Identifikasi Mata Air dan Penentuan Batas Hutan Konservasi Pada Bentang Alam Karst Desa Baumata
DOI:
https://doi.org/10.70561/jal.v17i1.50601Abstract
Secara geomorfologi, Cekungan Air Tanah (CAT) di Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, merupakan kawasan bentang alam karst yang memiliki sistem mata air dengan total debit rata-rata lebih dari 150 L/detik. Arah aliran serta kapasitas tampungan air tanah di kawasan ini dikontrol oleh morfologi batas bawah batu gamping, ketebalan lapisan batu gamping, serta pola rekahan, rongga, dan gua bawah permukaan. Penelitian ini dilakukan dengan mengintegrasikan pemetaan tutupan lahan, analisis morfologi karst, serta pendugaan bawah permukaan menggunakan metode geolistrik konfigurasi Wenner 2D dan Vertical Electrical Sounding (VES). Hasil sintesis antara data lapangan, citra permukaan, dan geolistrik memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi tutupan lahan, potensi kawasan Hutan Taman Wisata Alam Baumata, serta arah aliran air tanah yang berperan dalam pembentukan dan keberlanjutan mata air. Berdasarkan hasil pemetaan, kawasan hutan pada daerah penelitian memiliki total luas tutupan vegetasi lebat sebesar 58.68 ha, dengan 36.21 ha di antaranya termasuk dalam kawasan Hutan Konservasi/ Taman Wisata Alam Baumata, dan sekitar 4,23 ha berupa lahan semak belukar. Analisis geolistrik menunjukkan bahwa aliran air tanah di daerah penelitian mengalir melalui sistem rongga dan gua karst menuju Gua Mata Air Baumata, yang berperan sebagai titik keluaran utama sistem akuifer karst setempat.Downloads
Published
2026-04-12
Issue
Section
Articles
