IDENTIFIKASI BIJIH BESI (Fe) MENGGUNAKAN METODA GEOLISTRIK RESISTIVITAS KONFIGURASI WENNER- SCHLUMBERGER DI KABUPATEN LUWU

Authors

  • Wira Sunarya <p>Departemen Geofisika</p><p>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</p><p>Universitas Hasanuddin, Makassar</p>
  • Hasanuddin Hasanuddin <p>Departemen Geofisika</p><p>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</p><p>Universitas Hasanuddin, Makassar</p>
  • Syamsuddin Syamsuddin <p>Departemen Geofisika</p><p>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</p><p>Universitas Hasanuddin, Makassar</p>
  • Maria Maria <p>Departemen Geofisika</p><p>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</p><p>Universitas Hasanuddin, Makassar</p>
  • Erfan Syamsuddin <p>Departemen Geofisika</p><p>Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam</p><p>Universitas Hasanuddin, Makassar</p>

DOI:

https://doi.org/10.20956/geocelebes.v1i2.2793

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi sebaran bijih besi di Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan dengan menggunakan metoda geolistrik tahanan jenis konfigurasi Wenner-Schlumberger. Hasil survey resistivity berupa penampang 2-D dan blok model 3-D yang memberikan informasi mengenai sebaran bijih besi, dimana penyebaran terbesar berada di sebelah barat daerah penelitian dengan arah timur laut - barat daya. Data resistivitas dari penampang resistivitas 2-D yang diperoleh dari pengukuran lintasan 1 sampai dengan pengukuran lintasan 4 di lapangan yaitu zona lapisan bijih besi magnetite berada pada resistivitas ρ < 40 Ωm, zona pelapukan batuan andesit dengan resistivitas 40 Ωm < ρ < 250 Ωm dan zona batuan basalt dengan resistivitas tinggi ρ > 250 Ωm yang sesuai dengan yang ditemukan bagian barat daerah penelitian yaitu di lembah buntu Mario dan buntu Sikuku hingga ke buntu Andulan bagian utara ada boulder magnetis yang tersebar di aliran sungai lamasi diperkirakan berasal dari zona potasik.

Downloads

Published

2017-10-28

Issue

Section

Articles