Hasanuddin Journal of International Affairs https://journal.unhas.ac.id/index.php/hujia <p>Hasanuddin Journal of International Affairs, is a peer-reviewed journal published twice a year in February and August by Department of International Relations, Faculty of Social and Political Sciences, Hasanuddin University. Hasanuddin Journal of International Affairs welcomes academics as well as practitioners to contribute their thoughts on International Relations. Hasanuddin Journal of International Affairs with registered number ISSN 2774-7328 (Print), ISSN 2775-3336 (Online), is published in English or Bahasa Indonesia.</p> <p>Hasanuddin Journal of International Affairs discusses both theoretical and empirical findings. The main theory and concepts should refer to studies of International Relations, International Security, International Political Economy, or International and Transnational Studies. The articles published in Hasanuddin Journal of International Affairs have been double blind-reviewed by peer reviewers. The decision on whether the scientific article is accepted or not in this journal will be the Editorial Board’s right based on peer reviewer's recommendation.</p> <p>Please read and understand the author guidelines thoroughly. Author who submits a manuscript to the editors of Hasanuddin Journal of International Affairs should comply with the author guidelines. If the submitted manuscript does not comply with the guidelines or using a different format, it will be rejected by the editorial team before being reviewed. Editorial Team will only accept a manuscript that meets the specified formatting requirements.</p> Department of International Relations, Hasanuddin University en-US Hasanuddin Journal of International Affairs 2774-7328 Analisis Hubungan Kerjasama Bilateral Australia dan Fiji Dalam Bidang Keamanan Periode 2014-2019 https://journal.unhas.ac.id/index.php/hujia/article/view/9829 <p><em>This research will try to analyze the bilateral relations between Australia and Fiji in the security sector for the 2014-2019 period. In this study, the researcher will explain the background of Australia and Fiji's cooperation in the field of security. In addition, the researcher also explained the dynamics that occurred in the relations between the two countries and the challenges of their relationship in the future. This study uses foreign policy theory with the concept of national importance to understand the reasons Australia and Fiji work together in the security sector.</em></p> <p> </p> <p> </p> <p>Penelitian ini akan mencoba untuk menganalisis hubungan kerjasama bilateral Australia dan Fiji dalam bidang keamanan periode 2014-2019. Dalam penelitian ini peneliti akan menjelaskan tentang latar belakang kerjasama Australia dan Fiji dalam bidang keamanan. Selain itu, peneliti juga memaparkan tentang dinamika yang terjadi dalam hubungan kedua negara dan tantangan yang akan dihadapi keduanya di masa depan. Penelitian ini menggunakan teori kebijakan luar negeri dengan konsep kepentingan nasional untuk memahami alasan Australia dan Fiji bekerja sama dalam bidang keamanan.</p> Siti Dhea Meutia Syarif Copyright (c) 2021 Hasanuddin University Journal of International Affairs 2021-08-27 2021-08-27 1 2 114 123 Kerjasama Jepang dan Indonesia https://journal.unhas.ac.id/index.php/hujia/article/view/14710 <p><em>This article focuses on the cooperation between Japan and Indonesia. At the beginning of the article, we discussed the development of the Japanese economy after World War II. The Japanese economy collapsed after World War II. However, in the 1960s and 1980s, Japan had become the highest-paid economy. Japan develops technology and builds human resources by focusing on their social infrastructure and social traditions. Japan does not take funds from abroad to support its economic and technological development. Japan prefers to cooperate with local industry and social infrastructure development. Japan continues to build its education system and develop the business culture that has become their tradition. Indonesia and Japan have long established cooperation. The two countries cooperate in almost all sectors such as economic, cultural, social, and security. One form of bilateral cooperation that has been implemented is the Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Indonesia is Japan's biggest development partner. Japan's overseas development assistance (ODA) has supported Indonesia's infrastructure, agriculture, industry, education, health and social development as well as institutional and capacity building.