Penurunan Derajat Kesehatan Pedagang Akibat Pajanan Debu PM10 di Kawasan Pasar Siteba Kota Padang

Aria Gusti, Ayu Arlesia, Luthfil Hadi Anshari

Abstract


PM10 merupakan debu berbahaya yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, terutama peningkatan penyakit saluran pernapasan. Penelitian bertujuan mengetahui tingkat risiko kesehatan lingkungan melalui analisis risiko pajanan PM10 pada pedagang di kawasan Pasar Siteba Kota Padang dan manajemen risiko yang dapat dilakukan. Penelitian menggunakan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL). Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2016 sampai dengan Maret 2017, sebanyak 45 responden. Teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Analisis data adalah secara univariat dan ARKL. Konsentrasi rata-rata PM10 di 3 lokasi sampling adalah150 μm/Nm3. Nilai konsentrasi referensi (RfC) dari PM10 adalah 0,014 mg/kg/hari. Nilai intake lifetime pajanan PM10 secara inhalasi di Simpang Kodam Siteba dan Simpang Perumnas Siteba memiliki nilai RQ > 1, menunjukkan bahwa pemajanan tidak aman bagi pedagang sehingga perlu dilakukan pengendalian dan nilai intake realtime pajanan PM10 secara inhalasi pada ketiga lokasi sampling menunjukkan bahwa pemajanan masih aman atau tidak beresiko pada pedagang dengan nilai RQ < 1. Hasil perhitungan risiko lifetime menunjukkan terdapat 2 lokasi sampling berisiko yaitu di Simpang Kodam Siteba dan Simpang Perumnas Siteba dengan nilai RQ > 1, yang menunjukan bahwa pedagang berisiko mengalami gangguan saluran pernapasan pada 30 tahun mendatang.


Keywords


Analisis risiko, pajanan, PM10

Full Text:

PDF

References


WHO. Air Pollution Levels Rising in Many of the World’s Poorest Cities [Internet]. 2016. Available from : http://www.who.int/news-room/detail/12-05-2016-air-pollution-levels-rising-in-many-of-the-world-s-poorest-cities.

Ahmad AA, Khoiron, Ellyke. Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan dengan Risk Agent Total Suspended Particulate di Kawasan Industri Kota Probolinggo. e-Jurnal Pustaka Kesehatan. 2014;2(2):346–52.

Lina Thabethe ND, Engelbrecht JC, Wright CY, Oosthuizen MA. Human Health Risks Posed by Exposure to PM10 for Four Life Stages in a Low Socio-Economic Community in South Africa. Pan Afr Med J. 2014;Jul 7;18:206. DOI : 10.11604/pamj.2014.18.206.3393.

Gusti A. Comparison of Risk Level of Exposure to PM10 on Students at Vegetated and Non Vegetated Elementary School in Padang City. International Journalof Applied Engineering Research. 2017;12(20):9434-9437.

Liu SK, Cai S, Chen Y, Xiao B, Chen P, Xiang XD. The Effect of Pollutional Haze on Pulmonary Function. J Thorac Diseases. 2016;8(1):E41–56.

WHO. Health Aspect of Air Polution with Particulate Matter, Ozone and Nitrogen Dioxide. Germany : World Health Organization; 2003.

Kelly FJ, Fussell JC. Air Pollution and Public Health: Emerging Hazards and Improved Understanding of Risk. Environmental Geochemistry and Health. 2015;37(4):631-49

Wulandari A, D YH, Raharjo M. Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Particulate Matter (PM10) Pada Pedagang Kaki Lima Akibat Aktivitas Transportasi ( Studi Kasus : Jalan Kaligawe Kota Semarang ). Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2016;4:677–91.

Azni IN, Wispriyono B, Sari M. Analisis Risiko Kesehatan Pajanan PM10 pada Pekerja Industri Readymix Pt. X Plant Kebon Nanas Jakarta Timur. Jurnal MKMI. 2015;10:203–9.

Xu L-Y, Yin H, Xie X-D. Health Risk Assessment of Inhalable Particulate Matter in Beijing Based on the Thermal Environment. International Journal of Environmental Research and Public Health. 2014;11(12):12368–88.

Aisyiah K, Latra IN. Pemodelan Konsentrasi Partikel Debu (PM10) pada Pencemaran Udara di Kota Surabaya dengan Metode Geographically-Temporally Weighted Regression. J Sains Dan Seni Pomits. 2014;2(1):1–6.

An X, Hou Q, Li N, Zhai S. Assessment of Human Exposure Level to PM10 in China. Atmospheric Environment. 2013;70:376–86.

Bedah S, Latifah I. Risiko Pajanan Konsentrasi PM10 dan PM2,5 di Kecamatan Ciwandan, Cilegon Jawa Barat Tahun 2014. Jurnal Ilmiah Kesehatan. 2017;9(1):93–102.

Kementerian Kesehatan. Pedoman Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan. Jakarta; 2012.

US.EPA. National Ambient Air Quality Standards (NAAQS) [Internet]. 2012. Available from: https://www.epa.gov/criteria-air-pollutants/naaqs-table.

Rifa B, Hanani Y. Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Pajanan Gas Hidrogen Sulfida (H2S) pada Pemulung Akibat Timbulan Sampah di TPA Jatibarang Kota. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2016;4:692–701.

Suhananto Z. Perbandingan Tingkat Risiko Pajanan PM10 pada Jalan Raya Bervegetasi dan Tidak Bervegetasi terhadap Kesehatan Penduduk [Skripsi]. Depok : FKM Universitas Indonesia; 2013.

Zhang R. Organic Carbon and Elemental Carbon Associated with PM10 in Beijing During Spring Time. J Hazard Mater. 2009;172(2–2):970–7.

Ruslinda Y, Wiranata D. Analisis Kualitas Udara Ambien Kota Padang Akibat Pencemar PM10. Jurnal Teknik Lingkung Unand. 2014;21(2):19–28.

Karagulian F, Belis CA, Dora CFC, Prüss-Ustün AM, Bonjour S, Adair-Rohani H, et al. Contributions to Cities’ Ambient Particulate Matter (PM): A Systematic Review of Local Source Contributions at Global Level. Atmospheric Environment. 2015; 120 :475-483. DOI : 10.1016/j.atmosenv.2015.08.087.

Suryaman US, Rahman A. Wilayah Aman Bagi Pemukiman Dekat Tambang Batu Kapur: Suatu Pendekatan Manajemen Risiko. Jurnal Ekologi Kesehatan. 2011;10(4):256–66.

Nukman A, Rahman A, Warouw S, Setiadi MI, Akib CR. Risk Analysis and Health Management of Air Pollution: Case Study in Nine Major Solid Transportation Cities. Journal Health Ecology. 2005;4(2):270–89.

Laumbach R, Meng Q, Kipen H. What Can Individuals do to Reduce Personal Health Risks from Air Pollution? Journal of Thoracic Disease. 2015;7(1): 96–107.




DOI: http://dx.doi.org/10.30597/mkmi.v14i3.4260

Refbacks

  • There are currently no refbacks.