Analisis Faktor-Faktor Penyebab Sisa Material pada Pekerjaan Arsitektural: Studi Kasus Proyek PLTU Sulsel Barru-2
DOI:
https://doi.org/10.70561/tt5xdc88Abstract
Sisa material konstruksi arsitektural merupakan material yang tidak dapat dimanfaatkan sesuai rencana pekerjaan akibat kelebihan pemesanan, kerusakan, kesalahan pelaksanaan, perubahan desain, pekerjaan ulang, maupun ketidaksesuaian spesifikasi. Permasalahan ini menjadi salah satu sumber pemborosan pada proyek konstruksi karena berdampak pada peningkatan biaya dan efisiensi pelaksanaan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi jenis sisa material dominan serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya sisa material pada pekerjaan arsitektural Proyek PLTU Sul-Sel Barru-2. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui analisis statistik deskriptif, korelasi Pearson, dan regresi linier berganda. Data diperoleh dari observasi lapangan, dokumentasi proyek, serta kuesioner yang diberikan kepada responden yang terlibat dalam pengelolaan material proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bata ringan, plester, dan keramik merupakan material dengan volume sisa terbesar. Analisis korelasi menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara volume sisa material dan biaya yang ditimbulkan, sehingga peningkatan volume sisa material berpotensi meningkatkan biaya proyek. Hasil regresi menunjukkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,192, yang berarti model hanya mampu menjelaskan 19,2% variasi sisa material konstruksi. Sementara itu, hasil uji simultan menghasilkan nilai Prob(F) sebesar 0,173 yang lebih besar dari 0,05, sehingga model regresi secara keseluruhan tidak signifikan dalam menjelaskan pengaruh faktor perencanaan, pengawasan, dan keterampilan pekerja terhadap sisa material konstruksi. Temuan ini mengindikasikan bahwa terdapat faktor-faktor lain di luar model penelitian yang lebih berpengaruh terhadap terjadinya sisa material pada pekerjaan arsitektural.