</em></p> <p> </p> <p> </p> <p>Artikel ini berfokus pada kerjasama Jepang dan Indonesia. Pada awal artikel, kami membahas perkembangan ekonomi Jepang setelah Perang Dunia II. Perekonomian Jepang hancur setelah terjadinya Perang Dunia II. Meskipun demikian, pada era tahun 1960an hingga 1980an, Jepang telah menjadi ekonomi dengan berupah tertinggi. Jepang mengembangkan teknologi dan membangun sumber daya manusia dengan berfokus pada infrastruktur sosial dan tradisi sosial mereka. Jepang tidak mengambil dana dari luar negeri untuk mendukung pembangunan ekonomi dan teknologinya. Jepang lebih memilih untuk menjalin kerja sama dengan industri lokal dan pembangunan infrastruktur sosial. Jepang terus membangun sistem pendidikannya dan mengembangkan kultur bisnis yang telah menjadi tradisi mereka. Indonesia dan Jepang sudah lama menjalin kerja sama. Kedua negara menjalin kerjasama hampir disemua sektor seperti ekonomi, kebudayaan, sosial, dan keamanan. Salah satu bentuk kerja sama bilateral yang telah terlaksana seperti Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Indonesia merupakan mitra pembangunan terbesar bagi Jepang. Bantuan pembangunan luar negeri Jepang (ODA) telah mendukung pembangunan infrastruktur, pertanian, industri, pendidikan, kesehatan dan sosial Indonesia serta pembangunan kelembagaan dan kapasitas.</p> Seniwati Munif Arif Ranti Oktaviano Nandito Guntur Ibnu Aly Badiu Copyright (c) 2021 Hasanuddin Journal of International Affairs 2021-08-27 2021-08-27 1 2 124 133 Analisis Proses Perundingan Kerja Sama IA-CEPA (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement) Tahun 2013-2018 https://journal.unhas.ac.id/index.php/hujia/article/view/15111 <p><em>CEPA</em> <em>is an economic agreement between countries that aims to increase bilateral trade between the two parties. The CEPA is different from the Free Trade Agreement (FTA), the CEPA not only aims to reduce trade barriers, but this agreement covers a much broader area of ​​cooperation, such as investment, economic assistance, technology cooperation and renewable energy and so on so that it is comprehensive.</em><em> IA-CEPA is a comprehensive economic partnership agreement between Indonesia and Australia, with the basic principle of a partnership that is mutually beneficial in a balanced manner. This research was conducted with the aim of analyzing the process of IA-CEPA cooperation negotiations carried out in 2013-2018, and to find out the opportunities, advantages and challenges of bilateral cooperation between Australia and Indonesia within the IA-CEPA framework. The research method used is descriptive, </em><em>by using literature like books, journals, articles, official websites, and reports which are related to this research. The results of this study indicate that the IA-CEPA agreement can be categorized as a promising treaty framework for the two countries and the challenges faced by the two countries in this agreement are still not optimal for the two countries.</em></p> <p> </p> <p> </p> <p>CEPA merupakan perjanjian ekonomi antar negara yang bertujuan meningkatkan perdagangan bilateral antara kedua belah pihak. CEPA memiliki perbedaan dengan <em>Free Trade Agreement</em> (FTA), CEPA tidak hanya bertujuan untuk mengurangi hambatan perdagangan saja, tetapi perjanjian ini mencakup area kerja sama yang jauh lebih luas, seperti investasi, bantuan ekonomi, kerja sama teknologi serta energi terbaharukan dan sebagainya sehingga bersifat komprehensif. IA-CEPA adalah persetujuan kemitraan ekonomi yang komprehensif antara Indonesia dengan Australia, dengan prinsip dasar kemitraan yang saling menguntungkan secara berimbang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisa proses perundingan kerja sama IA-CEPA yang dilakukan pada tahun 2013-2018, serta untuk mengetahui peluang, keuntungan dan tantangan kerja sama bilateral antara Australia – Indonesia dalam kerangka IA-CEPA. Metode penulisan yang digunakan dalam penyusunan tulisan ini adalah metode deskriptif, dengan literatur seperti buku-buku, jurnal, artikel, situs internet resmi, serta laporan yang berkaitan dengan penulisan ini. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perjanjian IA-CEPA dapat dikategorikan sebagai kerangka perjanjian yang menjanjikan bagi kedua negara serta dalam tantangan yang dihadapi oleh kedua negara dalam perjanjian ini masih kurang optimal bagi kedua negara.</p> Julia Hardianti Rusmin Adi Suryadi Nurjannah Abdullah Copyright (c) 2021 Hasanuddin Journal of International Affairs 2021-08-27 2021-08-27 1 2 134 153 Peran Conservation International (CI) Terhadap Konservasi Perairan di Bali (Studi Kasus: Desa Tulamben, Bali) https://journal.unhas.ac.id/index.php/hujia/article/view/17674 <p><em>This study aims to determine Conservation International's strategy for Aquatic Conservation in Tulamben, Bali and the impact resulting from Conservation International on Aquatic Conservation in Tulamben, Bali. The research method used in the preparation of this thesis is descriptive method, with data collection techniques in the form of reviewing books, journals, articles, official internet sites, as well as reports or documents related to this research.