Efektivitas Tanaman Melati Air (Echinodorus palaefolius) dalam Menurunkan Ion Logam Berat Cd pada Limbah Batik

Authors

  • Adisty Regina Tamandita Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Pembanguunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Surabaya 60924, Jawa Timur, Indonesia
  • Raden Kokoh Haryo Putro 1,2Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Pembanguunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Surabaya 60924, Jawa Timur, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.70561/jal.v17i1.50602

Abstract

Peningkatan jumlah industri batik di Indonesia menyebabkan meningkatnya volume limbah cair yang mengandung logam berat kadmium (Cd), yang berpotensi mencemari lingkungan dan membahayakan organisme akuatik serta kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas melati air (Echinodorus palaefolius) dalam menurunkan kadar Cd pada limbah cair batik melalui proses fitoremediasi berbasis sistem constructed wetland. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan kerapatan tanaman (sedang dan tinggi) serta waktu tinggal (5, 10, 15, dan 20 hari). Parameter yang diamati meliputi penurunan kadar Cd serta perubahan morfologi tanaman, seperti panjang akar, tinggi tanaman, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan kadar Cd yang signifikan seiring dengan meningkatnya kerapatan tanaman dan waktu tinggal. Efektivitas penurunan tertinggi diperoleh pada perlakuan kerapatan tinggi dengan waktu tinggal 20 hari. Selain itu, perubahan morfologi tanaman mengindikasikan adanya respons adaptif terhadap paparan logam berat sekaligus menunjukkan kemampuan akumulasi Cd oleh tanaman. Sistem constructed wetland yang dikombinasikan dengan melati air terbukti efektif dalam mengurangi kandungan Cd dalam limbah cair batik. Dengan demikian, melati air berpotensi sebagai agen fitoremediasi yang efisien, ekonomis, dan ramah lingkungan untuk pengolahan limbah cair yang mengandung logam berat.

Downloads

Published

2026-04-12