Pempribumian Istilah Keagamaan Islam Serapan Bahasa Arab

Kajian Nativisasi Istilah Berawalan Fonem /R/

Authors

  • Andini Adelia Fathan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Fathur Rohim Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
  • Mohammad Pribadi Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.20956/jna.v23i1.49233

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses pempribumian (nativisasi) istilah keagamaan Arab berawalan fonem /r/ dalam bahasa Indonesia dengan fokus pada aspek fonologis, semantik, dan perluasan fungsi antroponimi. Kajian ini tidak hanya menyoroti perubahan bentuk dan makna kosakata serapan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana istilah keagamaan mengalami perluasan fungsi dalam kehidupan sosial masyarakat. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memahami dinamika hubungan antara bahasa, agama, dan identitas budaya dalam konteks kebahasaan Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Sumber data berupa Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kamus bahasa Arab, serta dokumen kebahasaan yang relevan, dengan data utama berupa kosakata rasul, rida, ramadan, rahim, dan rezeki yang juga digunakan dalam praktik penamaan masyarakat. Data dikumpulkan melalui metode simak dan teknik catat. Analisis data dilakukan menggunakan kombinasi metode agih untuk mengkaji perubahan fonologis dan metode padan untuk menganalisis aspek semantik serta fungsi sosial kosakata. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh istilah mengalami penyesuaian fonologis yang sistematis, seperti substitusi /q/-/k/, /ḥ/-/h/, /ḍ/-/d/, /ṣ/-/s/, serta pemendekan vokal panjang. Dari sisi semantik, ditemukan pola beragam: pemertahanan makna (ramadan), penyempitan makna (rida, rezeki), perluasan makna (rasūl), serta pemertahanan sekaligus pergeseran makna (rahim). Selain itu, seluruh istilah mengalami perluasan fungsi ke ranah antroponimi sebagai nama diri dengan variasi fonologis dan ortografis sesuai kebiasaan lokal.Pempribumian istilah keagamaan Arab berawalan fonem /r/ khususnya kosakata rasul, rida, ramadan, rahim, dan rezeki dalam bahasa Indonesia bersifat multidimensional, mencakup aspek linguistik, sosial, dan budaya. Proses ini menunjukkan adanya kesinambungan makna religius, sekaligus adaptasi lokal yang memperkaya identitas kebahasaan dan kultural masyarakat Indonesia.
Keywords: Antroponimi; Fonologi; Istilah Keagamaan Arab; Nativisasi; Pempribumian; Semantik.

References

Afjalurrahmansyah. 2020. “Analisis Morfologi Kata Serapan Bahasa Arab Dalam Bahasa Indonesia.” Khatulistiwa:Jurnal Ilmu Pendidikan 2 (1): 71–86.

Arifin, Moh. Aziz, and Sukandar. 2021. “Pentingnya Bahasa Arab Bagi Umat Islam Di Pedesaan.” Al’Adalah 24 (1): 14. https://doi.org/10.35719/aladalah.v24i1.44.

Azyumardi, Azra. 2002. Islam Nusantara: Jaringan Global Dan Lokal. Bandung: Mizan.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2022. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Jakarta: Kemendikbud.

Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum: Analisis Dan Kajian Semantik. Jakarta: Rineka Cipta.

Djajasudarma, Fatimah. 2012. “Pergeseran Peran Bahasa Indonesia: The Shifted Role of Indonesian Language.” Ranah: Jurnal Kajian Bahasa 1 (1): 1–9. https://doi.org/10.26499/rnh.v1i1.2.

Hermandra. 2022. “Analisis Semantik Terhadap Nama Diri Mahasiswa: A Semantic Analysis Of The Student’s Proper Name.” Suar Betang 17 (2): 223–31. https://doi.org/10.26499/surbet.v17i2.436.

Hidayati, Alin, and Alista Ajeng Prindyatno. 2023. “Perubahan Makna Kata Serapan Bahasa Arab Dalam Bahasa Indonesia (Kajian Ilmu Semantik).” ALiF (Arabic Language in Focus) 1 (1): 6–11. https://rumahjurnal.isimupacitan.ac.id/index.php/alif/article/view/6.

Kementerian Agama Republik Indonesia. 1988. Pedoman Transliterasi Arab-Latin, SKB Menteri Agama Dan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan No. 158/1987 Dan No. 0543b/U/1987. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2025. “Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Daring.” Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2025. https://kbbi.kemdikbud.go.id/.

Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Lowenberg, Peter H. 1986. “Non-Native Varieties of English: Nativization, Norms, and Implications.” Studies in Second Language Acquisition. 8 (1). https://doi.org/https://doi.org/10.1017/S0272263100005805.

Mahsun. 2017. Metode Penelitian Bahasa Tahapan, Strategi, Metode, Dan Tekniknya. Depok: PT Raja Grafindo Persada.

Mardiwarsito, L, Sri Sukesi Adiwimarta, and Sri Timur Suratman. 1992. Kamus Indonesia-Jawa Kuno. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Muhri. 2016. Kamus Madura-Indonesia Kontemporer. VI. Vol. Edisi VI. Bangkalan: Yayasan Arraudlah Bangkalan.

Nurfalah, Fauzan, Rayhan Muhammad Ridwan, Nurkhalish Rahmat, and Akmaliyah. 2025. “Pergeseran Makna Kosakata Serapan Bahasa Arab Non-Keagamaan Dalam Bahasa Jawa: Analisis Semantik Komparatif.” Ajamiy: Jurnal Bahasa Dan Sastra Arab 14 (1): 113–22. https://doi.org/10.31314/ajamiy.14.2.622-635.2025.

Rafkahanun, Rifa, and Agus Nero Sofyan. 2021. “Analisis Nama Diri Orang Berbahasa Arab Di Indonesia: Kajian Morfo-Semantik.” Mabasan: Masyarakat Bahasa Dan Sastra Nusantara 15 (1). https://doi.org/10.26499/mab.v15i1.429.

Sneddon, James N. 2003. The Indonesian Language: Its History and Role in Modern Society. Canberra: UNSW Press.

Srisudarso, Mansyur, Bambang Hermanto, Yessy Prima Putri, Ratu Bulkis Ramli, Petrus Jacob Pattiasina, Pahar Kurniadi, Novi Nur Lailisna, et al. 2024. Linguistik Umum. Solok, Sumatera Barat: PT Mafy Media Literasi Indonesia.

Syafrina, T., and Sahril. 2017. “Pergeseran Bahasa: Pada Masyarakat Sumatera Utara (Languageshifting: In The North Sumatera Community).” Medan Makna: Jurnal Ilmu Kebahasaan Dan Kesastraan XV (2): 259–68. https://doi.org/10.26499/mm.v15i2.1178.

Downloads

Published

2026-03-31