</em></p> <p><em>The results of this study found two things. First, Conservation International's strategy for Marine Conservation in Tulamben, Bali, which is to play a role in managing policies and regulations with the Tulamben Village government and participating with the community in the context of integrating the Marine Protected Area (KKP) program. Second, the impact of Conservation International on Marine Conservation in Tulamben, Bali is divided into three dimensions, namely social, environmental and economic. The social impact is the active role of the community in the Conservation International program. Environmentally, there is growth of fish varieties in the conservation area of ​​Tulamben Village. And the economic impact is the increase in hotel accommodation in Tulamben and local workers.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi <em>Conservation International </em>terhadap Konservasi Perairan di Tulamben, Bali dan dampak yang dihasilkan dari <em>Conservation International </em>terhadap Konservasi Perairan di Tulamben, Bali. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa telaah buku, jurnal, artikel, situs internet resmi, serta laporan atau dokumen yang berkaitan dengan penelitian ini.</p> <p>Hasil penelitian ini menemukan dua hal. Pertama, strategi <em>Conservation International </em>terhadap Konservasi Perairan di Tulamben, Bali yaitu berperan dalam pengelolaan kebijakan dan regulasi bersama pemerintah Desa Tulamben serta partisipasi bersama masyarakat dalam konteks integrasi program Kawasan Konservasi Perairan (KKP). Kedua, dampak <em>Conservation International </em>&nbsp;terhadap Konservasi Perairan di Tulamben,Bali terbagi atas tiga &nbsp;dimensi, yaitu sosial, &nbsp;lingkungan, dan ekonomi. Adapun dampaknya secara sosial yaitu peran aktif masyarakat dalam program <em>Conservation International. </em>Secara lingkungan, adanya pertumbuhan varietas ikan di areal kawasan konservasi Desa Tulamben. Dan dampaknya secara ekonomi yaitu meningkatnya akomodasi perhotelan di Tulamben serta tenaga kerja lokal.</p> Timothy Fabian Theodurrus Aswin Baharuddin Bama Andika Putra Copyright (c) 2021 Hasanuddin Journal of International Affairs 2021-08-27 2021-08-27 1 2 154 171 Dampak Kebijakan Luar Negeri RRT di Amerika Latin terhadap Perekonomian Brazil https://journal.unhas.ac.id/index.php/hujia/article/view/17675 <p><em>This study aims to provide an overview of the implementation of China's foreign policy in Latin America within the framework of peaceful development as a manifestation of China's identity and interests in the region. Furthermore, this study also aims to see the extent of the impact of China's policies in Latin America on the Brazilian economy. The type of research that the author uses is a qualitative method with data collection techniques in the form of literature review/library research. The data used is secondary data sourced from reports, journals, articles, books and other documents which are then analyzed qualitatively by descriptive-analytic method.</em></p> <p><em>The results of this study indicate that China's foreign policy towards Latin America based on peaceful development is oriented towards mutual development through increasing cooperation in various fields. The implementation of China's foreign policy in Latin America in this case is carried out in two forms: multilateral cooperation through inter-regional organizations, in particular the CELAC-China Forum as the main structure; and bilateral cooperation with each country in the region. In practice, the two forms of cooperation are carried out synergistically and simultaneously, and are open to the participation of countries outside the region. In the context of Brazil, China's foreign policy in Latin America has more or </em><em>significant impact, though not comprehensively</em><em>. By looking at the increase in Brazil's GDP and the PRC's global investment figures in the country during China's joining the CELAC-China Forum and the implementation of the China-Latin American and Caribbean Countries Cooperation Plan (2015-2019) since 2015, it can be said limitedly that China's development oriented economic policy has had a positive impact on the Brazilian economy.