Karakteristik Ukuran Butir dan Mineral Liat Tanah pada Kejadian Longsor (Studi Kasus: Sub Das Jeneberang)

Main Article Content

Nur Isra
Syamsul Arifin Lias
Asmita Ahmad

Abstract

Longsor dapat dipicu oleh karateristik tanah yang terbentuk pada suatu wilayah yang dipengaruhi oleh ukuran fraksi tanah, terutama fraksi tanah yang berukuran lebih halus, yaitu fraksi tanah dari mineral liat. Stabililitas wilayah sub DAS Jeneberang pasca kejadian runtuhnya kaldera Gunung Bawakaraeng, menyebabkan gangguan berupa longsoran disekitar wilayah sub DAS lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ukuran butir dan mineral liat tanah pada kejadian longsor  di sub DAS hulu Jeneberang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan mengidentifikasi ukuran butir menggunakan ayakan ASTM 48 dan mineral liat tanah menggunakan FTIR. Titik longsor (TL) ditentukan dari kejadian longsor yang terjadi dan titik pembanding (TPB) ditentukan dari topografi dan bahan induk yang sama dengan titik longsor. Topografi pada daerah penelitian berombak hingga sangat curam dengan rata-rata curah hujan delapan tahun terakhir 3484 mm/tahun. Hasil analisis Ukuran butiran pada semua titik longsor dan titik pembanding didominasi ukuran 0,5 mm dengan bentuk butiran subrounded pada TL1, TL3, TL5, TL6, TL7, TL8, TL 10, TPB3, TPB4 dan subangular pada TL2, TL4, TL9, TPB1, TPB2. Dari hasil analisis mineral liat bahwa mineral liat dominan pada TL1, TL2, TL3, TL10, TPB1, TPB2  adalah kaolinit. TL6, TL5 adalah haloisit. TL8, TL4 adalah montmorilonit. TL9, TL7, TPB3 adalah klorit dan TPB4 adalah nakrit. Longsor yng terjadi dipicu oleh mineral liat tersedia yaitu kaolinit, haloisit, montmorilonit, dan klorit, sementara ukuran butir tanah tidak memberikan banyak pengaruh pada kejadian longsor.Kata kunci: Sub DAS Jeneberang, Longsor, Ukuran Butir, Mineral Liat Tanah

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Isra, N., Lias, S. A., & Ahmad, A. (2019). Karakteristik Ukuran Butir dan Mineral Liat Tanah pada Kejadian Longsor (Studi Kasus: Sub Das Jeneberang). Jurnal Ecosolum, 8(2), 62-73. https://doi.org/10.20956/ecosolum.v8i2.7874
Section
Articles

References

Ahmad, A., Lopulisa, C., Imran, A. M., & Baja, S. 2018. Soil physicochemical properties to evaluate soil degradation under different land use types in a high rainfall tropical region: A case study from South Sulawesi, Indonesia. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 157, No. 1, p. 012005). IOP Publishing.

Arif M. Dan Widodo A., 2008. Analisa Balik Kelongsoran (Studi Kasus Di Jember), Jurusan Teknik Sipil Ftsp- Its, Surabaya.

Arsyad, S. 2006. Konservasi Tanah & Air.Cetakan Ketiga. Ipb Press, Bogor.

Cruden, D.M., 1991. A Simple Definition Of A Landslide. Bulletin International Association For Engineering Geology, 43: 27-29.

Hardiyatmo, Hary Christady. 2006. Penanganan Tanah Longsor Dan Erosi. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta

Hanudin, E. 2004. Bahan Ajar Kimia Tanah. Jurusan Tanah Fakultas Pertanian UGM. Yogyakarta.

Husain, Ratna 2015. Tesis Geokimia Mineral Lempung Dan Implikasinya Terhadap Gerakan Tanah. Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Makassar.

Holtz, R.D. And Kovacs, W.D., 1981, “An Introduction In Geotechnical Engineering. Prentice Hall Civil Engineering Ang Engineering Mechanic Series.

Karnawati, D. 2001. Bencana Alam Gerakan Tanah Indonesia Tahun 2000 (Evaluasi Dan Rekomendasi). Jurusan Teknik Geologi. Fakultas Teknik. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Madjid. 2010. Sifat dan Ciri Tanah. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor: Bogor

Mitchell, James Kenneth. 1976. Fundamentals of Soil Behavior. Universitas Michigan

New Zealand Geotechnical Society Team. 2005. Field Description Of Soil And Rock, Guideline For The Field Classification And Description Of Soil And Rock For Enginee Ring Purposes. Nz Geotechnical Society Inc., New Zealand.

Panguriseng, Andi. Muh. Altin Massinai. Paharuddin. 2014. Analisis Sedimentasi Sungai Jeneberang Menggunakan Citra Spot-4 . FMIPA UNHAS, Makassar.

Solle, M. S., & Ahmad, A. 2016. Landslides Intensity on River Morphology of Jeneberang Watershed after Collapse of Caldera Wall at Mt. Bawakaraeng. Research Journal of Applied Sciences, 11(9), 874-878.

Varnes, D.J., 1978. Slope Movement Types And Processes, In Schuster, R.L. Ang Krizek, R.J., Landslide Analysis And Control, Transportation Research Board, Special Report 176. National Academi Of Sciences Usa.

Utomo, Bayu Septiono Setyo. 2008. Identifikasi Daerah Rawan Longsor Di Kabupaten Bogor Jawa Barat.Ipb

Wesley, L.D., 2012. Mekanika Tanah. Badan Penerbit Pekerjaan Umum, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

Wibowo, Y Sunarya. 2011. Perilaku Sifat Fisik Dan Keteknikan Tanah Residual Batuan Volkanik Kuarter Di Daerah Cikijing, Majalengka, Jawa Barat.