MONETISASI TIKTOK AKUN @frfirman01 DAN PROFESI SELEBRITI MIKRO
DOI:
https://doi.org/10.31947/aiccon2025.v1i2.47958Keywords:
akun tiktok @frfirman01, media sosial, monetisasi, selebriti mikroAbstract
Masyarakat informasi dan media sosial merupakan satu kesatuan yang melekat erat di era siber. Platform tiktok merupakan salah satu media sosial yang mengalami peningkatan pengguna di era pandemi covid-19. Salah satu akun tersebut adalah akun tiktok @frfirman01 atau dikenal dengan sebutan king ambyar people. Akun ini adalah akun tiktok yang berisikan konten koreografi tarian modern dengan iringan musik jawa bercirikan koplo. Dengan jumlah pengikut, jumlah likes, serta jumlah views yang cukup banyak membuat akun tiktok ini menarik perhatian masyarakat sehingga lahirlah sebutan profesi baru mereka yakni sebagai selebriti mikro atau yang dikenal dengan sebutan seleb tiktok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma kritis dan teknik purposive sampling berupa pemilihan konten postingan di akun tiktok @frfirman01. Monetisasi tiktok tentu berperan besar dalam proses kehadiran profesi baru ini. Ekonomi perhatian yang memusatkan pada kuantitas yang menarik perhatian masyarakat adalah “segalanya” sehingga membuat usaha dari selebriti untuk menjadi kategori “dianggap”. Konsep kuasa yang dilekatkan kepada selebriti ini yang makin menandaskan signifikansi kajian selebriti berikut potensi pengaruhnya bagi publik. Dari hasil penelitian yang didapat adalah akun tiktok king ambyar people berusaha menjadi selebriti yang dianggap di masyarakat dengan cara eksis di beberapa stasiun televisi maupun menjadi bintang iklan suatu produk.
References
Albarran, A. (1996). Communication models for the study of mass communication (2nd ed.). Iowa: University Press.
Arne, B. (2012). Our celebrities our selves: Reconstructing ourselves as online personalities.
Burgess, J., & Green, J. (2009). Online video and participatory culture. Polity Press.
Burgess, J., & Green, J. (n.d.). Online video and participatory cultures.
Castells, M. (2016). The information age: Economy, society, and culture. Wiley-Blackwell.
Centeno, D. D. (2015). Constructing celebrities as political endorsers: Parasocial acts, cultural power, and cultural capital. Philippine Political Science Journal, 36(2), 209–232.
Dwyer, T., & Martin, F. (2017). Sharing news online: Social media news analytics and their implications for media pluralism policies. Digital Journalism, 5(8), 1080–1100.
Fuchs, C. (2016). Critical theory of communication: New readings of Lukács, Adorno, Marcuse, Honneth and Habermas in the age of the Internet. University of Westminster Press.
Goffman, E. (1959). The presentation of self in everyday life. Doubleday.
Goldhaber, M. (2006). The attention economy. 2nd Monday Conference, Chicago.
Holmes, S., & Redmond, S. (2006). Framing celebrity: New directions in celebrity culture. Routledge.
Khamis, S., Ang, L., & Welling, R. (2017). Self-branding, ‘micro-celebrity’ and the rise of social media influencers. Celebrity Studies, 8(2), 191–208.
Marwick, A. E. (2011). To see and to be seen: Celebrity practice on Twitter. Convergence: The International Journal of Research into New Media Technologies, 17(2), 139–158.
McQuail, D., & Windahl, S. (1993). Communication models for the study of mass communication (2nd ed.). Longman.
Mistar. (2020). Untuk para kreator TikTok, ini cara monetisasi konten biar dapat duit. https://www.mistar.id/edukasi/untuk-para-kreator-tiktok-ini-cara-monetisasi-konten-biar-dapat-duit/
Myllylahti, M. (2019). Paying attention to attention: A conceptual framework for studying news reader revenue models related to platforms. Digital Journalism, 7(2), 218–233.
(n.d.). Untuk para kreator TikTok, ini cara monetisasi konten biar dapat duit. https://www.mistar.id/edukasi/untuk-para-kreator-tiktok-ini-cara-monetisasi-konten-biar-dapat-duit/
Ritzer, G., & Jurgenson, N. (2010). Production, consumption, prosumption: The nature of capitalism in the age of the digital “prosumer”. Journal of Consumer Culture, 10(1), 13–36.
Romadhon, A. (2013). Musik dangdut koplo di grup Bhaladika Semarang dalam konteks perubahan sosial budaya. Catharsis: Journal of Arts Education.
Senft, T. M. (2008). Camgirls: Celebrity & community in the age of social networks. Peter Lang.
Stephanie, C. (2021, December 20). Jumlah pengguna aktif bulanan TikTok terungkap. Kompas Tekno. https://tekno.kompas.com/read/2021/04/19/14020037/jumlah-pengguna-aktif-bulanan-tiktok-terungkap?page=all
Sugihartati, R. (2014). Perkembangan masyarakat informasi & teori sosial kontemporer. Kencana.
Syaiful. (2021, April 8). Beradaptasi dengan pandemi, dancer di Jogja berinovasi lewat TikTok. Harian Jogja. https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2021/04/08/510/1068430/beradaptasi-dengan-pandemi-dancer-di-jogja-berinovasi-lewat-tik-tok
Toffler, A. (1980). The third wave: The waves defined. Bantam Books.
Turner, G. (2010). Ordinary people and the media: The demotic turn. SAGE.
Wertime, I. F., & Fenwick, K. (2008). DigiMarketing: The essential guide to new media & digital marketing. John Wiley & Sons (Asia) Pte. Ltd.
Webster, J. G. (2014). The marketplace of attention: How audiences take shape in a digital age. MIT Press.
Yahoo.com. (2021, November 29). Profil Firman King Ambyar People. https://id.berita.yahoo.com/profil-firman-king-ambyar-people-124000682.html