PENERIMAAN KOMUNITAS SRIKANDI TERHADAP TOXIC MASCULINITY DALAM FILM ALL TOO WELL
DOI:
https://doi.org/10.31947/aiccon2025.v1i1.47705Keywords:
decoding, encoding, film, resepsi, toxic masculinityAbstract
Artikel ini bertujuan menjelaskan penerimaan penonton perempuan mengenai toxic masculinity dalam film All Too Well. Asumsi dasar dari penelitian ini adalah bahwa dengan meneliti penerimaan penonton, dapat ditemukan penjelasan mengenai posisi penerimaan yang dipengaruhi oleh frameworks of knowledge, relations of production, dan technical infrastructures. Peneliti menerapkan metode kualitatif dengan menekankan pada proses pembongkaran makna antara teks dan penerimaannya pada lima informan perempuan dari komunitas Srikandi UGM. Hasil wawancara menunjukkan bahwa negotiated position mendominasi pada kategori toxic masculinity yang ditampilkan. Penonton perempuan melakukan penerimaan secara aktif. Penonton perempuan memiliki otoritas dalam memaknai berdasarkan pengalaman dan relasi sosial budaya. Identitas informan sebagai komunitas yang vokal dalam advokasi dan menyuarakan isu kesetaraan gender menjadi salah satu faktor keberpihakan dalam penerimaan.
References
BBC Indonesia. (2019). Kenapa Lebih Banyak Laki-Laki Meninggal karena Bunuh Diri? BBC Indonesia. Retrieved Februari 24, 2023, from https://www.bbc.com/indonesia/vert-fut-47862671
Connell, R. W. (2000). The Men and The Boyz. Australia: Allen & Unwin.
Demartoto, A. (2010). Konsep Maskulinitas dari Jaman ke Jaman dan Citranya dalam Media. Unpublished. Retrieved from https://argyo.staff.uns.ac.id/files/2010/08/maskulinitas-ind1.pdf
Effendy, O. U. (2003). Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Hadi, I. P. (2009). Penelitian Khalayak dalam Perspektif Reception Analysis. Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(1), 1-7. doi:https://doi.org/10.9744/scriptura
Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. London: Sage.
Hall, S. W. (1980). Encoding/Decoding. In S. Hall, D. Hobson, A. Lowe, & P. Willis, Culture, Media, Language: Working Papers in Cultural Studies (pp. 63-87). London: Hutchinson.
Hermawan, I., & Hidayah, N. (2023). Toxic Masculinity dan Tantangan Kaum Lelaki dalam Masyarakat Indonesia Modern. Dimesia, 171-182. doi:10.21831/dimensia.v12i2.60991
Jufanny, D., & Girsang, L. R. (2020). Toxic Masculinity dalam Sistem Patriarki (Analisis Wacana Kritis Van Dijk Dalam Film “Posesif”). Semiotika, 8-23. doi:http://dx.doi.org/10.30813/s:jk.v14i1.2194.g1775
Nadira, N. D., Danadharta, I., & Ayodya, B. P. (2024). Analisis Resepsi Mahasiswa Ilkom UNTAG Terhadap Toxic Masculinity Melalui Foto Instagram Jefri Nichol. Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Komunikasi, 3(1). doi:https://doi.org/10.30996/sintesa.v3i01.10506
Novalina, M., Flegon, A. S., Valentino, B., & Gea, F. I. (2021). Kajian Isu Toxic Masculinity di Era Digital dalam Perspektif Sosial dan Teologi. Jurnal Efata, 12-27. Retrieved from https://e-journal.sttiman.ac.id/index.php/efata/article/view/56/37
Paramitha, N. N., Joni, I. S., & Pradipta, A. D. (2021). Pemaknaan Khalayak Pada Campaign #EndToxicMasculinity pada Media Sosial Tiktok (Studi pada Remaja di Kota Denpasar). Medium, 2(2), 113-122. Retrieved from https://ojs.unud.ac.id/index.php/komunikasi/article/view/78403
Priandono, T. E. (2016). Komunikasi Keberagaman. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Ramdani, M. F., Putri, A. C., & Wisesa, P. D. (2022). Realitas Toxic Masculinity di Masyarakat. Prosiding Seminar Nasional Ilmu-ilmu Sosial, 230-235. Retrieved from https://proceeding.unesa.ac.id/index.php/sniis/article/view/60/46
Syarif, F. (2017). Hubungan Kematangan Emosi Dengan Perilaku Agresi Pada Mahasiswa Warga Asrama. Psikoborneo, 5(2), http://dx.doi.org/10.30872/psikoborneo.v5i2.4364. doi:http://dx.doi.org/10.30872/psikoborneo.v5i2.4364
The Standard. (2021). Confronting Toxic Masculinity. London. Retrieved Februari 24, 2023, from https://standard.asl.org/about-us/
Vanie, A., & Meviana, M. (2022). Representasi Maskulinitas Toksik pada Tokoh Utama dalam Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas. Jurnal Mahardika Adiwidia, 9(2). doi:https://doi.org/10.36441/mahardikaadiwidi.v2i1.1206.g655
Wahidar, T. I., & Reswari, S. A. (2021). A Reception Analysis of Toxic Relationship in All Too Well: The Short Film by Taylor Swift. Medium, 9(2), 332-346. doi:https://doi.org/10.25299/medium.2021.vol9(2).10035
Wahyudi, A., Endang SM, A., & Risdiyanto, B. (2022). Representasi Toxic Masculinity pada Film Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini (NKCTHI). Jurnal Komunikasi dan Budaya, 3(1), 101-111. doi:http://dx.doi.org/10.54895/jkb.v3i1.1425
Wardana, M. H., Aditya, D. K., & Supriadi, O. A. (2021). Perancangan Buku Aktivitas Tentang Meningkatkan Kesadaran Toxic Masculinity Terhadap Laki-Laki Disekitar Kita Untuk Dewasa Muda Di Kota Bandung. E-proceeding of Art & Design, 8(3), 953. Retrieved from https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/artdesign/article/view/16054