Analisis Kualitas Air berdasarkan Parameter Fisika dan Kimia di Sekitar Areal Tambak, Daerah Aliran Sungai Citarum, Kabupaten Karawang

Authors

  • Selly Arvinda Rakhman Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang, Karawang 41361, Jawa Barat, Indonesia
  • Nurul Amri Komarudin Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang, Karawang 41361, Jawa Barat, Indonesia
  • Jairus Jesse M. Tubal Department of Agri-Management, College of Agriculture, Central Luzon State University, Science City of Munoz, Nueva Ecija, Philippines

DOI:

https://doi.org/10.70561/jal.v17i1.50598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginformasikan data terkait kualitas air berdasarkan parameter fisik-kimia pada areal tambak di daerah hilir Daerah Aliran Sungai Citarum, Kabupaten Karawang. Sampel air diambil di sepuluh titik sepanjang Daerah Aliran Sungai Citarum dengan menggunakan water quality test pen. Parameter fisik-kimia yang diukur antara lain suhu, Total Suspended Solid (TSS), Total Dissolved Solid (TDS), power of Hydrogen (pH), Dissolved Oxygen (DO), Biological Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD). Hasil menunjukkan bahwa beberapa parameter fisik-kimia masih belum memenuhi baku mutu yang ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021, diantaranya BOD, dan DO di seluruh titik pengamatan menunjukkan konsentrasi yang melampaui baku mutu, sementara nilai COD melebihi baku mutu pada sebagian besar titik, kecuali di titik stasiun 1–5, karena jaraknya cukup jauh dari aktivitas pertanian atau kegiatan masyarakat lainnya. Tingginya konsentrasi COD mengindikasikan adanya beban pencemar organik yang signifikan, diduga berasal dari limpasan pertanian dan limbah domestik, sedangkan rendahnya konsentrasi DO disebabkan oleh terutilisasinya BOD oleh mikroorganisme yang hidup di badan air. DO dibutuhkan sebagai elektron akseptor dalam proses metabolismenya, sehingga DO dalam badan air berkurang sedangkan BOD meningkat. Rasio BOD/COD di lokasi penelitian berada dalam kisaran 0.46–0.50, artinya termasuk dalam kategori biodegradable. Kondisi ini menunjukkan bahwa perairan di daerah hilir Sungai Citarum masih memungkinkan untuk digunakan dalam kegiatan budidaya air tawar.

Downloads

Published

2026-04-12