Inovasi lilin aromaterapi sebagai upaya pengendalian nyamuk di lingkungan rumah tangga di Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang

Authors

  • Nurul Hijeria Harjum Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Abigael Abigael Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Syarifuddin M. Parenreng Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Fadillah Rahma Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Rayhan Syah Bugis Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Ahwiyah Ekawaty Said Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar
  • Erwin Erwin Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin, Makassar

Keywords:

Aedes aegypti, Bahan alami, Insektisida sintetis, Kesehatan masyarakat, Minyak atsiri, Ramah lingkungan

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD), yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti, tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Pada umumnya, pengendalian nyamuk di rumah tangga masih mengandalkan insektisida sintetis, yang bisa menimbulkan efek buruk bagi kesehatan manusia dan lingkungan, serta menyebabkan resistensi pada populasi nyamuk. Oleh karena itu, metode pengendalian yang lebih aman dan ramah lingkungan diperlukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memproduksi lilin aromaterapi dengan menggunakan minyak esensial sebagai alternatif pengendalian nyamuk. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Februari 2026 di Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, dengan partisipasi 20 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga, anggota PKK, dan masyarakat umum. Pelaksanaan kegiatan mencakup sosialisasi, demonstrasi pembuatan lilin aromaterapi, praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pada semua parameter pengetahuan peserta setelah pelatihan. Pengetahuan mengenai penyakit yang disebabkan oleh nyamuk meningkat dari 55% menjadi 95%. Selain itu, pengetahuan tentang pengendalian nyamuk yang ramah lingkungan meningkat dari 40% menjadi 90%. Penggunaan minyak atsiri mengalami peningkatan dari 30% menjadi 85%, sementara pengetahuan tentang bahan untuk membuat lilin aromaterapi meningkat dari 35% menjadi 90%. Tahapan pembuatannya juga menunjukkan peningkatan dari 25% menjadi 95%. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan bahan alami sebagai alternatif pengendalian nyamuk. Selain itu, kegiatan ini juga menghasilkan produk lilin aromaterapi yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi usaha rumah tangga dengan nilai ekonomi.

Downloads

Published

2026-06-30

Issue

Section

Articles

Categories