Analisis Mikroflora Candida albicans pada Perokok dan Potensi Daya Hambat Ekstrak Daun Pacar Kuku Lawsonia sp. Terhadap Isolat Candida albicans

Andi Fatmawati, Tuty Widyanti, Anita

Abstract

Salah satu mikroflora normal pada mulut yang dipengaruhi oleh keberadaan asap rokok adalah Candida albicans, jamur ini dapat berubah menjadi patogen jika terjadi perubahaan dalam diri host. Perubahan yang terjadi pada host tersebut dapat bersifat lokal maupun sistemik yang dapat menyebabkan kandidiasis oral. Daun pacar kuku (Lawsonia inermis) merupakan tanaman obat yang mengandung senyawa aktif yang berkhasiat yaitu senyawa lawsone (2-hydroxy-1, 4-napthoquinone). Selain itu daun pacar kuku juga mengandung alkaloid, glikosida, flavonoid, fenol, saponin, tannin, dan minyak atsiri. Salah satu khasiatnya adalah sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan mengetahui kolonisasi Candida albicans dari swab mukosa perokok dan kemampuan penghambatan ekstrak daun pacar kuku terhadap isolat Candida albicans. Penelitian ini bersifat ekperimental laboratorium dengan menggunakan teknik isolasi jamur secara swab dan metode uji daya ekstrak daun pacar dengan konsentrasi 15%, 25%, 50%, 75% dan 100%. Hasilnya menunjukkan bahwa 90% swab mukosa mengandung kolonisasi Candida albicans dan uji ekstrak daun pacar kuku memperlihatkan terbentuknya zona bening tertinggi pada konsentrasi 100% dengan diameter sebesar 15.4 mm. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak daun pacar kuku memiliki potensi inhibitor terhadap isolat Candida albicans dari swab mukosa perokok.

Authors

Andi Fatmawati
fatmawati.moe@gmail.com (Primary Contact)
Tuty Widyanti
Anita
Copyright and license info is not available

Article Details