Orientasi Budaya Politik Mahasiswa Ilmu Politik Unhas Terhadap Pencalonan Gibran Rakabuming Raka Dalam Pemilu 2024 Calon Wakil Presiden Di Indonesia

Authors

  • mario aiman saputra hasanuddin university

Keywords:

Budaya Politik, Mahasiswa, Pencalonan Gibran Rakabuming Raka, Demokrasi, Politik Dinasti

Abstract

Pemilihan Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kontroversi pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden pada Pemilu 2024 yang memicu perdebatan publik terkait pelanggaran etika di Mahkamah Konstitusi, konflik kepentingan, dan politik dinasti. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi orientasi budaya politik mahasiswa Ilmu Politik Universitas Hasanuddin dalam memaknai fenomena tersebut menggunakan kerangka teori Almond dan Verba. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analitik dengan teknik purposive sampling terhadap mahasiswa aktif Departemen Ilmu Politik semester V ke atas. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan orientasi kognitif mahasiswa bervariasi dari pemahaman mendalam dan kritis hingga pengetahuan permukaan yang terbatas. Orientasi afektif berkisar dari kemarahan dan kekecewaan mendalam hingga sikap pragmatis, apatis, atau positif. Orientasi evaluatif menunjukkan perbedaan signifikan dari penilaian normatif berprinsip hingga pragmatis akomodatif. Integrasi ketiga orientasi tersebut menghasilkan dua kecenderungan budaya politik: partisipan yang dicirikan oleh pengetahuan mendalam, sikap kritis, dan penilaian normatif; serta subjek yang dicirikan oleh pengetahuan terbatas, sikap netral atau apatis, dan penilaian akomodatif terhadap status quo.

Downloads

Published

2026-08-10

Issue

Section

Articles