Peran Pemerintah Daerah Dalam Pemberdayaan Masyarakat Nelayan di Kabupaten Pinrang

Authors

  • A. Sudirman Bachtiar

DOI:

https://doi.org/10.31947/jgov.v19i1.52188

Keywords:

Fishermen Community Empowerment, Local Government Role, Education and Training, Institutional Strengthening, Pinrang Regency.

Abstract

Fishing communities are coastal communities that play an important role in supporting the development of the fisheries sector and regional food security. However, various challenges such as limited human resource capacity, restricted access to technology and information, weak fishermen institutions, and the suboptimal implementation of empowerment policies continue to hinder efforts to improve fishermen's welfare. This study aims to analyze the role of the Pinrang Regency Government in empowering fishing communities. The research employed a qualitative descriptive approach using a case study method. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving officials from the Fisheries Office, fishermen groups, and coastal communities as research informants. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the Pinrang Regency Government implements fishermen empowerment through three main aspects: education and training, access to knowledge, technology and information, and institutional strengthening. Education and training programs are designed to improve fishermen’s technical skills and entrepreneurial capacity. Access to knowledge, technology, and information is facilitated through extension services, information dissemination, and the introduction of modern fisheries technologies. Meanwhile, institutional strengthening is carried out through the establishment and development of Joint Business Groups (Kelompok Usaha Bersama/KUB) as platforms for empowerment and business development among fishermen. Although several challenges remain, these empowerment efforts have contributed to improving the capacity and self-reliance of fishing communities in Pinrang Regency.

References

Abelshausen, B., Vanwing, T., & Jacquet, W. (2015). Participatory Integrated Coastal Zone Management In Vietnam: Theory Versus Practice Case Study: Thua Thien Hue province. Journal of Marine and Island Cultures, 4(1), 42-53

Adimihardja SA, Hamid G dan Rosa E. 2013. Pengaruh pemberian kombinasi kompos sapi dan fertimix terhadap pertumbuhan dan produksi dua kultivar tanaman selada (Lactuca sativa L.) dalam sistem hidroponik rakit apung. J Pertanian 4 (1 : 6-20) ISSN 2087-4936.

Bengen, D. G. (2010). Ekosistem dan Sumberdaya Pesisir dan Laut Serta pengelolaan Secara Terpadu dan Berkelanjutan. Prosiding Pelatihan pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu, Pusat Kajian Sumberdaya pesisir Dan Lautan FPIK IPB.

Creswell, John W. (2007) Qualitative Inquiry & Research Design Choosing Among Five Apporoaches. California: Sage Publication Inc

Creswell, John W, 2014, Penelitian Kualitatif & Desain Riset, Yogyakarta, Pustaka Pelaja

Hari Sabarno, Memandu Otonomi Daerah Menjaga Kesatuan Bangsa, Sinar Grafika, Jakarta, 2008

Hikmat, Harry. 2001. Strategi Pemberdayaan Masyarakat. Bandung: Humaniora Utama Press

Indonesia. Undang-Undang Repbulik Indonesia Nomor 7 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, Dan Petambak Garam.

Inu Kencana Syafiie, Ilmu Administrasi Publik, Jakarta: Rineka Cipta, 2006

Labolo, Muhadam, Memahami Ilmu Pemerintahan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011)

Peraturan Bupati Pinrang Nomor 57 Tahun 2016 tentang kedudukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi serta tata kerja dinas perikanan yakni dengan adanya yang membidangi pemberdayaan nelayan

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia NomorPER. 14/MEN/2009 Tentang Mitra Bahari. (n.d.).

PP No. 50 Tahun 2015 tentang Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pembudidaya-Ikan Kecil

Ryaas Rasyid, 2000, Dalam Otonomi atau Federalisme Dampaknya Terhadap Perekonomian, Harian Umum Suara Pembaruan, Jakarta.

Soerjono Soekanto, 2009:212-213, Peranan Sosiologi Suatu Pengantar, Edisi Baru, Rajawali Pers, Jakarta.

Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sulistiyani, Ambar Teguh, 2004. Kemitraan dan Modul-modul Pemberdayaan.Yogyakarta: Gava Media

Sunarno, Siswanto, 2014, Hukum Pemerintahan Daerah di Indonesia, Jakarta, Sinar Grafika

Supriharyono. 2000. Pelestarian dan Pengelolaan Sumber Daya Alam di Wilayah Pesisir Tropis. Jakarta: Gramedia

Syaukani, dkk, Otonomi Daerah dalam Negara Kesatuan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.

Tjandra, W. Riawan, 2009, Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN): Mendorong Terwujudnya Pemerintah yang Bersih dan Berwibawa, Yogyakarta: Universitas Atma Jaya.

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah

UU No. 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam

Winarni. 1998. Memahami Pemberdayaan Masyarakat Desa Partisipatif dalam orientasi Pembangunan Masyarakat Desa Menyongsong abad 21 :Menuju Pemberdayaan Pelayanan Masyarakat. Yogyakarta: Aditya Media.

Yin, R. K. (2009). “Case Study Research: Design and Method” (4rd ed.). California: Sage Publications, Inc.

Yuwono, N., 1998. Teknik Pantai Volume III. Yogyakarta: Biro Penerbit Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil. Universitas Gadjah Mada. Yogyakata Andreas, 2007

Downloads

Published

2026-01-31

Issue

Section

Articles