https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/issue/feed BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR 2022-06-24T02:14:17+00:00 Slamet Santosa slametsantosa@unhas.ac.id Open Journal Systems <p>BIOMA<strong> : Jurnal Biologi Makassar</strong> is a scientific journal that publishes the results of original research and studies of biological literature. Focus and scope of bioma in the fields of pure biology and applied biology of agricultural complexes, medical complexes and the environment.This journal is published by the Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University. Bioma has been accredited by the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia. Bioma publishes manuscripts in the period January - June and July - December every year.</p> https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/21212 OPTIMASI AIR PERASAN UBI JALAR UNGU (Ipomea batatas L.) PADA PEMERIKSAAN TELUR CACING 2022-06-06T08:18:52+00:00 Anggun Sophia Sophia anggunshophia@gmail.com Suraini suraini_bio85@yahoo.co.id <p>Infeksi cacing atau disebut dengan penyakit kecacingan termasuk ke dalam infeksi yang disebabkan oleh parasit. <em>Soil Transmitted Helminths</em> adalah cacing yang memerlukan tanah untuk menjadi bentuk infektif. Eosin 2% merupakan zat warna yang digunakan dalam pemeriksaan telur cacing. Eosin sendiri memiliki sifat tidak mudah terurai dan menimbulkan limbah yang berbahaya sehingga diperlukan pewarnaan alternatif pengganti yang bersifat lebih ramah lingkungan. Ubi jalar ungu memiliki kandungan pigmen antosianin yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menentukan konsentrasi dari variasi air perasan ubi jalar ungu yang optimal yang dapat mewarnai telur cacing. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksperimental yaitu pengamatan dengan melihat kekontrasan, penyerapan warna dan kejelasan bagian telur di mikroskop. Variasi konsentrasi perbandingan air perasan ubi jalar ungu dan aquadest yaitu 1:1, 1:2, 1:3, 1:4 dan 1:5. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi perbandingan air perasan ubi jalar ungu dan aquadest (1:3) memberikan kualitas pewarnaan yang paling baik untuk mewarnai telur cacing hal ini terlihat bahwa lapangan pandang kontras, telur cacing menyerap warna dan bagian telur terlihat jelas. Dengan demikian, ubi jalar ungu (<em>Ipomea batatas </em>L.) dapat digunakan untuk mewarnai telur cacing.</p> <p><strong>Kata kunci</strong> : <em>Ipomea batatas</em> L., eosin 2%, <em>soil transm</em><em>itted helminth</em> </p> 2022-06-06T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/21243 DAMPAK AKTIVITAS MASYARAKAT PESISIR TERHADAP MAKROZOOBENTHOS DI TAMAN NASIONAL BERBAK-SEMBILANG SUMATERA SELATAN 2022-06-08T03:24:35+00:00 Astrid Sri Wahyuni Sumah astrid.sumah@gmail.com Ali Alamsyah Kusumadinata alialamsyahkusumadinata@gmail.com <p> </p> <p>Dampak aktivitas masyarakat pesisir di Taman Nasional Berbak-Sembilang, Sumatera Selatan telah merugikan jumlah keragaman makrozoobentos. Keragaman makrozoobentos mengalami tekanan akibat dampak kumulatif dari aktivitas masyarakat pesisir yang juga mulai meningkat. Pendekatan secara kualitatif berupa wawancara dan observasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara jumlah keragaman makrozoobentos dengan aktivitas masyarakat pesisir. