Analisis Perbandingan Kinerja Baterai Lithium dan Lead Acid pada Kapal Ikan berbasis Tenaga Surya
Main Article Content
Abstract
Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada kapal ikan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Namun, sifat energi surya yang intermiten menyebabkan sistem PLTS memerlukan media penyimpanan energi yang memiliki kinerja dan keandalan tinggi. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja baterai lithium-ion dan lead-acid sebagai sistem penyimpanan energi pada kapal ikan berbasis tenaga surya berdasarkan aspek teknis dan ekonomis. Penelitian dilakukan melalui simulasi menggunakan perangkat lunak System Advisor Model (SAM) dengan memanfaatkan data radiasi matahari dari Stasiun Meteorologi Maritim Paotere, Makassar. Parameter yang dianalisis meliputi efisiensi baterai, kapasitas energi, umur pakai, serta biaya siklus hidup selama periode operasi 25 tahun. Hasil simulasi menunjukkan bahwa baterai lithium-ion memiliki efisiensi sebesar 92,11%, sedikit lebih tinggi dibandingkan baterai lead-acid sebesar 92,02%. Selain itu, baterai lithium-ion hanya memerlukan satu kali penggantian dengan total biaya USD 448 selama 25 tahun, sedangkan baterai lead-acid memerlukan tiga kali penggantian dengan total biaya USD 980. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baterai lithium-ion memberikan kinerja teknis yang lebih baik serta lebih ekonomis dalam jangka panjang, sehingga lebih layak diterapkan sebagai sistem penyimpanan energi pada kapal ikan berbasis tenaga surya.