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai bentuk implementasi kebijakan luar negeri RRT di Amerika Latin dalam kerangka peaceful development sebagai wujud identitas dan kepentingan RRT di kawasan tersebut. Lebih lanjut, penelitian ini juga bertujuan untuk melihat sejauh mana dampak kebijakan RRT di Amerika Latin terhadap perekonomian Brazil. Tipe penelitian yang penulis gunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur/telaah pustaka. Data yang digunakan berupa data sekunder, bersumber dari laporan, jurnal, artikel, buku serta dokumen lain yang kemudian dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitik.</p> <p>Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri RRT terhadap negara-negara di kawasan Amerika Latin berdasarkan <em>peaceful development</em> berorientasi pada pembangunan bersama melalui peningkatan kerja sama di berbagai bidang. Implementasi kebijakan luar negeri RRT di Amerika Latin dalam hal ini diterapkan melalui dua bentuk: kerja sama multilateral melalui organisasi inter-regional, khususnya Forum CELAC-Tiongkok sebagai struktur utama; dan kerja sama bilateral dengan masing-masing negara di kawasan. Pada praktiknya, kedua bentuk kerja sama tersebut dilakukan secara sinergis dan simultan, serta terbuka terhadap keikutsertaan negara-negara di luar kawasan. Dalam konteks Brazil, kebijakan luar negeri RRT di Amerika Latin kurang lebih memberikan dampak yang cukup signifikan, meskipun tidak menyeluruh. Dengan melihat pada kenaikan PDB Brazil dan angka investasi global RRT di negara tersebut sepanjang bergabungnya Tiongkok dalam <em>CELAC-China Forum </em>beserta implementasi <em>China-Latin American and Caribbean Countries Cooperation Plan</em> (2015-2019) sejak tahun 2015, maka dapat dikatakan secara terbatas bahwa kebijakan ekonomi berorientasi pembangunan bersama yang dijalankan RRT memiliki dampak positif terhadap perekonomian Brazil.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> St. Husnul Khatimah Agussalim Burhanuddin Aswin Baharuddin Copyright (c) 2021 Hasanuddin Journal of International Affairs 2021-08-27 2021-08-27 1 2 172 192 Kerjasama Indonesia - Malaysia dalam Peningkatan Taraf Pendidikan Anak TKI di Negeri Sabah https://journal.unhas.ac.id/index.php/hujia/article/view/17737 <p><em>This study aims to describe the effectiveness and challenges of Indonesia- Malaysia cooperation in improving the education level of the Indonesian labour’s Children in Sabah, Malaysia. The research method used in the preparation of this thesis is a descriptive qualitative method which aims to describe the effectiveness and challenges of Indonesia-Malaysia cooperation. The data collection technique used is a literature review that comes from various literatures such as books, journals, documents, articles, and electronic media such as the internet. In this research, the writer also uses qualitative data analysis with deductive writing method.</em></p> <p><em>The results of this study indicate that there is a good relationship that exists between Indonesia and Malaysia through bilateral cooperation between the two countries in solving the problems of children of Indonesian labour workers residing in the country of Sabah. Indonesia implements the foreign policy with the aim of achieving its national interest, namely intellectual life of the nation. In its implementation, accompanied by the issuance of the Guidelines for Establishing CLC in Sabah by the Malaysian Ministry of Education, Indonesia has implemented several policies to facilitate the provision of educational services to the children of Indonesian migrant workers. These include establishing the Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), the establishment of a Community Learning Center (CLC), the implementation of sending Indonesian teachers to Sabah next repatriation programs, as well as the issuance of official documents or population documents, namely passports, birth certificates, and marriage certificates. The collaboration between Indonesia and Malaysia can be said to be quite effective, as seen from the increase number of teachers accompanied by the addition of available education levels, namely CLC SD and CLC SMP which are widely spread and are directly proportional to the increase Indonesian labour’s children who can access education/get educational services.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas dan tantangan dari kerjasama Indonesia-Malaysia dalam peningkatan taraf pendidikan anak-anak TKI yang ada di Negeri Sabah, Malaysia. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan skripsi ini adalah metode kualitatif deskripstif yang bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas dan tantangan dari kerjasama Indonesia- Malaysia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah telaah pustaka yang bersumber dari berbagai literatur seperti buku, jurnal, dokumen, artikel, maupun media elektronik seperti internet. Dalam penelitian ini, penulis juga menggunakan analisis data kualitatif dengan metode penulisan deduktif.