FRAMING MEDIA TERKAIT POLEMIK PENGESAHAN QANUN BENDERA DAN LAMBANG ACEH

Authors

  • Yuhdi Fahrimal Bagian Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala
  • Hasrullah Hasrullah Ilmu Komunikasi Fisip Unhas

DOI:

https://doi.org/10.31947/kjik.v3i4.601

Keywords:

The Constructions of the Media Reality, Framing, Qanun of Aceh

Abstract

Abstract Framing is the way in which the reality constructed by media. This research aimed to investigative and analyze the framing and the siding of the polemic about the legalization of the Flag Qanun and Logogram of Aceh. The research used the qualitative method with the framing analysis approach the text of the online news website were analyzed using Gamson and Modigliani model, which refers to a frame consisting of two supporting elements, namely the framing devices and the reasoning devices. The research objects were two online news websites; Kompas.com and Antaranews.com. The total sample frames comprised 56 pieces of news from the two online news website in three mounthstime from March through May 2013. The research results revealed that the two websites considered the polemic about the Flag Qanun and Logogram of Aceh important because there was a news value in it. The framing substance used by two online news websites was the same, i.e. the Flag Qanun and Logogram of Aceh was inconstitutional and therefore had to be revised. Such a framing had an implication that the media took side with the groups who were against the Flag Qanun and Logogram of Aceh.Abstrak Framing merupakan strategi media mengonstruksi realitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis framing dan keberpihakan media dalam polemik pengesahan Qanun Bendera dan Lambang Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis framing. Teks berita dari situs berita online dianalisis menggunakan model Gamson dan Modigliani. Penelitian ini dilakukan di dua situs berita online: Kompas.com dan Antaranews.com. Sampel frame berjumlah 56 berita dari dua situs berita online dalam waktu tiga bulan (bulan Maret, April, dan Mei 2013). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua situs berita menganggap penting polemik Qanun Bendera dan Lambang Aceh karena nilai berita yang terkandung di dalamnya. Substansi framing yang dipakai yang dipakai dua situs berita online sama, yaitu, Qanun Bendera dan Lambang Aceh bertentangan dengan konstitusi dan harus direvisi. Framing ini mengarahkan keberpihakan media kepada kelompok kontra Bendera dan Lambang Aceh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media mengonstruksi realitas kewenangan Aceh memiliki Bendera dan Lambang Daerah dapat mengganggu stabilitas keamanan dan kedaulatan Republik Indonesia. Konstruksi ini menjadikan media memainkan genre media kebangsaan yang memandang kepentingan bangsa dan negara jauh lebih penting daripada peraturan daerah yang melanggar peraturan perundang-undangan. Media mendorong agar Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh berunding guna menyelesaikan polemik secara hati-hati dan demi kepentingan bersama serta masa depan perdamaian di Aceh. 

References

Abdullah, Aceng. (2011). Fenomena Baru Dunia Jurnalistik. Dalam Atwar Bajari dan Sahala Tua Saragih. Komunikasi Kontekstual; Teori dan Praktik Komunikasi Kontemporer. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Aklima. (2013). Kontestasi Aktor Politik Lokal Dalam Pilkada Aceh 2012 (Studi Political Marketing Lees-Mashment). Tesis Master Universitas Gajah Mada. Jogjakarta.

Arifin, Anwar. (2010). Pers dan Dinamika Politik. Jakarta: Yasrif Watampone.

Cissel, Margaret. (2012). Media Framing: A Comparative Content Analysis On Mainstream and Alternative News Coverage of Occupy Wall Street. The Elon Journal of Undergraduate Research in Communicatios, vol. 3 no. 1.

Djumala, Darmansjah. (2013). Soft Power Untuk Aceh; Resolusi Konflik dan Politik Desentralisasi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Driyartana, Edwin Y ustian. (2010). Kedudukan Partai Politik Lokal di Nanggroe Aceh Darussalam Ditinjau dari Asas Demokrasi. Skripsi Sarjana Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Entman, Robert M. (2007). Framing Bias: Media in the Distribution of Power. Journal of Communication vol. 57. International Communicaton Association.

Eriyanto. (2012). Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Jogjakarta: LKiS.

Fuady, Muhammad E. (2002). Surat Kabar Digital Sebagai Media Konvergensi di Era Digital. Jurnal Mediator Vol. 3 No. 1.

Gamson, W. A., dan A. Modigliani. (1989). Media Discource and Public Opinion On Nuclear Power: A Constructionist Approach. American Journal of Sociology, 95.

Hanafi, M. Sahlan. (2013). Konflik Pemekaran Wilayah di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Pasca-Perjanjian Helsinki. Jurnal Walisongo Volume 21, Nomor 1.

Holmes, David. (2005). Communication Theory: Media, Technology, and Society. Singapore: Sage Publication.

International Crisis Group. (2013). Indonesia: Tensions Over Aceh’s Flag. Asia Briefing No. 39. Jakarta/Brussel.

Jafar, Muhammad. (2009). Perkembangan dan Prospek Partai Politik Lokal di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Tesis Master Universitas Diponegoro. Semarang.

Janssen, Maria Carolina. (2010). A Framing Analysis of Webblogs and Online Newspaper. Master’s Theses The Faculty of the School of Journalism and Mass Communication. San Jose State University.

Junaedi, Fajar. (2011). Analisis Framing; Pengantar Analisis Teks Media. Dalam Aswad Ishak, dkk. Mix Methodology Dalam Penelitian Komunikasi. Yogyakarta: Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi.

Liliweri, Alo. (2011). Komunikasi Serba Ada Serba Makna. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Lukin, et al., (2004). Reporting War: Grammar as ‘Covert Operation’. Pacific Journalism Review 10.1.

McQuail, Dennis. (2010). Mass Communication Theory 6th Edition. Singapore: Sage Publication Asia-Pacific.

Nimmo, Dan. (2011). Komunikasi Politik; Komunikator , Pesan dan Media (Penj. Tjun Surjaman). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nivada, Aryos. (2012). KKR Dalam Upaya Kontrol Pemerintah Pusat Terhadap Aceh (Studi Tentang Pembentukan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi di Aceh). Tesis Master Universitas Gajah Mada. Jogjakarta.

Nusuary, Firdaus Mirza. (2013). Polemik Calon Independen Pada Pemilukada Aceh 2012 Dalam Framing Media Lokal. Tesis Master Universitas Gajah Mada. Jogjakarta.

The Aceh Institute. (2010). Briefing Paper: Quarterly Report-II. Banda Aceh.

V an Gorp, Baldwin. (2007). The Constructionist Approach to Framing: Bringing Culture Back In. Journal of Communication, vol. 57 (p. 67-78). International Communication Association.

Weldon, Michele. (2009). The Changing Nature of News. Dalam William F. Eadie, 21st Century Communication: A Reference Handbook. California: Sage Publication.

Downloads

Published

2016-06-24