Pola dan Motivasi Agroforestry Serta Kontribusinya Terhadap Pendapatan Petani Hutan Rakyat Di Kabupaten Polewali Mandar
Keywords:
Pola, Motivasi, Pendapatan, Agroforestry, Hutan Rakyat.Abstract
Kabupaten Polewali Mandar merupakan salah satu kabupaten yang sebagian masyarakatnya melakukan usaha tani dalam memanfaatkan lahan hutan rakyat dengan menanam tanaman pertanian dan pohon-pohon yang dapat menghasilkan kayu maupun pakan ternak. Sistem ini sudah lama dikembangkan secara turun temurun oleh petani yang mengelolah lahannya dengan sistem agroforestry, namun pengelolaannya masih dinilai kurang serius sehingga masih ada anggapan masyarakat bahwa, komoditas selain hasil hutan kayu kurang memiliki nilai tambah. Tujuan penelitian ini adalah “Mengidentifikasi pola-pola dan motivasi agroforestry serta kontribusinya terhadap pendapatan petani hutan rakyat ”. penelitian ini dilakukan tepatnya di Desa Mirring Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar pada bulan April hingga Juli 2019. Akumulasi data menggunakan metode survei dan wawancara . Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, petani mengembangkan empat bentuk sistem pengelolaan hutan rakyat berbasis agroforestry yaitu pola agroforestry bentuk campuran acak, (Mixture Random), pola agroforestry bentuk baris (Alternate Rows) , pola agroforestry bentuk Pagar (Atress Along Borders) dan pola agroforestry bentuk lorong (Alley Cropping). Sedangkan Motivasi masyarakat dalam berpola tanam agroforestry dipengaruhi oleh manfaat yang dirasakan yaitu Ekonomi dengan persentase tertinggi sebesar 51,65% , sedang pada motivasi Sosial(27,47%).dan terendah pada motivasi Ekologi (20,88%), Kecendrungan motivasi ekonomi mempengaruhi Petani memilih pola tanam. Pola agroforestry yang memberikan kontribusi pendapatan terbesar adalah pola agroforestry A (Agrisilvikultur Atress Along Borders) dengan pendapatan rata-rata Rp.14.873.222 dengan persentase 28,58%. Terdapat 3 jenis produk agroforestry yang merupakan sumber pendapatan terbesar yakni Kakao , Langsat dan Durian.
References
Badan Pusat Statistik. 2017. Statistik Kecamatan Binuang. Polewali Mandar (ID): Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar.
Daud I, Arafat A, Rahmania. 2018. Nilai Ekonomi Langsung Berbagai Sistem Pengelolaan Hutan Rakyat di Desa Mirring Kabupaten Polman Sulawesi Barat. Jurnal Hutan dan Masyarakat 10 (1), 185-191.
Djajapertjunda S. 2003. Mengembangkan Hutan Milik di Jawa. Buku. Bandung. Alqaprint Jatinangor. 88 Hlm.
Insani F N, Asihing K, Rudi H. 2015. Motivasi Petani dalam Mengelolah Hutan Rakyat di Desa Sukoharjo 1 Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu. Jurnal Sylva Lestari 3(3), 51-62.
Jumadil, Imran R dan Abdul H. 2018. “Analisis Penggunaan Kayu Bakar Masyarakat Di Dusun Salena Kelurahan Buluri Kecamatan Ulujadi Kota Palu”:dalam Jurnal Warta Rimba Volume 6 (hlm.21-27).Palu : Univeristas Tadulako.
Lahjie. A. M. 2001. Tehnik Agroforestry. Grafika UPNV. Jakarta.
Mahendra, F. 2009. Sistem Agroforestri dan Aplikasinya. Graha Ilmu. Yogyakarta.
P. K. R Nair. 1987. Agroforestry System Inventory. Agroforestry System S : 301 – 317. Marinus Nyhoff The Netherlands.
Sabarnurdin S, Budiadi, Suryanto P. 2011. Agroforestri Untuk Indonesia: Strategi Kelestarian Hutan dan Kemakmuran. Yogyakarta: Terangkata Media.
Vonn Maydell H.J. 1986. Agroforest Twitschat in den Tropen und Subtropen. In Rehm, S. (Ed). 1986. Grundlagen des Pflanzenabbaus in den Tropen und Subtropen. Eugenulmer. Stuttgart.
Witatriasti, Tantri. 2010. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Intensitas Pengelolaan Hutan Rakyat di Desa Gunung Sari Kecamatan Pamijaan Kabupaten Bogor. Dalam Jurnal Penelitian Jurnal Sylva Lestari 3(3), 51-62.