Konflik Sudan dan Jatuhnya Rezim Omar Bashir

Authors

  • Wahiduddin Wahiduddin UIN Sunan Kalijaga

DOI:

https://doi.org/10.20956/jna.v17i1.10086

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji terkait bagaimana konflik Sudan terjadi dan dampak dari peristiwa tersebut membuat rezim presiden Omar Bashir yang menjabat selama 30 tahun akhirnya jatuh. Konflik Sudan telah menjadi salah satu peristiwa yang membuat dunia internasional merasa empati atas konflik yang terjadi di negara tersebut. Kepemimpinan presiden Omar Bashir dianggap otoriter dan tidak mampu membawa perubahan yang berarti bagi rakyat Sudan. Maka, rakyat dan militer berusaha menumbangkan tampuk kekuasaan presiden Omar Bashir untuk selama-lamanya. Artikel ini berusaha mengeksplorasi konflik Sudan dan implikasinya menyebabkan turunnya Omar Bashir dari jabatannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yakni dengan mengumpulkan data-data dari pelbagai literatur, jurnal, buku dan berita yang terkait dengan konflik Sudan dan turunnya presiden Omar Bashir dari kekuasaannya. Adapun hasil penelitian ini yakni konflik Sudan menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi oleh presiden Omar Bashir dan akhirnya ia pun harus meletakkan jabatannya sebagai presiden Sudan.Kata kunci: konflik Sudan, rezim otoriter, presiden Omar Bashir.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Wahiduddin Wahiduddin, UIN Sunan Kalijaga

Bismillahirrohmanirrohim.

References

Anne W Kamau, dan Witney Schneidman. 2012. South Sudan: Resolving the Oil Dispute. 23 Maret. Diakses September 21, 2016.

Edward A Comor. 2008. Consumtion and the Globalization Project: International Hegemony and the Annihilation of Time, New York: Palgrave Macmillan. (20).

European Union Election Observation Mission. 2011. Final Report: Southern Sudan Referendum 9‐15 January 2011. Observasi, European Union.

Friedrich Glasl. 2002. Conflict Management. Bern/Stuttgart: Paul Haupt Verlag.

Human Right Watch. 2012. Under Siege : Indiscriminate Bombing and Abuses in Sudan’s Southern Kordofan and Blue Nile States. Penelitian, Human Rights Watch. Ki

Joseph P Folger, Marshall S Poolle, dan Randall K Stutman. 1993. Working Through Conflict: Strategies for Relationships, Groups and Organizations. New York: Harper Collins College Publishers.

Marina Ottaway, dan Mai El-Sadany. 2012. "Sudan: From Conflict to Conflict". Carnegie Endowment for International Peace i-31.

Roberto Roccu. 2013. The Political Economy of the Egyptian Revolution: Mubarak Economic Reforms and Failed Hegemony. New York: Palgrave Macmillan. (18)

Samuel Totten, dan Eric Markusen. 2006. Genocide in Darfur: Investigating Atrocities in the Sudan. New York: Routledge.

The Carter Center. 2011. Observing the 2011 Referendum on the Self-Determination of Southern Sudan. Observasi, Atlanta: The Carter Center.

https://www.brookings.edu/opinions/southsudan-resolving-the-oil-dispute/.

https://tirto.id/presiden-sudan-omar-al-bashir-dilengserkan-usai-berkuasa-30-tahun-dlXC, diakses pada tanggal 28 Januari 2020.

https://www.matamatapolitik.com/news-kudeta-militer-sudan-presiden-al-bashir- digulingkan-dan-ditangkap/, diakses pada tanggal 28 Januari 2020.

https://serikatnews.com/demokratisasi-keharusan-masa-depan-sudan/, diakses pada tanggal 28 Januari 2020.

http://dosensosiologi.com/teori-konflik-menurut-para-ahli-dan-contohnya-lengkap/, diakses pada tanggal 28 Januari 2020.

Downloads

Published

2020-05-30

How to Cite

Wahiduddin, W. (2020). Konflik Sudan dan Jatuhnya Rezim Omar Bashir. Nady Al-Adab, 17(1), 50-67. https://doi.org/10.20956/jna.v17i1.10086

Issue

Section

Articles