Determinan Pendapatan Petani Dalam Sistem Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) di Kabupaten Pidie
Isi Artikel Utama
Abstrak
Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan pendapatan petani dalam sistem Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) di Kabupaten Pidie. Penelitian melibatkan 150 petani dari dua LPM yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan dianalisis dengan statistik deskriptif serta regresi linear berganda, setelah dilakukan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan maupun parsial, luas lahan, pengalaman bertani, tingkat pendidikan, akses fasilitas LPM, dan besaran subsidi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani, dengan luas lahan sebagai faktor paling dominan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kelembagaan LPM, peningkatan akses fasilitas pascapanen, dan kebijakan subsidi yang tepat sasaran merupakan kunci peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Pidie.
Keywords: Lumbung Pangan Masyarakat, Produksi Pertanian, Ekonomi Kelembagaan, Kesejahteraan Petani, Ketahanan Pangan
Rincian Artikel
Terbitan
Bagian

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
This works is under Creative Commons Attribution LicenseCara Mengutip
Referensi
Abdullah. (2006). Karakteristik petani dan hubungannya dengan produktivitas kerja. Penerbit Andi.
Ameridyani, A., Tokito, M., & Saizen, I. (2025). Towards community-driven rural development: Path of women group in empowering rural Women's capacities and role in rural development. World Development Perspectives, 39, 100700. https://doi.org/10.1016/j.wdp.2025.100700
Bahri, S., Maulana, A., & Razali, M. (2024). Pemberdayaan perempuan melalui pelatihan kuliner berbasis digital di Kota Sigli, Kabupaten Pidie. Jurnal Pengabdian Masyarakat Aceh, 8(2), 112–125.
Ellis, F. (2000). Rural livelihoods and diversity in developing countries. Oxford University Press.
Masliani, R. (2020). Efektivitas subsidi dalam mendorong kestabilan harga pangan. Jurnal Kebijakan Pertanian, 15(2), 112–125.
Marques, F. P. J., Mitozo, I., & Massuchin, M. G. (2020). Digital divide. In K. Ross, I. Bachmann, V. Cardo, S. Moorti, & M. Scarcelli (Eds.), The international encyclopedia of gender, media, and communication. Wiley. https://doi.org/10.1002/9781119429128.iegmc061
Rihanae, Ludang, Y., & Masliani, R. (2020). Subsidi dan stabilitas harga pangan di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pertanian, 8(1), 45–58.
Sharma, R., Malhotra, A., & Mittal, S. (2021). Post-harvest infrastructure and agricultural value addition: A comprehensive review. Journal of Agricultural Economics and Development, 10(3), 89–104.
Simanjuntak, P. J. (2002). Pengaruh tingkat pendidikan terhadap produktivitas kerja petani. Gramedia Pustaka Utama.
Setiawan, F. A., & Suhendah, R. (2016). Pengaruh locus of control terhadap strategi operasional dan kinerja UMKM di Kabupaten Muna Propinsi Sulawesi Tenggara dengan lingkungan sebagai variabel moderator. Jurnal Ekonomi, 21(2), 248–268. https://doi.org/10.24912/je.v21i2.165
Smith, J., Johnson, M., Williams, P., & Brown, T. (2023). Land size as a determinant of agricultural productivity in developing economies. Agricultural Systems, 205, 103–118.
Soehardjo, A., & Patong, D. (1999). Pengalaman bertani dan produktivitas petani di Indonesia. Penerbit Universitas Indonesia.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic development (12th ed.). Pearson Education.