Karakterisasi Nanopartikel Flok Pada Kondisi Optimum Pengolahan Air Sungai Jagir Menggunakan Biokoagulan
DOI:
https://doi.org/10.70561/jal.v17i1.50606Abstract
Pencemaran air Sungai Jagir akibat aktivitas domestik dan industri memerlukan teknologi pengolahan yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas biokoagulan biji kelor (Moringa oleifera) dan cangkang maggot Black Soldier Fly (BSF), serta mengarakterisasi ukuran dan sifat permukaan flok yang terbentuk pada kondisi optimum. Penelitian dilakukan menggunakan metode jar test untuk menentukan dosis optimum, diikuti oleh pengukuran parameter kualitas air (pH, kekeruhan, Total Suspended Solids/TSS, dan warna), serta analisis flok menggunakan Particle Size Analyzer (PSA) dan uji potensial zeta. Hasil menunjukkan bahwa biji kelor pada dosis optimum 50 mg/L mampu menyisihkan kekeruhan hingga 98.99%, TSS 81.82%, dan warna 96.20%, dengan ukuran flok relatif homogen sebesar 66.05 µm. Sementara itu, cangkang maggot pada dosis 100 mg/L menghasilkan penyisihan TSS sebesar 95.45%, kekeruhan 98.47%, dan warna 96.43%, dengan ukuran flok rata-rata 3.22 µm. Nilai potensial zeta pada kedua biokoagulan mendekati nol, menunjukkan terjadinya destabilisasi koloid dan pembentukan flok yang efektif. Dibandingkan dengan tawas, biokoagulan menunjukkan kinerja yang sebanding dengan keunggulan dalam menjaga kestabilan pH serta menghasilkan residu logam yang minimal. Dengan demikian, biokoagulan berbasis biji kelor dan cangkang maggot berpotensi sebagai alternatif koagulan ramah lingkungan dalam pengolahan air Sungai Jagir, meskipun optimasi dosis dan karakteristik flok masih perlu dikaji lebih lanjut.Downloads
Published
2026-04-12
Issue
Section
Articles