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode <em>Purposive Sampling</em> pada dua stasiun pengamatan berdasarkan perbedaan aktivitas masyarakat dan metode <em>catchandrelease</em> dalam mengidentifikasi makrozoobentos. Hasil penelitian yang didapatkan adalah terdapat 2 filum, 4 kelas dan 42 generamakrozoobentos. Genera<em>Cerithidae</em> merupakan genera yang paling banyak ditemukan di kedua stasiun pengamatan. Nilai keragaman spesies makrozoobentos yang diperoleh adalah 1,42 H’ dengan tingkat keragaman yang tergolong sedang. Aktivitas masyarakat pesisir dari kajian kualitatif dan temuan di lapangan sangat kuat merugikan keragaman makrozoobentos. Aktivitas masyarakat pesisir, baik skala besar maupun kecil, memiliki dampak terhadap jumlah, habitat makrozoobentos dan keseimbangan alam.</p> <p><strong><em>Kata kunci: Aktivitas masyarakat, Dampak, Makrozoobentos, Sumatera Selatan</em></strong></p> 2022-06-11T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/21162 BIODIVERSITAS JENIS LAMUN DI PERAIRAN WISATA TAMBATAN PERAHU DESA PENTADU TIMUR KABUPATEN BOALEMO 2022-06-02T15:19:25+00:00 marini hamidun marinish70@ung.ac.id Juliyanti Djafar marinish70@ung.ac.id Hartono Mamu marinish70@ung.ac.id <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis lamun yang ada di kawasan wisata Tambatan Perahu desa Pentadu Timur Kabupaten Boalemo serta menentukan nilai kerapatan jenis lamun tersebut. Penelitian ini dilakukan pada perairan kawasan Wisata desa Pentadu Timur menggunakan metode survey dengan teknik jelajah dalam jalur transek yang disebar secara <em>purposive.</em> Pengambilan data lamun dilakukan dengan mengambil sampel lamun yang ditemukan pada jalur transek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 jenis lamun pada lokasi penelitian yaitu <em>Cymodocea serrulata </em>dari Famili Patamogetonaceae dan <em>Enhalus acoroides </em>dari Famili Hydrocharitaceae. Nilai kerapatan<em> Cymodocea serrulata </em>0,0455 ind/m<sup>2</sup> dan kerapatan <em>Enhalus acoroides </em>0,1239 ind/m<sup>2</sup>. Hasil pengukuran parameter lingkungan lokasi penelitian meliputi suhu 26,6 <sup>0</sup>C, salinitas 30‰, DO 55,5 mg/l, kekeruhan 0 NTU, air tidak berwarna, pH 7 dan substrat berupasir berlumpur</p> 2022-06-07T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/21214 IDENTIFIKASI BAKTERI KONTAMINAN PADA GELANG TRI DATU 2022-06-06T09:14:05+00:00 Risky Vidika Apriyanthi riskyvidika@gmail.com Ayu Saka Laksmita W riskyvidika@gmail.com Ni Putu Widayanti riskyvidika@gmail.com <p>Umat Hindu Bali menggunakan gelang yang disebut gelang Tri Datu. Dewasa ini, Gelang Tri Datu tidak hanya digunakan oleh umat Hindu Bali saja. Gelang Tri Datu saat ini tidak hanya memiliki nilai keagamaan, melainkan juga berfungsi sebagai benda yang dimanfaatkan nilai estetikanya sebagai cinderamata dan digunakan sebagai aksesoris oleh wisatawan yang datang ke Bali. Gelang Tri Datu tidak mudah dilepaskan karena hanya dililitkan dan diikat pada pergelangan tangan dan terus digunakan di segala aktivitas pemakai. Hal ini menimbulkan potensi kontaminasi gelang ini oleh mikroorganisme. Proses kontaminasi dan penyebaran bakteri berasal dari aktivitas sehari-hari dan seringkali tidak disadari oleh manusia. Aktivitas sehari-hari yang dapat menjadi sumber penyebaran bakteri antara lain, berkebun, mencuci, menyentuh benda, dan masih banyak aktivitas lainnya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi bakteri di gelang Tri Datu. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Prosedur penelitian terdiri dari tahap persiapan tahap pengujian dan interpretasi hasil terdiri dari isolasi dan identifikasi, pewarnaan gram, dan uji biokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kontaminasi bakteri <em>E. coli</em> dan <em>Staphylococcus aureus</em> pada gelang serat benang dan ditemukan 2 sampel (S1 dan S5) yang terkontaminasi bakteri <em>E. coli</em> dan 4 sampel (S2, S3, S4, dan S6) yang terkontaminasi <em>Staphylococcus aureus.