Penolakan Vaksinasi Covid-19 Masyarakat DKI Jakarta: Disinformasi dan Anti-Sains
DOI:
https://doi.org/10.31947/jgov.v15i2.14215Keywords:
: Disinformasi, Ketidakpercayaan Publik, Vaksinasi Covid-19Abstract
Abstract
This article discusses the doubts born in Jakarta about Covid-19 vaccination that has an impact on the crisis of public trust. In the world of health, vaccination becomes part of the health body because it has the function to prevent various diseases so that it has the potential to save lives and of course have a good impact on the economy of a country. The purpose of this article is to examine (1)the factors behind the public's hesitation in vaccinating, (2)how the government responds to this, (3) the impact of these doubts. In conducting the research, researchers used qualitative research methods with descriptive analysis techniques, with a case study approach. The case study raised is about the doubts of the people of Jakarta in vaccinating Covid-19. In collecting data, researchers used library studies sourced from articles as well as journals. The results of this study show that doubts born in the community are caused by people who are not pro to the government. Not only that, there are other indicators, namely distrust of science, distrust of the government and pharmaceutical companies, excessive attitudes from the government to influence the public, and the continuity of communication between the public and the government.
Keywords: disinformation, public distrust, covid-19 vaccination
Abstrak
Artikel ini membahas mengenai keraguan yang lahir di masyarakat Jakarta engenai vaksinasi Covid-19 yang berdampak pada krisis kepercayaan masyarakat. Dalam dunia kesehatan, vaksinasi menjadi bagian dari tubuh kesehatan karena didalamnya memiliki fungsi untuk mencegah berbagai penyakit sehingga berpotensi dalam menyelamatkan nyawa dan tentunya berdampak baik pula terhadap perekonomi suatu negara. Tujuan dituliskannya artikel ini yakni untuk mengkaji (1)faktor yang melatarbelakangi masyarakat ragu melakukan vaksinasi, (2)bagaimana sikap pemerintah merespon hal ini, (3) dampak daripada keraguan ini. Dalam melakukan penelitian, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik deskriptif analisis, dengan pendekatan studi kasus. Studi kasus yang diangkat yakni mengenai keraguan masyarakat Jakarta dalam melakukan vaksinasi Covid-19. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan studi perpustakaan yang bersumber dari artikel serta jurnal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keraguan yang lahir di masyarakat disebabkan oleh masyarakat yang tidak pro kepada pemerintah. Tak hanya itu, terdapat indikator lainnya yakni adanya ketidakpercayaan akan sains, ketidakpercayaan akan pemerintah serta perusahaan farmasi, sikap berlebihan dari pemerintah untuk mempengaruhi publik, serta adanya ketidaksinambungan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah.
References
Aditya Yoga Purnama, R. S. (2021, Februari). Solusi Bias Kognitif, Kesenjangan Digital dan Moralitas di Era Pandemi Covid-19. Jurnal Edukasi dan Kemanusiaan, 1(1), 63-67.
Afifah M. Atiqah, I. A. (2021). Komnas KIPI: 30 Meninggal Usai Vaksin Covid-19. Jakarta: Narasi.
Albi Anggito, J. S. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. In J. S. Albi Anggito, Metodologi Penelitian Kualitatif (pp. 7-15). Jejak.
Alkaf, M. (2020, Juni). Agama, Sains, Dan Covid-19: Perspektif Sosial-Agama.
Andhika, L. R. (2018, April). Meningkatkan Kepercayaan PublikTerhadap Pemerintah Melalui Redesain Proses Kebijakan. JURNAL ILMU PEMERINTAHAN, 2-4.
Azizah, K. N. (2020). Dugaan Kasus Pertama Virus Corona di China Terdeteksi pada November 2019. Jakarta: detikHealth.
Azzahra, T. A. (2020). Nilai Pemerintah RI Lambat Cegah Corona, FKM UI: Corona Masuk Sejak Januari. Jakarta: detikNews.
Dewi Nurita, K. S. (2021). Survei SMRC: Warga DKI Jakarta Tertinggi Menolak Vaksinasi Covid-19. Jakarta: Tempo.co.
Dewi, R. K. (2021). 4 Tahapan Vaksinasi Covid-19 dan Jadwal Pelaksanaannya. Jakarta: KOMPAS.com.
Diyah Indiyati, H. N. (2020). Media vs Kepercayaan Publik di Masa Pandemi. Jurnal of Media and Comunnication Science.
Dwianto, A. R. (2021). Ada 7 Jenis Vaksin COVID yang Digunakan di Indonesia, Sudah Tersertifikasi WHO? Jakarta: detikHealth.
Hayat, N. (2020). Covid-19: Apa yang Membuat Kegagalan Komunikasi Pemerintah? Jakarta: Remotivi.
Hermin Indah Wahyuni, K. A. (2021). Problem Infodemic Dalam Merespon Pandemi Covid-19. Yogyakarta: Media FISIPOL UGM.
Indonesia, T. C. (2021). Alasan 25 Relawan Vaksin Sinovac Tetap Terkena Covid-19. Jakarta: CNN Indonesia.
Indonesia, T. K. (2020). Pemerintah Luncurkan Situs Resmi Covid-19. Jakarta: Kominfo.
Kurnia, T. (2021). Vaksin Sinovac Gagal Dapat Izin WHO di April 2021. Beijing: Liputan6.com.
MUI, K. I. (2021). BPOM Terbitkan EUA, Komisi Fatwa MUI: Vaksin Sinovac Halal dan Boleh Digunakan Muslim. Jakarta: MUI.
Muprhy, K. (2004). The Role of Trust in Nurturing Compliance: A Study of Accused Tax Avoiders. Law and Human Behaviour.
Nawawi, H. H. (2015). Metode Penelitian Bidang Sosial. In H. H. Nawawi, Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: UGM Press.
Nazir, M. (2004). Metode Penelitian.
Nurita, D. (2021). Survei SMRC: Warga DKI Jakarta Tertinggi Menolak Vaksinasi Covid-19. Jakarta: Tempo.
Organization, W. H. (2021, May 3). WHO Coronavirus (COVID-19) Dashboard.
Pangaribuan, M. (2021, Januari). Kebijakan Pemerintah DKI Jakarta Menangani Pandemi Covid-19. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 14(1), 2.
Pranita, E. (2021). Setahun Pandemi Covid-19, Ini 6 Teori Konspirasi Menyesatkan di Dunia. Jakarta: Kompas.
Puspitasari, L. (2020). Pandemi, Komunikasi Risiko, dan Kepercayaan Publik. Jakarta: detikNews.
RI, K. K. (2020). Tenaga Kesehatan Perlu Pahami Komunikasi Risiko. Jakarta: bppsdmk.kemkes.go.id.
Tasnim. (2020). Persepsi Masyarakat Tentang Vaksin Covid-19 di Wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Tobing, A. G. (2021). Perkembangan Data Kasus dan Vaksinasi COVID-19 di Jakarta per 30 Maret 2021. Jakarta: BeritaJakarta.
Wiryono, S. (2021). Wagub DKI: Kecepatan Penyebaran Covid-19 di Jakarta Lebih Cepat dari Buat Masker. Jakarta: Kompas.
Zalukhu, J. (2021). Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Psikologis Masyarakat.
Zein, R. A. (2019, Juni 16). Sikap Anti-Sains: Mengapa partisan cenderung berpikir konspiratif?
