You are using unvalidated product, Click here to support us
https://journal.unhas.ac.id/index.php/naa/issue/feed Nady Al-Adab 2020-12-30T08:33:01+00:00 Yusring Sanusi B. yusring@unhas.ac.id Open Journal Systems <table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0"> <tbody> <tr> <td valign="top" width="114"> <a title="NAA" href="https://journal.unhas.ac.id/index.php/naa/index"><img src="blob:https://journal.unhas.ac.id/2a49b0fd-607b-4d9b-add2-8ff8f88030b0" alt="" /></a></td> <td valign="top" width="16"> <p> </p> </td> <td valign="top" width="501"> <p>The Journal Nady al-Adab (JNA) is the leading journal specializing in the study of Arabic literature. Founded in 2003, JNA seeks critically and theoretically engaged work at the forefront of the field, written for a global audience comprised of the researchers, the instructors, the observers, and the students in Arabic. JNA publishes language, literature, and Arabic culture studies as well as book reviews on Arabic literature broadly understood– classical and modern, written and oral, poetry and prose, literary and colloquial, as well as work situated in comparative and interdisciplinary studies.</p> </td> </tr> </tbody> </table> https://journal.unhas.ac.id/index.php/naa/article/view/10417 أدب الحيوان في مؤلفات العلامة الإلوري: دراسة تحليلية نقدية 2020-12-06T09:08:11+00:00 Khalil Mohammad Usman Gbodofu Khalilulahgbodofu@gmail.com <p dir="RTL"><strong>الـملخـص</strong><strong></strong></p><p>يتكون الكون من عدة عوالم، عالم الإنسان، وعالم الحيوان، وعالم النبات، وعالم الجماد. والحيوان كالإنسان يتصف بالحياة والحس، ويمتاز بالتوالد والتناسل، ويتنوع إلى أنواع مختلفة، منها من يمشي على بطنه كالحية، ومنها من يمشي على رجلين كالطيور، ومنها من يمشي على أربع كالأنعام. والعلماء العرب وغير العرب ما زالوا يأخذون في التأليف حول الحيوان، منهم من أفرد له تأليفا مستقلا، ومنهم من لم يفرد له. ومن هؤلاء العلماء الشيخ آدم عبد الله الإلوري الذي كان يناقش شؤون الحيوانات وخصائصها في بعض مؤلفاته، وذلك في أمثال كتاب الإسلام والتقاليد الجاهلية، ونسيم الصبا، ومؤجز تاريخ نيجيريا، وفلسفة النبوة والأنبياء، والجغرافيا والتاريخ. فانطلاقا من ذلك تسهم هذه المقالة في دراسة الحيوانات لدى العلامة الإلوري؛ حيث تبحث عن المصادر التي يعتمد عليها الإلوري، وتسلط الأضواء على موقفه إزاء العلاقة بين الإنسان والحيوان، وتتحدث عن مميزات الحيوانات وبناء القصة حولها، والباحث في هذه المقالة سيقوم بدراسة أدبية محضة من حيث النقد التحليلي.</p><p> </p><p><strong>Abstract </strong></p><p>The universe comprises of many world thus, the world of human being, animals, plants and non-living things. Animals are similar to human being, they both share life, feeling and distinct other creatures with rotation and reproduction. They are in different species. Some of them walk on their stomach such as snakes, including those who walk with two legs such as birds and including those who walk with four legs such as cattle.</p><p>Many Arab and non-Arab scholars have written on animals. Some among these scholars single handedly wrote on animals while some did not. Among those scholars are Sheikh Adam Al-Ilory who elaborates on the attitude and characteristics of animals in some of his works which includes; “Islam and Customs of the dark age”, “Breeze of Dawn”, “Summary History of Nigeria”, Philosophy of Prophet-hood and the Prophets” and “Geography and History”.</p><p>This paper therefore, study al-Ilory perspectives on animals, the sources explored by al-Ilory in his submission and shed more light on his position between human being and animal. It also discusses the characteristics of animals and it builds a story among them. In this paper, the researcher will carry out a purely literary study in terms of analytical criticism.</p> 2020-12-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Nady Al-Adab https://journal.unhas.ac.id/index.php/naa/article/view/12201 REPRESENTASI IDEOLOGI DIBALIK MITOS DALAM MENGEMAS MAKNA SUBJEKTIF IKLAN MEDIA CETAK DAN MEDIA ELEKTRONIK: SEBUAH ALTERNATIF SEMIOTIKA 2020-12-25T12:52:36+00:00 Nurginaya Ginaya nurginaya@spidi.sch.id <p><em>Periklanan cukup memberi kesan persuasif pada khalayak demi melariskan produk yang ditawarkan. Tujuan penelitian ini ialah mengungkap makna terdalam pada representasi ideologi dibalik mitos dalam mengemas makna subjektif iklan media cetak “Kopi Good Day” dan iklan media elektronik “Garnier Micellar Water” sebuah alternatif semiotika. Teori yang digunakan mengungkap makna iklan menggunakan teori John Fiske dan Barthes: level 1 realitas, level 2 representasi, level 3 ideologi, pemaknaan paradigmatik (sinkronik), hingga sampai pada mitos. Hasil analisis menunjukkan bahwa iklan media elektronik durasi 14 detik dengan perolehan gambar analisis sebanyak 14 gambar menghasilkan pemaknaan subjektif yang dipandang dari segi ideologi bahwa perempuan identik dengan warna pink (merah muda) yang tampak pada pakaian model, lalu dipadukan dengan kemasan Garnier Micellar Water baru juga berwarna pink menandakan bahwa produk tersebut khusus untuk perempuan. Selain itu, sangat praktis digunakan dengan khasiat yang luar biasa dan tampilan sederhana. Mitos yang tertemukan pada iklan ini ialah wanita menyukai warna pink dan hal-hal praktis, sederhana, juga nyaman. Sementara, iklan media cetak menghasilkan pemaknaan subjektif dari segi ideologi bahwa orang-orang pada umumnya menantikan hari yang penuh dengan kesenangan. Kopi ditandai sebagai salah satu minuman terbaik yang disukai banyak kalangan. Oleh sebab itu, penamaan Kopi Good Day Karena Hidup Perlu Banyak Rasa sangat sesuai dengan kondisi dan keadaan yang ada pada keseharian masyarakat. Mitos yang terungkap pada iklan ini ialah Kopi Good Day berbagai varian rasa menjanjikan kesenangan di tiap harinya. Kedua produk tersebut berusaha menguasai pasar iklan agar tertanam dalam ideologi masyarakat secara persuasif dengan memasuki kehidupan sehari-harinya. </em></p> <p><strong><em>Kata Kunci: </em></strong><em>Perempuan, Pink, Kopi, Ideologi, Mitos, Subjektif</em></p> 2020-12-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://journal.unhas.ac.id/index.php/naa/article/view/11043 Bahasa dan Media Sosial pada UU ITE Pada Kasus Ahmad Dhani 2020-12-06T09:05:14+00:00 Saputra Husein Siregar saputrahuseinsiregar@gmail.com <p><strong>Abstrack</strong> : <em>Analisis ini berupaya mengeksplorasi antara kaitan bahasa dan media sosial pada UU ITE yang terjadi di Indonesia, dan fokusnya pada penelitian kali ini adalah kasusnya seorang musisi legendaris Ahmad Dhani yang terjerat UU ITE pada tahun 2019, terkait vlognya di Instagram dan cuitannya di Twitter sehingga menyebabkan Ahmad Dhani di pidana dengan penjara 1,6 tahun, di sebabkan bahasa yang di tuangkan melalui media sosial oleh Ahmad Dhani. Menurut Wibowo (2001:3), bahasa itu adalah sistem lambang bunyi yang ada maknanya serta berartikulasi (di hasilkan indra pengucap manusia) yang besifat konvensional dan arbitrer, di gunakan alat komunikasi oleh personal ke personel dan kelompok ke lompok yang memunculkan perasaan dan pikiran dalam interaksi sosial, penulis berupaya menganalisa bahasa yang di tuliskan Ahmad Dhani melalui Media Sosialnya yang mengakibatkan Musisi legend itu di pidana penjara.</em></p> 2020-12-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 Nady Al-Adab https://journal.unhas.ac.id/index.php/naa/article/view/12314 التفكير الصوتي عند العرب بين القديم والحديث 2020-12-26T13:14:52+00:00 Agussalim Beddu Malla bmagussalim@gmail.com <p><em>Ilmu Al-Ashwat adalah ilmu tentang suara, yaitu bagaimana kita mengucapkan bunyi suara dalam bahasa Arab dengan baik dan benar. Inti dari mempelajari ilmu al-Ashwat ini adalah kita bisa mengerti suara atau bunyi tersebut, bisa membedakan antara satu bunyi dengan bunyi yang lain dan bisa mengimplementasikannya dalam bentuk lain</em><em>.</em></p> <p><em>Pokok masalah yang di bahas dalam ilmu Ashwat adalah bagaimana cara mengucapkan abjad Arab dengan fasih dan benar, baik ketika berdiri sendiri sebagai abjad maupun setelah di rangkaikan dan di beri harakat sebagai sebuah kata. Menurut cakupannya ilmu aswat terdiri dari dua bagian, yaitu</em><em>:</em><em> (1) Ilmu Al-Aswat Al-‘Am dan (2) Ilmu Al-Aswat Al-khas. Sedangkan menurut menurut sifatnya ilmu aswat terdiri dari dua pula, yaitu (1) Ilmu bunyi teoritis, yaitu ilmu bunyi yang bersifat ilmiah murni, (2) Ilmu bunyi standar, yaitu yang terdapat pada ilmu tajwid</em><em>.</em></p> <p><em>Pemikiran tentang ilmu Al-Aswat para ahli bahasa sejak lama telah mencoba mengkaji, sebagaimana kita ketahui bahwa tujuan awal dari kajian tersebut adalah untuk mengkaji al-qur’an seperti yang kita kenal dengan istilah ilmu tajwid, namun lambat laun kajian ilmu al-Aswat bekembang seiring dengan perkembangan ilmu penegetahuan seperti ilmu kedokteran, psikologi dan lain-lain.</em></p> 2020-12-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020 https://journal.unhas.ac.id/index.php/naa/article/view/12030 أثر البيئة في قصيدة "المعلقة" لزهير بن أبي سلمى : دراسة بيئية أدبية 2020-12-06T06:23:28+00:00 Ilham Ramadhan ilhamr@unhas.ac.id <p><em>Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh lingkungan dalam syair “al Mu’allaqah” karya Zuhair bin Abi Sulma. </em><em>Suatu kajian Ekologi Sastra.</em><em> Urgensi kajian terletak pada adanya fenomena bahwa setiap syair tidak hanya bisa tidak hanya bisa di analisa lewat unsur intrinskinya seperti lafzh, qafiyah atau makna. Namun juga bisa dilihat dari unsur ekstrinsiknya, salah satu diantanya adalah lingkungan penyair itu sendiri atau biasa disebut dengan Ekologi Sastra. Pada artikel ini penyair akan menganilisa pengaruh lingkungan terhadap syair “al Mu’allaqah” karya Zuhair bin Abi Sulma salah satu penyair terkenal di zaman jahiliyah atau pra Islam. Dalam artikel ini, Penulis akan membahas tentang bagaimana kondisi lingkungan pada zaman jahiliyah dimana Zuhair bin Abi Sulma hidup pada zaman itu, kemudian melihat pengeruh lingkungan tersebut terhadap syair “al Mu’allaqah”.</em></p> <p><em>Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa syair “al Mu’allaqah” karya Zuhair bin Abi Sulma banyak dipengaruhi oleh lingkungan penyair, mulai dari kondisi geografis sampai budaya atau adat kebiasaan yang berlaku di lingkungan Zuhair bin Abi Sulma.</em></p> <p><strong><em>Kata Kunci</em></strong><em>: Syair “al Mu’allaqah”, Zuhair bin Abi Sulma, Lingkungan</em></p> 2020-12-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2020