Pengukuran Penampang Stratigrafi dan Interpretasi Data Resistivitas 1D dan 2D untuk Identifikasi Akuifer Airtanah Daerah Sambutan, Samarinda Ilir, Kota Samarinda

Authors

  • Muhammad Amin Syam <p>Geological Engineering, Mulawarman University</p>
  • Hamzah Umar Geological Engineering, Mulawarman University
  • Heryanto Heryanto Geological Engineering, Mulawarman University

DOI:

https://doi.org/10.20956/geocelebes.v3i2.7669

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengindentifikasi lapisan akuifer dengan menggunakan metode pengukuran penampang stratigrafi dan metode resistivitas 1D dan 2D. Dari hasil pengukuran stratigrafi berdasarkan data singkapan batuan di permukaan diperoleh dua jenis lapisan yang dapat menjadi lapisan akuifer yaitu pasir dan batupasir sedang-kasar.  Dari hasil pengukuran dan korelasi data  resistivitas 1D atau VES dan stratigrafi terukur, lapisan akuifer ditemukan 2 jenis akuifer yakni akuifer bebas berupa pasir dengan tebal 0,163 m pada VES 1 dan 0,13 m pada VES 2. Akuifer tertekan berupa batupasir sedang-kasar dengan tebal 6,71 m dan kedalaman 22,96-29,67 m pada VES 1 dan tebal 6,1 m serta kedalaman 22,79 -28,89 m pada VES 2. Dari hasil pengukuran resistivitas 2D diinterpretasi adanya lapisan akuifer pada kedalaman 19 meter dengan nilai resistivitas 40 – 90 Ωm.

References

Noor, Djauhari, 2016, Prinsip-prinsip Stratigrafi, Pakuan University Press, BogorSaputra, H., 2014, Pemetaan Akuifer Air Tanah Dengan Metode Resistivitas Sounding Desa Segoroyoso, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Provinsi Yogyakarta, Program Studi Geofisika – UGM, YogyakartaSuyanto, I., 2013, Perbandingan Survei dan Analisis Data Geolistrik Sounding  Daerah Pantai dan Pegunungan: Studi Kasus Penyelidikan Air Tanah di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Lab. Geofisika – FMIPA UGM, YogyakartaTelford, W.M., L.P. Geldart., R.E. Sheriff., D.A Keys., 1982, Applied Geophysic Second Edition, Cambridge University Press, London, Hal. 289-290, 524.

Downloads

Published

2019-10-31

Issue

Section

Articles