ANALYSIS OF THE SYMBOLISM IN THE MANGNGARO’ RITUAL OF MAMASA IN CONTEMPORARY DANCE AS INTERCULTURAL COMMUNICATION
DOI:
https://doi.org/10.31947/aiccon2025.v1i2.47655Keywords:
Ritual Mangngaro’, Simbolisme, Tari Kontemporer, Semiotika Roland BarthesAbstract
Ritual Mangngaro’ merupakan ritual adat Mamasa, Sulawesi Barat yang kaya akan simbolisme dan dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur. Dalam konteks modern, ritual ini diadaptasi ke dalam bentuk tari kontemporer untuk melestarikan nilai-nilai budaya dan mempromosikan pemahaman antarbudaya dari latar belakang budaya yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana simbolisme ritual Mangngaro’ direpresentasikan dalam bentuk tari kontemporer sebagai komunikasi antarbudaya. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata atau lisan dari orang-orang maupun perilaku yang diamati. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumen berupa video pertunjukan tari kontemporer. Dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes yang menelaah makna pada tingkat denotasi, konotasi, dan mitos untuk mengidentifikasi simbol-simbol yang terdapat dalam ritual Mangngaro’ yang diadaptasi ke dalam tari kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 simbol dalam ritual Mangngaro’ memiliki makna mendalam yang mencerminkan nilai-nilai budaya Mamasa dan dapat dikomunikasikan secara efektif melalui tari kontemporer. Dengan demikian, tari kontemporer yang terinspirasi oleh ritual Mangngaro’ tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pelestarian budaya, tetapi juga sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan budaya kepada audiens yang lebih luas.
References
Apria, D. R. (2020). Dampak Komodifikasi Terhadap Tari Tradisi Sebagai Media Komunikasi Tari Bedhaya Di Jakarta. Jurnal Communicology, 8(1), 104–117. http://journal.unj.ac.id/
Damayanti, C., Jannah, H., & Bazergan, E. (2023). THE PROCESSES OF MANGNGARO TRADITION IN MAMASA DISTRICT OF MESSAWA SULAWESI BARAT. Karya Ilmiah Mahasiswa (KIMA), 2(2), 188–194.
Dharma, N. M. M., Dharmapurusa, A. A., Nathanael, K., & Pandin, M. G. R. (2021). Challenges of Generation Z in Maintaining Local Culture As a National Identity in Globalization Era. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 10708–10720.
Hida, N. (2025). MAKNA TARI SEMBROMO KOTA BATU: KAJIAN TEOR ISEMIOTIK ROLAND BARTHES. Jurnal Transformasi Pendidikan Berkelanjutan, 6(2).
Mardatilla, A., & Rahman, A. (2023). Eksistensi Tradisi Mangngaro ; Bentuk Penghargaan Dan Penghormatan Spiritual Adat Mamasa. Pinisi Journal of Art, Humanity & Social Studies, 3(5), 105–110.
Marthen, M., Hijjang, P., & Basir, M. (2020). The Mangngaro Ceremony From The Perspective Of The Evolution Theory. European Journal of Study and Reflection in Arts and Humanities Vol, 8(1).
Maryono, M. (2023). Tari Sebagai Media Komunikasi Aktual Seniman Di Masyarakat. Acintya Jurnal Penelitian Seni Budaya, 14(2), 168–181. https://doi.org/10.33153/acy.v14i2.4665
Pelawi, A. B., Hasanah, A., Sianturi, N. D. K., Amanda, R., & Hutapea, R. (2025). Mengungkap Mitos Budaya: Guro-Guro Aron Imka di Unimed 2025 Melalui Lensa Semiotika Roland Barthes. CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 1(4), 807–814.
Sugiyono, P. D. (2021). Metode Penelitian Kualitatif (M. S. Sofia Yustiyani Suryandari, S.E. (ed.); Cetakan ke). Alfabeta CV.