Main Article Content

Abstract




Parasit merupakan organisme yang hidup untuk sementara ataupun tetap di dalam atau pada permukaan organisme lain untuk mengambil makanan sebagian atau seluruhnya dari organisme tersebut. Parasit terbagi dua yaitu endoparasit dan ektoparasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan ektoparasit dan endoparasit pada tikus yang tertangkap di TPA Tamangapa Kecamatan Manggala Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data yang dilakukan pada penelitian ini adalah analisis univariat dengan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian yaitu jenis tikus tertangkap adalah Rattus Norvegicus, Rattus tanezzumi, Bandicota indica dan Rattus norvegicus javanicus. Nilai trap success yaitu 3,75%. Hasil pemeriksaan didapatkan tikus terinfeksi ektoparasit jenis tungau Laelaps nuttalli dan pinjal Xenopsylla cheopis serta endoparasit Nippostrongylus brasillensis, Trichuris muris, Hymenolepis diminuta, dan Heterakis sp. Semua tikus yang tertangkap positif terinfeksi ektoparasit, sedangkan hanya satu tikus yang tidak terinfeksi endoparasit. Sebaiknya pihak pengelola TPA Tamangapa dan masyarakat sekitar lokasi tersebut senantiasa memperhatikan sanitasi, menjaga kebersihan, menutup tempat penyimpanan makanan dan air minum agar terhindar dari risiko penularan penyakit akibat tikus.


Keywords

Trap success endoparasit ektoparasit

Article Details

Author Biographies

nurul rida ainun da rusman, FKM Universitas Hasanuddin

Departemen Kesehatan Lingkungan FKM Universitas Hasanuddin

Syamsuar Mannyullei, FKM Universitas Hasanuddin

Departemen Kesehatan Lingkungan, FKM Universitas Hasanuddin

Hasnawati Amqam, FKM Universitas Hasanuddin

Departemen Kesehatan Lingkungan FKM Universitas Hasanuddin
How to Cite
da rusman, nurul rida ainun, Mannyullei, S., & Amqam, H. (2021). IDENTIFIKASI EKTOPARASIT DAN ENDOPARASIT PADA TIKUS DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) TAMANGAPA KOTA MAKASSAR: Identification of Ectoparacite and Endoparacite in Rat at Tamangapa Landfill Makassar City. Hasanuddin Journal of Public Health, 2(1), 32-41. https://doi.org/10.30597/hjph.v2i1.12191

