Pengaruh Pemberian Bahan Aditif Berbeda terhadap pH dan Kandungan Bahan Kering Silase Sorgum Manis (Sorghum bicolor L.)

Authors

  • Mugfira Mugfira Mahasiswa Program Strata Satu Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin
  • Budiman Nohong Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin.
  • syamsuddin nompo Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin.

Abstract

Sorgum memiliki kemampuan untuk tumbuh baik disaat musim hujan maupun kemarau serta memiliki kandungan nutrisi yang hampir setara dengan rumput gajah. Hal ini tentunya dapat menjadi solusi dalam penyediaan pakan hijauan yang tidak kontinyu. Dalam pembuatan silase penambahan bahan aditif diperlukan untuk memperoleh hasil silase yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pH dan kandungan bahan kering silase sorgum manis yang diberi bahan aditif berbeda. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu P0: Kontrol, P1: Tepung Sagu 5%, P2: Dedak Padi 5%, dan P3: Dedak Jagung 5%. Sampel dianalisis di Laboratorium untuk mengetahui pH dan bahan kering dari silase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH silase sorgum pada perlakuan P0, P1, P2, dan P3 tidak berbeda nyata (P>0,05). pH dari silase sorgum yang dihasilkan berkisar antara 3,83 – 3,89 yang berarti merupakan silase dengan kualitas sangat baik. Sedangkan untuk kandungan bahan kering, silase pada perlakuan P0 (kontrol) sangat nyata lebih rendah (P<0,01) dibandingkan P2 dan nyata lebih rendah (P<0,05) terhadap P1 dan P3. Hal ini menunjukkan bahwa silase sorgum manis dengan 13% bx yang dibuat tanpa penambahan bahan aditif cukup layak untuk diterapkan melihat dari pH silase yang dihasilkan merupakan pH dengan kategori sangat baik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bureenok, S., T. Namihira, M. Tamaki, S. Mizumachi, Y. Kawamoto, and T. Nakada. 2005. Fermentative quality of guineagrass by using fermented juice of the epiphytic lactic acid bacteria (FJLB) as a silage additive. Asian-Aust. J. Anim. Sci. 18:807-811.

Despal, I.G. Permana, S.N. Safarina, and A.J. Tatra. 2011. Addition of water soluble carbohydrate sources prior to ensilage for ramie leaves silage qualities improvement. Med. Pet. 34: 69-76.

Gaspersz, V. 1994. Metode Rancangan Percobaan untuk Ilmu-ilmu Pertanian, Teknik dan Biologi. Bandung: CV Armico. 472.

Haresta, J. 2017. Produksi Biomassa dan Silase Beberapa Genotipe Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench) yang Ditanam Secara Tumpangsari dengan Ubikayu pada Dua Lokasi Berbeda. Skripsi. Universitas Lampung, Bandar Lampung.

Hu, E., R.J. Schmidt, E.E. McDonell, C.M. Klingerman, and L. Kung Jr. 2009. The Effect of Lactobacillus buchneri 40788 or Lactobacillus plantarum MTD-1 on the Fermentation and Aerobic Stability of Corn Silage Ensiled at Two Dry Matter Cortents. J. Dairy Sci. 92: 3907-3914.

Irawan, B., N. Sutrisna. 2011. Prospek pengembangan sorgum di Jawa Barat mendukung diversivikasi pangan. Forum Penelitian Agro Ekonomi. 29(2): 99-113.

Kojo, R.M., Rustandi, Y.R.L. Tulung, dan S.S. Malalantang. 2015. Pengaruh penambahan dedak padi dan tepung jagung terhadap kualitas fisik silase rumput gajah (Pennisetum purpureumcv). Jurnal Zootec. 35(1): 21-29.

Malik, M.A. 2013. Kualitas Fisik dan Kimiawi Silase Tanaman Sorgum Manis (Sorghum bicolor L. Moench) Umur 70 Hari dengan Penambahan Aditif. Skripsi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Nurharini, A. I. 2013. Pengaruh Waktu Panen Batang Sorgum Manis (Sorghum bicolor (L) Moench) terhadap Nira yang Dihasilkan. Skripsi. Universitas Hasanuddin, Makassar.

Perry, E., J.E. Oldfield, and W.W. Heinemann. 2003. Feeds and nutrition. 2nd Edition. California: The Ensminger Publishing Company.

Riswandi.2014. Kualitas Silase Eceng Gondok (Eichornia crassipers) dengan Penambahan Dedak Halus dan Ubi Kayu. Jurnal Peternakan Sriwijaya. 3(1).

Santi, R.K., D. Fatmasari, S.D. Widyawati dan W.P.S. Suprayogi. 2012. Kualitas dan Nilai Kecernaan InVitro Silase Batang Pisang (Musa paradisiaca) dengan Penambahan Beberapa akselerator. Journal Tropical Animal Husbandry. 1(1): 15-23.

Sawen, D., O. Yoku, dan M. Junaidi. 2003. Kualitas Silase Rumput Irian (Sorgum sp) dengan Perlakuan Penambahan Dedak Padi pada Berbagai Tingkat Produksi Bahan Kering. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner. Fakultas Peternakan Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Negeri Papua, Monokwari.

Silalahi, M.J., A. Rumambi, M.M. Telleng, W.B. Kaunang. 2018. Pengaruh pemberian pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan tanaman sorgum sebagai pakan. Zootec. 38(2) :286-295.

Stefani, J.W.H., F. Driehuis, J.C. Gottschal, and S.F. Spoelstra. 2010. Silage fermentation processes and their manipulation: Electronic Conference on Tropical Silage. FAO: 6-33.

Suarni dan I.U. Firmansyah. 2016. Struktur, Komposisi Nutrisi dan Teknologi Pengolahan Sorgum. Inovasi Teknologi dan Pengembangan. Balai Penelitian Tanaman Serealia.

Surono, M.S., dan S.P.S. Budhi. 2006. Kehilangan Bahan Kering dan Bahan Organik Silase Rumput Gajah pada Umur Potong dan Level Aditif yang Berbeda. Journal Indonesia Tropical Animal Agricultur. 31(1): 62-67.

Syahrir, S., M.Z. Mide dan Harfiah. 2013. Evaluasi Fisik Ransum Lengkap Berbentuk Wafer Berbahan Bahan Utama Jerami Jagung dan Biomassa Murbei. Proseding Seminar Nasional dan Forum Komunikasi Industri Peternakan. Bogor, 18–19 September 2013.

Downloads

Published

2019-11-08

Issue

Section

Articles