</p> <p>Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan baik yang terjalin antara Indonesia dan Malaysia melalui kerjasama bilateral kedua negara dalam menyelesaikan permasalahan anak TKI yang berada di negeri Sabah. Indonesia mengimplementasikan kebijakan luar negerinya dengan tujuan untuk mencapai kepentingan nasionalnya, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam penjalanannya, disertai dengan dikeluarkannya Pedoman Penubuhan CLC di negeri Sabah oleh Kementerian Pelajaran Malaysia, Indonesia menjalankan beberapa kebijakan untuk memudahkan pemberian layanan pendidikan kepada anak-anak TKI. Diantaranya mendirikan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), terbentuknya <em>Community Learning Center </em>(CLC), pelaksanaan pengiriman guru Indonesia ke Sabah hingga program repatriasi, serta penerbitan dokumen resmi atau dokumen kependudukan, yakni berupa Paspor, Surat Akta Kelahiran, dan Surat Pernikahan. Kerjasama yang dilakukan antara Indonesia dan Malaysia dapat dikatakan cukup efektif dilihat dari adanya penambahan jumlah guru disertai penambahan jenjang pendidikan yang tersedia yaitu CLC SD serta CLC tingkat SMP yang banyak tersebar dan berbanding lurus dengan bertambahnya anak-anak TKI yang dapat mengakses pendidikan/mendapatkan layanan pendidikan.</p> Anita Darwis Aswin Baharuddin Copyright (c) 2021 Hasanuddin Journal of International Affairs 2021-08-27 2021-08-27 1 2 193 216 Kebijakan Bebas Visa Kunjungan Menghilangkan atau Melestarikan Kearifan Lokal Bali https://journal.unhas.ac.id/index.php/hujia/article/view/17715 <p><em>T</em><em>his study was conducted to see whether the Indonesian government's policy to increase tourist visits will eliminate the values ​​of local wisdom and reduce people's welfare or vice versa. Furthermore, this paper also examines whether there is a role that the government can take to improve the welfare of the Balinese people and protect local values ​​as the unique attraction of Bali as the Island of the Gods.</em> <em>The findings of this research found that</em> <em>t</em><em>he high competition between countries in order to attract tourist visits to their country has caused Indonesia to start thinking and seriously reviewing various ways to further increase the number of tourists visiting Indonesia. Bali, as a tourist destination, is strongly encouraged to be able to increase the number of tourist visits every year</em><em>. However, the question is whether the government is capable enough to encourage the growth of this sector without ignoring many conflicting effects that can arise, one of which is the increasing number of tourists in quantity but not accompanied by the quality of tourists and their purchasing power in this country. Another thing in terms of language problems, for example, tourists visiting Bali are mostly from China. Related to this, our society needs to work hard to be able to adapt and have good Chinese language skills in order to treat Chinese tourists. However , in practice many tour guides come from outside Bali, causing concerns and feelings of competition for the local Balinese people who work in this field. </em></p> <p> </p> <p>Penelitian ini akan mengkajian mengenai apakah kebijakan ini akan menghilangkan atau mampu melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang ada hingga kesejahteraan masyarakat lokal serta apakah ada peran yang dapat dilakukan pemerintah untuk melindungi masyarakat lokal serta nilai-nilai agar tentu dapat tetap dilestarikan sebagai satu daya Tarik khas Pulau Dewata. Temuan dalam penelitian ini ada;ah bahwa tingginya persaingan antar negara yang menyebabkan Indonesia mulai memikirkan bagaimana untuk meningkatkan jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia terus dikaji. Bali khususnya sebagai daerah pariwisata menjadi daerah yang begitu didorong untuk mampu setiap tahunnya terus meningkatkan jumlah wisatawannya. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah pemerintah mampu mendorong perekonomian di sektor ini tanpa melihat banyak efek yang dapat muncul, salah satunya adalah jumlah wisatawan yang meningkat secara kuantitas tidak diiringi dengan kualitas wisatawan yang datang serta daya beli mereka di negara ini. Hal lainnya ialah wisatawan yang banyak datang ialah wisatawan asal negara Tiongkok yang mana dari sisi Bahasa masyarakat kita perlu berupaya keras untuk beradaptasi dalam sisi Bahasa untuk dapat mentreat wisatawan yang datang yang pada prakteknya banyak tour guide yang berasal dari luar bali yang perlu didatangkan sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat lokal bali yang merasa tersaingi. </p> Intan Parameswari Anak Agung Ayu Copyright (c) 2021 Hasanuddin Journal of International Affairs 2021-08-27 2021-08-27 1 2 217 230