</em></p> <p><strong>Kata kunci</strong> :Gelang; Tri Datu; <em>E. Coli</em><em>; </em><em>Staphylococcus aureus.</em></p> 2022-06-09T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/21359 UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN NANOPARTIKEL PERAK (NPP) HASIL BIOSINTESIS MENGGUNAKAN EKSTRAK KULIT BUAH JERUK KUNCI Citrus microcarpa Bunge 2022-06-15T06:01:54+00:00 Athiah Masykuroh athiah.masykuroh@gmail.com Nita Abna Nithaabna05@gmail.com <p>Nanopartikel merupakan suatu partikel dengan ukuran nanometer yaitu sekitar 10-1000 nm. Nanopartikel merupakan salah satu senyawa yang dapat berpotensi sebagai antioksidan. Pengujian aktivitas antioksidan nanopartikel perak hasil biosintesis menggunakan ekstrak kulit buah jeruk kunci (<em>Citrus microcarpa</em> Bunge) dilakukan dengan metode DPPH. Sampel diuji pada panjang gelombang maksimum 516 nm. Variasi yang dilakukan yaitu variasi konsentrasi ekstrak 10%, 15% dan 20% v/v. Data absorbansi dihitung untuk memperoleh nilai IC<sub>50</sub>. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai IC50 nanopartikel perak pada konsentrasi 10% yaitu 327,58 ppm, pada konsentrasi 15% nilai IC50 yang diperoleh yaitu 325,80 ppm sedangkan nilai IC50 yang diperoleh pada konsentrasi 20% yaitu 194,03 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga variasi tergolong sebagai kategori antioksidan sangat lemah.</p> <p><strong>Kata kunci</strong> : nanopartikel perak , jeruk kunci, antioksidan, DPPH</p> 2022-06-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/21178 ANALISIS TIMBAL (Pb) DALAM AIR SUMUR DAN URINE DI SEKITAR TEMPAT PENGOLAHAN LIMBAH BAHAN BERACUN BERBAHAYA DESA KARANGDAWA 2022-06-04T05:03:52+00:00 Kurnia Ritma Dhanti krdhanti08@gmail.com Faiz Hibatulloh faizhibatulloh59@gmail.com Arif Mulyanto arif_anto@yahoo.co.id Retno Sulistiyowati retnosulistiyowati62@gmail.com <p>Limbah B3 adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung B3. Beberapa unsur yang&nbsp; masuk dalam kategori limbah B3 adalah logam berat seperti timbal (Pb), tembaga (Cu), cadmium (Cd), merkuri (Hg), besi (Fe), dan yang lainnya. Timbal merupakan racun lingkungan multitarget yang mampu menyebabkan berbagai penyakit akut atau kronis pada manusia. Penelitian ini dilakukan secara observasional deskriptif untuk mengetahui kadar timbal (Pb) dan tembaga (Cu) pada air sumur dan urine masyarakat yang tinggal di sekitar tempat pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Desa Karangdawa Kabupaten Tegal. Hasil analisis kualitatif pada sampel air sumur dan urine dari semua sampel adalah negatif mengandung Pb, namun hasil analisis kuantitatif sampel urine menggunakan <em>Atomic Absorbtion Spectrophotometer </em>(AAS) adalah semua sampel memiliki kadar Pb dalam urine di atas nilai normal yang ditentukan oleh Kementerian Kesehatan yaitu sebesar ≤ 0,15 mg/L.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci: Air Sumur, Timbal (Pb), Urine</p> 2022-06-06T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/21241 IDENTIFIKASI KEANEKARAGAMAN TANAMAN HORTIKULTURA DI KECAMATAN MODOINDING KABUPATEN MINAHASA SELATAN PROVINSI SULAWESI UTARA 2022-06-08T00:20:04+00:00 Anatje Lihiang anatjelihiang9@gmail.com Metilistina Sasinggala anatjelihiang9@gmail.com Regina R. Butarbutar reginabutarbutar@gmail.com <p>Tanaman hortikultura merupakan tanaman yang memiliki prospek pengembangan yang baik karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan potensi pasar yang terbuka lebar. Tanaman hortikultura memiliki beberapa fungsi yakni: sebagai sumber bahan makanan, hiasan/keindahan, obat-obatan, dan juga sebagai pekerjaan. Kabupaten Minahasa Selatan dengan ibu Kota Amurang mempunyai potensi yang besar dan kualitas yang baik untuk budidaya tanaman hortikultura. Kecamatan Modoinding adalah salah satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Minahasa Selatan. Tanaman hortikultura yang terdapat di Kecamatan Modoinding masih banyak yang belum teridentifikasi, &nbsp;sehingga menarik untuk diteliti. Karena jumlah areal yang cukup luas sehingga keanekaragaman tanaman hortikultura di daerah tersebutpun cukup tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keanekaragaman tanaman hortikultura yang terdapat di Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan, Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey eksploratif dan deskriptif, dengan mengamati morfologi dan deskripsi tumbuhan, didata dan dicatat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman hortikultura yang ada di kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan Provinsi Sulawesi Utara, terdapat berbagai jenis keanekaragaman yang telah teridentifikasi diperoleh sebanyak 48 spesies tanaman hortikultura, yang terdiri dari 16 jenis buah-buahan, 6 jenis tanaman obat, 8 jenis tanaman hias dan 18 jenis tanaman sayuran. Yang terdiri dari 12 ordo dan 14 famili untuk buah-buahan, 8 ordo dan 8 famili untuk tanaman hias, 12 ordo dan 13 famili untuk tanaman sayuran dan 2 ordo 2 famili untuk tanaman obat-obatan.</p> 2022-06-13T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR https://journal.unhas.ac.id/index.php/bioma/article/view/21493 PENGARUH KONSENTRASI HCl DAN PERLAKUAN MEKANIK TERHADAP VIGOR DAN VIABILITAS BIJI PERIA (Momordica charantia) 2022-06-24T02:14:17+00:00 Ardhiana Resti Kamila ardhianark@upi.edu Hilma Aulia hilmaaulia@upi.edu Mutiara Zahira Ramadhani mutiarazahira@upi.edu Puput Yuliasari puput.y@upi.edu Taufik Rahman taufikrahman@upi.edu Tri Suwandi trisuwandi@upi.edu <p>Skarifikasi berfungsi untuk mengurangi hambatan mekanik biji sehingga mempermudah biji dalam melakukan imbibisi yang dapat mempercepat pematahan dormansi yang diharapkan dapat meningkatkan daya hidup atau berkecambah dan daya kecepatan pertumbuhan biji peria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh skarifikasi mekanik melalui pengamplasan dan skarifikasi kimiawi melalui perendaman larutan HCl dengan konsentrasi yang berbeda terhadap vigor dan viabilitas pada biji peria (<em>Momordica charantia</em>).&nbsp; Penelitian terdiri atas beberapa tahap, yaitu persiapan biji peria yaitu dengan dilakukan perlakuan seperti pengamplasan dan pengimbibisian dengan HCl. Kemudian dilakukan pembibitan, yaitu penanaman biji peria menggunakan media tanam sebanyak 3 kali ulangan. Pertumbuhan biji diamati tiap harinya dan dicatat panjang radikula yang muncul. Data pengamatan kemudian diolah menggunakan Uji Anova melalui aplikasi SPSS. Didapatkan bahwa skarifikasi mekanik (pengamplasan) dan skarifikasi kimiawi (pengimbibisian menggunakan HCl) memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap viabilitas dan vigor biji peria. Skarifikasi mekanik dan kimiawi berpengaruh positif terhadap viabilitas dan vigor biji, sedangkan penggabungan perlakuan antara skarifikasi mekanik dan kimiawi berdampak negatif bagi viabilitas dan vigor biji.</p> 2022-06-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2022 BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR