Pengaruh Sistem Pendingin Air Tawar terhadap Kinerja Mesin Utama Kapal

Main Article Content

Jannatul Marwah Tiro
Syerly Klara
M. Rusydi Alwi
Andi Husni Sitepu

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya temperatur air tawar pendingin pada mesin utama kapal MT. NABILA 15 hingga mencapai 83°C, yang melebihi batas temperatur kerja optimal mesin. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan efisiensi pembakaran, meningkatkan konsumsi bahan bakar, serta menyebabkan terjadinya overheating pada mesin utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penurunan temperatur air tawar pendingin setelah dilakukan perbaikan (repair) sistem pendingin terhadap kinerja mesin utama kapal MT. NABILA 15. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif berdasarkan data operasional mesin sebelum dan sesudah repair sistem pendingin. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, pencatatan data operasional mesin, dan studi dokumentasi. Parameter yang dianalisis meliputi daya efektif (Brake Power/BP), konsumsi bahan bakar spesifik (Specific Fuel Consumption/SFC), efisiensi termal, serta neraca kalor yang mencakup energi bahan bakar (Qf), daya efektif (Qp), panas yang diserap air pendingin (Qw), panas gas buang (Qexh), dan kehilangan panas (Qloss). Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan repair sistem pendingin, temperatur air tawar pendingin outlet menurun dari 83°C menjadi 78°C. Penurunan temperatur tersebut diikuti dengan peningkatan daya efektif dari 1.618 kW menjadi 1.710 kW, penurunan nilai SFC dari 0,172 kg/kWh menjadi 0,157 kg/kWh, serta peningkatan efisiensi termal dari 62,04% menjadi 70,33%. Analisis neraca kalor menunjukkan bahwa nilai Qf menurun dari 2.964,448 kW menjadi 2.602,138 kW, Qw menurun dari 376,304 kW menjadi 287,207 kW, dan Qexh menurun dari 1.116,210 kW menjadi 876,399 kW, sedangkan Qloss meningkat dari 149,826 kW menjadi 266,681 kW. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa perbaikan sistem pendingin air tawar mampu meningkatkan efisiensi termal dan kinerja mesin utama secara signifikan, sehingga mendukung pengoperasian kapal yang lebih andal dan hemat energi.

Article Details

Section
Articles