Analisis Pemasaran Tandan Buah Segar Kelapa Sawit di Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah



Fresh Bunches of Palm Oil, Marketing Channels, Marketing Functions, Marketing Margin , Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit, Saluran Pemasaran, Fungsi Pemasaran, Margin Pemasaran


Abstract The sale of fresh fruit bunches sub-district has variety of marketing channels from farmers to consumers. The diversity of marketing channels should result in differences in the price levels received by each channel. This study aims to identify marketing channels and compare the marketing channel efficiency of fresh fruit bunches (TBS) of palm oil formed in Kecamatan Budong-budong, Central Mammuju. Analysis model used is marketing channel analysis, marketing function, marketing margin, price spread and share margin. The results showed that there are three channels of marketing of oil palm formed first channel: Farmers sell to small genes, then RAM or large agents, and last  to a palm oil processing plant, second channel:  Farmers directly sell it to palm oil processing plants. The profit margin received by farmers in kilogram unions is still greater than that received by traders, both in the first marketing channel and second channel. Abstrak Penjualan tandan buah segar memiliki beragam variasi saluran pemasaran dari petani hingga konsumen. Beragam perbedaan saluran pemasaran memberikan indikasi perbedaan tingkat harga yang diterima oleh masing-masing saluran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saluran pemasaran dan membandingkan efisiensi saluran pemasaran tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang terbentuk di Kecamatan Budong-budong, Mammuju Tengah. Model analisis yang digunakan yaitu analisis saluran pemasaran, fungsi pemasaran, margin pemasaran, price spread dan share margin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga saluran pemasaran kelapa sawit yang terbentuk yaitu saluran pertama: Petani menjual ke agen kecil, dan agen kecil menjualnya ke RAM atau agen besar, dan saluran terakhir menjual ke pabrik pengolahan kelapa sawit. Saluran kedua: Petani menjual langsung ke pabrik pengolahan kelapa sawit. Profit margin yang diterima oleh petani dalam persatuan kilogram masih lebih besar daripada yang diterima oleh pedagang, baik pada saluran pemasaran pertama maupun saluran pemasaran kedua.


Download data is not yet available.