Dampak Kebijakan Harga Acuan Pembelian Pemerintah dan Harga Input terhadap Produksi Jagung di Indonesia
Isi Artikel Utama
Abstrak
Jagung merupakan komoditas pangan strategis di Indonesia setelah beras, terutama sebagai bahan baku pakan ternak. Pemerintah telah mengimplementasikan kebijakan subsidi input (pupuk dan benih) serta penetapan Harga Acuan Pembelian (HAP) untuk melindungi petani dari fluktuasi harga. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak kebijakan HAP dan subsidi input terhadap produksi jagung nasional. Model ekonometrika dibangun dalam bentuk sistem persamaan simultan (13 persamaan struktural dan 2 identitas) yang mencakup perilaku penawaran, permintaan (konsumsi rumah tangga, industri pakan, industri pangan), penggunaan input, serta pembentukan harga jagung. Estimasi parameter dilakukan dengan metode Two-Stage Least Squares (2SLS) menggunakan data deret waktu tahun 1990–2023. Simulasi kebijakan dilakukan untuk mengevaluasi perubahan 5% pada subsidi pupuk, subsidi benih, dan HAP. Hasil simulasi mengindikasikan bahwa peningkatan subsidi pupuk signifikan menambah produksi jagung dan menurunkan harga domestik, sedangkan kenaikan HAP menaikkan harga dan produksi jagung namun menurunkan konsumsi. Subsidi benih memberikan dampak peningkatan produksi yang relatif kecil. Kombinasi kebijakan subsidi input dan HAP menghasilkan surplus produksi jagung, sehingga diperlukan upaya penyerapan output berlebih. subsidi input efektif mendorong produksi jagung tetapi dapat menekan harga pasar, sementara kebijakan HAP meningkatkan insentif produksi sekaligus menurunkan permintaan. Pemerintah sebaiknya memperkuat program pemanfaatan jagung lokal agar peningkatan produksi terserap optimal, dan mengembangkan mekanisme penyangga untuk menjaga stabilitas harga jagung
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
This works is under Creative Commons Attribution LicenseReferensi
Arifin, B., Mariyono, J., & Fariyanti, A. (2021). Dampak Kebijakan Subsidi Input Terhadap Efisiensi Produksi Komoditas Pangan di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis (JEPA), 5(2), 78–92. https://doi.org/10.21776/jepa.2021.00502.2
Arsyad, M., Asngari, P. S., & Sudirman. (2021). Evaluasi Kebijakan Subsidi Pupuk terhadap Produktivitas Padi di Jawa Tengah. Jurnal Agroekonomi, 39(1), 25–39. https://doi.org/10.21082/jae.v39n1.2021.25-39
Fan, S., Gulati, A., & Thorat, S. (2020). Agricultural Subsidies and Rural Development: Evidence from Developing Countries. Agricultural Economics Journal, 51(4), 487–502. https://doi.org/10.1111/agec.12562
Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2009). Basic Econometrics (5th ed.). McGraw-Hill Education.
Kementerian Pertanian. (2023). Kebijakan Strategis Pengembangan Produksi Jagung Nasional 2023.
Pratiwi, N. A., & Susilowati, S. H. (2021). Ketepatan sasaran program subsidi pertanian di Indonesia: Studi kasus input jagung. Jurnal Ekonomi Dan Kebijakan Pembangunan, 10(1), 45–56. https://doi.org/10.22219/jekp.v10i1.17223
Putri, D. A., Syaukat, Y., & Santoso, R. (2022). Dampak Kebijakan Harga Acuan Pembelian terhadap Stabilitas Produksi Kedelai di Indonesia. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 27(3), 411–421. https://doi.org/10.18343/jipi.27.3.411
Rahmi, N. Y., Cahyani, I., & Syarifuddin, M. (2021). Strategi ketahanan pangan berbasis pengembangan komoditas jagung. Jurnal Ketahanan Pangan Dan Gizi, 20(2), 123–132. https://doi.org/10.22146/jkpg.2021.123456
Sadikin, S., Subagyono, K., & Maulana, M. (2022). Analisis respons luas tanam terhadap perubahan harga komoditas pertanian di Indonesia. Jurnal Agribisnis Indonesia, 10(2), 93–107. https://doi.org/10.29244/jai.2022.10.2.93-107
Sebayang, V. B., Sinaga, B. M., Harianto, & Kariyasa, I. K. (2019). The Impact of Domestic Policy on Farmers’ Welfare and Maize Processing Industry in Indonesia. International Journal of Economics and Financial Issues, 9(3), 225–232. https://doi.org/10.32479/ijefi.7910
Setiawan, B., Arifin, B., & Rachman, B. (2022). Kebijakan harga dan subsidi pertanian: Tantangan implementasi dan keberlanjutan di Indonesia. Journal of Agricultural Policy and Development, 14(3), 205–220. https://doi.org/10.24843/japd.2022.v14.i03.p5
Sitepu, R. K. K., & Sinaga, B. M. (2018). Aplikasi Model Ekonometrika: Estimasi, Simulasi dan Peramalan Menggunakan Program SAS@9.2. IPB Press Bogor.
Statistik, B. P. (2024). Produksi Jagung Menurut Provinsi Tahun 2023–2024.
Syahyuti, S., Setiawan, B., & Wibowo, W. (2020). Strategi peningkatan produksi jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak. Jurnal Agro Ekonomi, 38(2), 105–120. https://doi.org/10.21082/jae.v38n2.2020.105-120
Syaukat, Y., & Perdana, R. (2022). Analisis efektivitas kebijakan subsidi produksi pertanian dalam meningkatkan produksi jagung. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 11(1), 33–48. https://doi.org/10.24198/jsep.v11i1.34921
Warr, P., & Yusuf, A. A. (2020). Fertilizer subsidies and agricultural productivity in developing countries: Evidence from Indonesia. Food Policy, 90, 101804. https://doi.org/10.1016/j.foodpol.2019.101804
Wooldridge, J. M. (2020). Introductory Econometrics: A Modern Approach (7th ed.). Cengage Learning.
Yuliana, E., Widodo, W., & Wijaya, I. (2022). Efektivitas Subsidi Input Pertanian terhadap Produktivitas Jagung di Jawa Timur. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, 18(1), 41–53. https://doi.org/10.24843/SOCA.2022.v18.i01.p04