MAJAZ MURSAL DALAM AL – QUR’AN JUZ 26 – 30 ( STUDI ILMU BALAGHAH )

Authors

  • Andhika Misbachul Fuadi
  • Zuhriah Zuhriah Hasanuddin University image/svg+xml
  • Syamsul Bahri Abd. Hamid
  • Ahmad Fadlan

DOI:

https://doi.org/10.12259/kwxfvz39

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa sejumlah ayat Al-Qur’an, khususnya dalam Juz 26–30 yang banyak memuat tema eskatologis, tidak selalu dapat dipahami secara tepat hanya melalui penerjemahan harfiah. Hal tersebut disebabkan oleh penggunaan lafaz dalam makna majazi yang memerlukan pemahaman terhadap konteks dan hubungan makna. Tanpa analisis kebahasaan yang memadai, penggunaan lafaz majazi berpotensi menimbulkan kekeliruan dalam memahami makna ayat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penggunaan majaz mursal dalam ayat-ayat Al-Qur’an Juz 26–30, termasuk bentuk hubungan (‘alaqah) dan qarinah yang menyertainya. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data primer penelitian berupa ayat-ayat Al-Qur’an dalam Juz 26–30, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, buku balaghah, dan artikel jurnal ilmiah yang relevan. Populasi penelitian mencakup seluruh ayat dalam Juz 26–30, sedangkan sampel penelitian berupa ayat-ayat yang mengandung majaz mursal. Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dengan teknik catat, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 31 ayat dalam Juz 26–30 yang mengandung majaz mursal, yang terbagi ke dalam delapan bentuk ‘alaqah, yaitu as-sababiyyah, al-musabbabiyyah, al-juz’iyyah, al-kulliyyah, al-mahalliyyah, al-haliyyah, i‘tibar ma kana, dan i‘tibar ma yakunu. Setiap penggunaan majaz mursal disertai qarinah, baik berupa ‘aqliyyah maupun hāliyyah/siyāqiyyah, yang menghalangi pemaknaan lafaz secara hakiki dan mengarahkan pemahaman pada makna majazi sesuai dengan konteks ayat. Penelitian ini menunjukkan bahwa majaz mursal berperan dalam memperkaya dan memperjelas penyampaian makna dalam Al-Qur’an. Kajian majaz mursal melalui pendekatan ilmu balaghah dapat membantu mengungkap hubungan makna antara lafaz dan konteks penggunaannya sehingga pemahaman terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dapat dilakukan secara lebih tepat dan kontekstual.

References

Anis, A. S., Aulia, R., Marfuah, A., Halimahtusadiah, S., Putera, M., Hasibuan, A. S., Marlia, A., Islam, U., Raden, N., & Palembang, F. (2024). Ilmu Balaghah Dalam Pemahaman Al- Qur ’ an. Jurnal Ulumul Qur’an, 1(1), 1–10.

Cahyani, R., Zuhriah, Z., & Ramadhan, I. (2025). Tasybih dalam diwan Fi Ainaiki Unwani Li Faruq Juwaidah (Dirasah Tahliliyah Balaghiyyah). Jurnal Sarjana Ilmu Budaya, 05(01).

Jufri, R.F., Zuhriah, Z., & Hamid, S. B. A. (2025). Tasybih dalam Diwan األعمال األولى karya Mahmoud Darwis. Jurnal Sarjana Ilmu Budaya, 05(01).

Hamzah dan Napis. (2021). Majaz Konsep Dasar Dan Klasifikasinya Dalam Ilmu Balagah.

Jaya, S. A. F. (2020). Al-Qur’an Dan Hadis Sebagai Sumber Hukum Islam. Jurnal Indo-Islamika, 9(2), 204–216. https://doi.org/10.15408/idi.v9i2.17542

Khamim, & Subakir, A. (2018). Ilmu Balaghah Dilengkapi Dengan Contoh-Contoh Ayat, Hadits Nabi dan Syair Arab. In Studi Islam dan Sosial. http://repository.iainkediri.ac.id/61/1/ilmu balaghah_2018_new.pdf

Meirizky, A. N. F., & Hakim, L. (2023). Ilmu Balaghoh “ Majaz Mursal beserta ‘alaqohnya dan Majaz ‘Aqli.” Journal of the Center for Islamic Education Studies (CIES), 01(01), 4–5.

Rauf, A. N., & Miswar, A. (2026). Uslub Majaz Mursal dalam Surah Maryam : Kajian Balaghah.

Rumina. (2024). Tehnik Pengumpulan Data dalam Penelitian Pendidikan. Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 157–177. https://www.jurnal.stituwjombang.ac.id/index.php/ilj/article/view/1489

Safa, Najmuddin H Abd, and Amrah Kasim. (2012) “Gaya Bahasa Dalam Bahasa Arab Dan Bahasa Indonesia.” Masters Thesis, UIN Alauddin.

Saleh, S. (2017). Penerbit Pustaka Ramadhan, Bandung. Analisis Data Kualitatif, 1, 180. https://core.ac.uk/download/pdf/228075212.pdf

Sofwatillah, Risnita, Jailani, M. S., & Saksitha, D. A. (2024). Teknik Analisis Data Kuantitatif dan Kualitatif dalam Penelitian Ilmiah. Journal Genta Mulia, 15(2), 79–91.

Sugiyono. (2020). Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.

Sukendra, K., & Atmaja, K. (2020). Instrumen Penelitian (FiktoriusTeddy (ed.)). Mahameru Press.

Sulung, U., & Muspawi, M. (2024). Memahami sumber data penelitian : Primer, Sekunder, Dan Tersier. 5.

Suryani, K. (2019). Keunggulan Bahasa Al-Quran di Bidang Sastra (Al-Balaghah) dalam Pandangan Ibn Asyur. Studi Keagamaan, Pendidikan Dan Humaniora, 6(2), 220–245. http://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/dar/article/view/1652

Taufiq Ahmad Dardiri, T. P. (2013). Merangkai Ilmu-Ilmu Keadaban. Fakultas Adab Dan Ilmu Budaya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 368. https://core.ac.uk/download/pdf/328901032.pdf#page=117

Ummah, S. R. (2021). Penggunaan Balaghatul Qur’an Sebagai Alternatif Pembelajaran Ilmu Balaghah. Fikroh: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam, 14(2), 158–183. https://doi.org/10.37812/fikroh.v14i2.221

Zainuddin, N. M., Abdullah, N., & Samsudin, S. (2023). Translation of Quranic Synecdoche via Explicitation Strategy : Analysis on Relationship of The Previous Stage of an Event That Occurred. BITARA International Journal of Civilizational Studies and Human Sciences, 6(3), 12–27.

التميمي, س. (2015). مباحث في علم البيان. دار االسالم :بغداد.

حباشة, ص. (2017). المجاز المرسل: محاولة لفهم منزلته في اللسانيات العرفانيات. دار المنظومة.

عتيق, ع. (1985). علم البيان:في بلاغة العربية. دار النهضة العربية.

فيود, ع. (2015). علم البيان:دراسة تحليلية لمسائل البيان. مؤسسة المختار للنشر و توزيع.

Downloads

Published

2026-09-30

How to Cite

MAJAZ MURSAL DALAM AL – QUR’AN JUZ 26 – 30 ( STUDI ILMU BALAGHAH ). (2026). Jurnal Sarjana Ilmu Budaya, 6(03 (September), 47-62. https://doi.org/10.12259/kwxfvz39