third variation meet the requirements of the physical evaluation test results as a gel form. All concentrations of silver nanocolloid gel preparations can inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria as shown in observations obtained by the average diameter of the inhibition zone for formula I of 12.55 mm, formula II of 12.64 mm and formula III of 12.71 mm which is the zone of resistance formed was induced strong category (10-20 mm). The significance value with the One way ANOVA test is 0.000 (p&lt;0.05), means that the average value of each variation is significantly different.</p> 2023-12-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2023 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR