CONDITION OF CORAL AND REEF FISH IN THE LOCATION OF FISH CATCHING USING DYNAMITE FISHING IN KAPOPOSANG WATER PARK AND THE SURROUNDING SEA

Mahmudin Mahmudin, Chair Rani, Hamzah Hamzah

Abstract


Dynamite fishing is one of the causes of damage to the coral reef ecosystem in Indonesia. Fishing activities using explosives (dynamite fishing) occur because of the desire of fishermen to get a lot of catch with low cost in a short time. Kapoposang Water Park (WP) is a region rich in marine biological resources. However, dynamite fishing activities which are still found within the area have caused the coral reef ecosystem to be severely damaged. The results showed a lower difference in the percentage of live coral cover at dynamite fishing locations (DF1, DF2) compared to control locations (K1, K2). In addition, the highest average values of coral fish abundance were found at locations K1, DF1, and DF2. Conversely, the results of the analysis found the lowest fish abundance at the K2 location. Different from the average number of reef fish species that were higher at the control location (K1, K2) compared to dynamite fishing locations (DF1, DF2). For the target fish biomass there is no real difference between the control location and dynamite fishing.


Keywords


Dynamite fishing; Coral reef; Kapoposang water park

Full Text:

PDF

References


Ali, S.N. 2017. Perkembangan Kondisi Terumbu Karang Di Pulau Kapoposang Tahun 2009-2015 Kabupaten Pangkep. Skripsi. Makassar. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin;

Burke, L. et. al. 2001. Terumbu Karang yang Terancam di Asia Tenggara (Ringkasan Untuk Indonesia);

www.reefcheck.or.id/.../terumbu-karang-yang-terancam-di-... Diunduh 15 maret 2018;

Dwiponggo, A. 1982. Pengkajian Sumberdaya Perikanan dan Tingkat Pengusahaannya di Perairan Sulawesi Selatan. Laporan Penelitian. Balai Penelitian Perikanan Laut. Jakarta;

English, S. et. al.1997. Surveymanual for tropical marine resources Townsville:Australian Institute of Marine Science;

Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 59 tahun 2014 tentang Rencana Pengelolaan dan Zonasi Taman Wisata Perairan Kepulauan Kapoposang dan Laut Sekitarnya di Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014-2034. 2014. Jakarta. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik lndonesia;

Haslindah. 2012. Valuasi Ekonomi Ekosistem Terumbu Karang Taman Wisata Perairan Kapoposang Kabupaten Pangkep. Tesis. Makassar. Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin;

Huda AR. 2008. Kondisi Terumbu Karang di Sekitar Pelabuhan dan Non Pelabuhan di Perairan Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, Kepulauan Seribu. [SKRIPSI]. Bogor: Program Studi Teknologi dan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor;

Faizal, A dan Jompa, J, 2010. Model Elevasi Digital Untuk Mendeteksi Kerusakan Terumbu Karang di Taman Wisata Alam Laut Kapoposang Sulawesi Selatan. Journal Ilmu Kelautan. Volume 1, 1-12;

Latuconsina, H. 2010. Identifikasi Alat Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan di Kawasan Konservasi Laut Pulau Pombo Provinsi Maluku. Jurnal Ilmiah agribisnis dan Perikanan (agrikan UMMU-Ternate), Volume 3 Edisi 2;

Muniaha, H. et al. 2009. 2016. Studi kelimpahan ikan karang berdasarkan kondisi terumbu karang di Desa Tanjung Tiram Kabupaten Konawe Selatan. Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, Volume 9-19. Kendari;

Nessa, N. e al. 2014. Valuasi Ekonomi Ekosistem Terumbu Karang. USAID From The American People;

Randall, J.E. et. al. 1990. Fishes of the Great Barrier Reef and Coral Sea. University of Hawaii Press, Honolulu. 506h;

Rani, C. et. al. 2011. Sebaran dan Keanekaragaman Ikan Karang di Pulau Barrangloppo : Kaitannnya Dengan Kondisi dan Kompleksitas Habitat. Fakultas Kelautan dan Imu Kelautan, Universitas Hasanuddin. Makassar. 12 hal;

Sala, R.et. al. 2011. Destruktive fishing in coremap II area Raja Ampat. Journal of Indonesia coral reefs. 1: 30-40;

Satria, A. 2017. Destructive Fishing. Presentasi disajikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Satuan tugas 115. Jakarta, 12 juli.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan. Jakarta. Kemeterian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia;

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-Pulau kecil. Jakarta. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia;

Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2001 tentang Kriteria Baku Kerusakan Terumbu Karang. 2001. Jakarta. Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.20956/jiks.v6i1.9897

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

View My Stats