References

  1. Wijayanti T. Vektor dan Reservoir. Balaba. 2008;7(2).
  2. WHO. Vector Borne Disease. WHO. 2020. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-
  3. sheets/detail/vector-borne-diseases
  4. Nasir M, Amira Y, Mahmud AH. Keanekaragaman Jenis Mamalia Kecil (Famili Muridae) Pada
  5. Tiga Habitat Yang Berbeda di Lhokseumawe Provinsi Aceh. J Bioleuser. 2017;1(1):1–6.
  6. Irawati J, Fibriana AJ, Wahyono B. Efektivitas pemasangan berbagai model perangkap tikus terhadap keberhasilan penangkapan tikus di Kelurahan Bangetayu Kulon Kecamatan Genuk Kota Semarang Tahun 2014. Unnes J Public Health. 2015;4(3):67–75.
  7. Wijayanti, T., & Marbawati, D. Keanekaragaman, Deteksi Dan Peranan Tikus Terhadap Penularan Toksoplasmosisdi Kabupaten Banjarnegara. Balaba. 2018;4(2):169–180.
  8. Purbaningsih, V. C., & Widyanto, A. Deskripsi Jumlah dan Spesies Tikus di Desa Banjarpanepen Kecamatan Sumpiuh. Buletin Keslingmas 2019;38(4):328–335.
  9. Hernasari PR. Identifikasi Endoparasit pada sampel Feses Nasalis Larvatus, Presbytis Comata, dan Presbytis Siamensis dalam Penangkaran Menggunakan Metode Natif dan Pengapungan dengan Sentrifugasi. Universitas Indonesia; 2011.
  10. Adrianto, H. Buku Ajar Parasitologi. Rapha Pyblishing; 2020.
  11. Frye MJ. Preliminary Survey of Ectoparasites and Associated Pathogens from Norway Rats in New
  12. York City. J Med Entomol. 2015;52(2).
  13. Manyullei S, Birawida AB, Suleman IF. Studi Kepadatan Tikus Dan Ektoparasit Di Pelabuhan
  14. Lautsoekarno Hatta Tahun 2019. J Nas Ilmu Kesehat. 2019;2(2).
  15. Adipura, S. Pengaruh TPA Tamangapa Terhadap Kualitas Air Baku di Wilayah Pemukiman
  16. Sekitarnya (Besi dan Mangan); 2015.
  17. Syamsul, M., & Nur, R. N. Hubungan Hygiene Perorangan dengan Kejadian Infeksi Kecacingan
  18. pada Pemulung Anak Usia Seolah di TPA Antang Makassar. Higiene. 2018:4(3).
  19. Kementerian Kesehatan RI. Petunjuk Teknis Pengendalilan Pes. Jakarta: Departemen Kesehatan
  20. Republik Indonesia; 2014.
  21. Raharjo, J., & Ramadhani, T. Studi Kepadatan Tikus dan Ektoparasit pada Daerah Fokus dan Bekas Pes; 2012: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan FKIK Unsoed.
  22. Alwiyah. Identifikasi Keberadaan Bakteri Leptospira Patogen pada Ginjal Tikus di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Menggunakan Metode Polymerase Chain Reaction (PCR). Universita Hasanuddin; 2019.
  23. Adipura, S. Pengaruh TPA Tamangapa Terhadap Kualitas Air Baku Di Wilayah Pemukiman Sekitarnya (Besi Dan Mangan); 2015.
  24. Syamsul, M., & Nur, R. N. Hubungan Hygiene Perorangan dengan Kejadian Infeksi Kecacingan pada Pemulung Anak Usia Sekolah di TPA Antang Makassar. Higiene. 2018:4(3).
  25. Setyaningrum, Dita A. Jenis tikus dan Endoparasit Cacing dalam Usus Tikus di Pasar Rasamala Kelurahan Srondol Wetan Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. J Kesehat Masy. 2016;4(3):50– 59.
  26. Widiastuti D, Astuti novia tri, Pramestuti N, Sari TF. Infeksi Cacing Hymenolepis Nana Dan Hymenolepis Diminuta Pada Tikus Dan Cecurut Di Area Pemukiman Kabupaten Banyumas. Vektora. 2016;8(2):81–90.
  27. Sarjono teguh wahju. Helmintologi Kedokteran dan Veteriner. malang: Tim UB Press; 2020.
  28. Priyotomo YC, Santoso L, Martini, Hestiningsih R. Studi Kepadatan Tikus dan Ektoparasit di
  29. Daerah Perimeter dan Bufferpelabuhan Laut Cilacap. J Kesehat Masy. 2015;3(2).
  30. Liana D. Ektoparasit pada Tikus yang Tertangkap di Pemukiman Penduduk Kawasan Tempat
  31. Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan Bantul. J Ris Drh. 2015;17(1).
  32. Annashr nissa noor, Santoso L, Hestiningsih R. Studi Kepadatan Tikus dan Ektoparasit di Desa
  33. Jomblang, Kecamatan Candisari, Kota Semarang Tahun 2011. Wawasan Kesehatan. 2017;3(2).
  34. Padoli. Mikrobiologi dan Parasitologi Keperawatan. Jakarta: Pusdik SDM Kesehatan; 2016.
  35. Fifendy M, Irdawati. Cacing Parasit Penyebab Penyakit Pada Manusia Yang Bersumber Dari Tikus Di Pasar Raya Padang. Pros Semin Bks. 2009;
  36. Sumanto D. Parasitologi Kesehatan Masyarakat. Semarang: Yoga Pratama; 2016.