KAJIAN NETNOGRAFI KETAHANAN PANGAN KELUARGA: VIDEO 5 ALASAN MEMILIH ALAS PASIR DI KANDANG AYAM KAMI

Authors

  • Tina Kartika
  • Nanang Trenggono
  • Nina Yudha Aryanti
  • Abdul Firman Ashaf
  • Andy Corry Wardhani

DOI:

https://doi.org/10.31947/aiccon2025.v1i2.47646

Keywords:

Instagram, Konten edukasi, Video

Abstract

Media sosial saat ini sangat mempengaruhi para penggunannya untuk mengikuti kontennya. Melalui interkasi baik sesama followers maupun pemilik akun terlihat diskusi video @bu_utiq. Kajian komentar dianalisa melalui kajian netnografi, artinya komunitas pada video tersebut dianalisa untuk menghasilkan nilai-nilai, pola, kecenderungan perilaku. Kajian netnografi dengan dengan konsep CMC, Computer Mediated Communication adalah sebuah bentuk komunikasi baru menandai era perubahan teknologi dan sosial. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan aktivitas pada komunitas tentang ketahanan pangan keluarga yang ada di vedio 5 Alasan Memilih alas pasir di kandang ayam kami. Hasil penelitian ini adalah: 1. Aktivitas pada konten: Video ini menjelaskan lima alasan memilih alas pasir di kandang, sebagai berikut a. Hemat Biaya: Pasir tidak perlu sering diganti. Hanya perlu disaring secara rutin untuk memisahkan kotoran, sehingga lebih ekonomis dibandingkan bahan lainnya. b. Tahan Lama: Pasir tidak mudah rusak atau habis. Dengan perawatan yang tepat, alas pasir bisa digunakan dalam jangka waktu lama. c. Mengurangi Bau: Pasir menyerap kelembapan dan mengeringkan kotoran ayam, sehingga bau tak sedap di kandang berkurang drastis. d. Mudah dibersihkan: Proses membersihkan kandang menjadi lebih cepat karena kotoran bisa diayak atau diambil tanpa harus mengganti alas seluruhnya. e. Tempat Mandi Debu Alami: Ayam suka mandi debu untuk membersihkan bulu dan kulit mereka. Pasir menyediakan tempat yang ideal untuk ayam mandi debu secara alami, menjaga kesehatan kulit mereka.  2. Konten Edukasi dan Interaktif:  Video ini menjelaskan interaksi, diskusi, antara pemilik akun @bu_utiq dan followers tentang penggunaan alas pasir di kandang ayam untuk menunjang swasembada pangan keluarga. Swasembada pangan keluarga dengan memprioritaskan kualitas ayam pada skala kandang ayam rumahan. Tanya jawab interaktif antara para followers dan akun @bu_utq dan mengedukasi. Hal ini menunjukkan media Instagram berpengaruh pada pemenuhan proses informasi ketahanan pangan keluarga dan hubungan baik pada follower dan pemilik akun sebagai komunitas.

References

Andaru, S. T., & Aesthetika, N. M. (2024). Dinamika Fandom: Mengelola Reaksi Hoax di Twitter. Indonesian Culture and Religion Issues, 1(1), 1-14.https://doi.org/10.47134/diksima.v1i1.25.

Bernatta, R. A., & Kartika, T. (2020). Fenomena Massa Dalam Mencari Informasi Viral Pada Media Sosial Instagram. Jurnal Sains Sosial Dan Humaniora, 4(2), 4(2), 153-65.

Eriyanto. (2021). Metode Netnografi: Pendekatan Kualitatif Dalam Memahami Budaya Pengguna Media Sosial . Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Fadhli, A. (2024). Laporan Netnografi Mengenai Budaya Digital Dari Media Sosial Manual Brew Community. Jurnal PIKMA: Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema, 7(1), 86-104. https://doi.org/10.24076/pikma.v7i1.1728.

Fitri, A. N., & Hanifa, M. (2025). Digital Public Relations to Improve Customer Relation: Netnography Study on @kai121 Account. urnal Komunikasi, 19(1), 1-19. https://doi.org/10.21107/ilkom.v19i1.28962.

Hukom, R., & Setiadi, S. H. (2025). Pengaruh Media Sosial terhadap Pola Kejahatan di Era Digital: Studi Kriminologi dengan Pendekatan Netnografi. Perkara: Jurnal Ilmu Hukum dan Politik, 3(1), 750-768. https://doi.org/10.51903/perkara.v3i1.2353.

Iskandar, H., & Amanah, B. (2024). RESPON GENERASI MILENIAL PADA KONTEN DAKWAH YOUTUBE AGUS MUHAMMAD IQDAM (ANALISIS NETNOGRAFI). JDARISCOMB: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 4(2), 135-155.

Kozinets, R. (2010). NetnographyDoing Ethnographic Research Online. SAGE Publications Asia-Pacific Pte Ltd: Singapore.

Kusuma, V., Sahabuddin, Z., & Hutasoit, P. (2022). Strategi digital marketing pada usaha mikro dan menengah (UMKM) di masa pandemi Covid-19 melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi rakyat. Jurnal cafetaria, 3(1), 24-35.

Mustaqim, & Shovmayanti, N. A. (2024). Perilaku Seks Bebas Melalui Friends with Benefits (FWB) di Media Sosial. ANALOGI Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(2), 48-57. https://doi.org/10.61902/analogi.v2i2.1024.

Priyowidodo, G. (2020). Netnografi Komunikasi: Aplikasi pada Tiga Riset Lapangan. PT. RajaGrafindo Persada.

Sitorus, S., & Rorong, M. J. (2024). Kajian Komunikasi Budaya Melayu pada Channel Youtube Apresiasi dari KEPRI. SCIENTIA JOURNAL: Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 6(3), https://doi.org/10.33884/scientiajournal.v6i3.8352.

Trisakti, F. A. (2025). Menjadi Muslim Milenial di Media Sosial: Analisis Netnografi pada Makna Gaya Hidup Halal bagi Komunitas Muda di Pekanbaru. Jurnal Riset Komunikasi, 8(1), 123-138.

Widyaningrum, A. Y. (2021). Kajian Tentang Komunitas Virtual: Kesempatan dan Tantangan Kajian di Bidang Ilmu Komunikasi. Komunikatif: Jurnal Ilmiah Komunikasi, 10(2), 141-152., 10(2), 141-152. https://doi.org/10.33508/jk.v10i2.3457.

Downloads

Published

2025-10-30